lkti Oktober 2019 ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar Modal Indonesia pernah jatuh bangun pada masa penjajahan Belanda. Namun, mulai era orde baru, Pasar Modal Indonesia kembali hidup...

RI Raih Investment Grade, IHSG Meroket

Lembaga pemeringkat Internasional Standard Poors (SP) menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi atau investment grade. Kenaikan peringkat tersebut langsung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cetak rekor dan rupiah menguat tajam. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (19/5/2017)...

Ditjen Pajak Bisa Intip Data Investor Pasar Modal

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan. Artinya kini Direktorat Jenderal Pajak bisa mengorek...

Sekolah Pasar Modal Pengurus SPM 1 dan SPM 2

SPM 1 dan SPM 2 yang dilaksanakan di BEI cabang Padang pada tanggal 13 Mei 2017 yang diikuti oleh pengurus baru Gibei FE Unp. Pengurus baru mendatangi BEI cabang Padang untuk melakukan SPM 1 dan SPM 2 pada pukul 08.00 untuk melaksanakan SPM 1 hingga pukul 12.00 dilanjutkan lagi SPM 2 pada pukul 01.30 hingga selesai pada pukul 04.00 sore...

Apa Itu Saham ?

Hallo guys minggu kemaren kita sudah kenalan sama ınvestasi dan kıta juga sudah tau mengapa investasi itu penting, lalu sesuai dengan judul tulisan kali ini, kıta akan membahas mengenai saham...

Rabu, 23 Oktober 2019

Dari Reksa Dana Mau Pindah ke Saham? Perhatikan Ini Dulu ya

Dari Reksa Dana Mau Pindah ke Saham? Perhatikan Ini Dulu ya

Jakarta, CNBC Indonesia - Untung mana, reksa dana atau beli saham sekalian? Atau bagi yang sudah investasi di reksa dana, khususnya jenis reksa dana saham (isinya mayoritas instrumen saham), dan merasa kurang untung, bagaimana caranya ingin pindah ke saham?

Untuk menjawabnya, sebetulnya kembali lagi pada tujuan investasi para pembaca sekalian, mau jangka pendek, menengah atau jangka panjang. Perlu juga kita mengukur tipe investasi seperti apa, apakah anda tipe berani mengambil risiko atau atau lebih senang menghindari risiko, atau di tengah-tengah? 

Persoalan ini pun menjadi keresahan beberapa netizen yang membubuhkan komentar di laman Instagram CNBC Indonesia, @cnbcindonesia.
Di akun media sosial ini, ada sebuah pertanyaan dari seorang netizen. Dia curcol, katanya sudah 5 tahun berinvestasi di reksa dana dan tertarik untuk mengalihkan dananya ke instrumen investasi lain berupa saham.

Mengacu data Bursa Efek Indonesia, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam 5 tahun terakhir hingga Selasa ini (22/10/2019) melonjak hingga 26%. Kendati secara year to date tahun ini IHSG naik tipis sekali 0,03% dan 6 bulan terakhir minus 4,35%.

Untuk hitungan tahunan, data BEI mencatat, tahun 2009 adalah periode paling menarik karena return bisa mencapai 
86,98%.

Adapun kinerja reksa dana hingga saat ini belum mengesankan, kecuali dua produk yakni reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang. Data Infovesta mencatat, hingga September lalu, kinerja produk reksa dana (RD) pendapatan tetap dan RD pasar uang menjadi jenis reksa dana yang positif pada periode September 2019, sedangkan dua jenis reksa dana lain masih negatif yakni RD saham dan RD campuran.

Kenaikan dua jenis produk itu pada September masing-masing 0,79% dan 0,48%. Pencapaian ini juga sama dengan performa kedua jenis instrumen ini pada Agustus lalu.
2018
-2.54
2017
19.99
2016
15.32
2015
-12.13
2014
22.29
2013
-0.98
2012
12.94
2011
3.20
2010
46.13
2009
86.98
*Angka dalam persentase