lkti Maret 2018 ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar Modal Indonesia pernah jatuh bangun pada masa penjajahan Belanda. Namun, mulai era orde baru, Pasar Modal Indonesia kembali hidup...

RI Raih Investment Grade, IHSG Meroket

Lembaga pemeringkat Internasional Standard Poors (SP) menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi atau investment grade. Kenaikan peringkat tersebut langsung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cetak rekor dan rupiah menguat tajam. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (19/5/2017)...

Ditjen Pajak Bisa Intip Data Investor Pasar Modal

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan. Artinya kini Direktorat Jenderal Pajak bisa mengorek...

Sekolah Pasar Modal Pengurus SPM 1 dan SPM 2

SPM 1 dan SPM 2 yang dilaksanakan di BEI cabang Padang pada tanggal 13 Mei 2017 yang diikuti oleh pengurus baru Gibei FE Unp. Pengurus baru mendatangi BEI cabang Padang untuk melakukan SPM 1 dan SPM 2 pada pukul 08.00 untuk melaksanakan SPM 1 hingga pukul 12.00 dilanjutkan lagi SPM 2 pada pukul 01.30 hingga selesai pada pukul 04.00 sore...

Apa Itu Saham ?

Hallo guys minggu kemaren kita sudah kenalan sama ınvestasi dan kıta juga sudah tau mengapa investasi itu penting, lalu sesuai dengan judul tulisan kali ini, kıta akan membahas mengenai saham...

Senin, 26 Maret 2018

Investasi Syariah, Harta Tenang Hatipun Senang


Apa sebenarnya investasi saham Syariah, dan bagaimana caranya?
Anda ingin investasi saham, tapi takut kalau investasi saham itu bertentangan dengan syariat Islam? Jangan takut, karena sekarang sudah ada indeks khusus saham Syariah. Ingin tahu saham apa saja yang sesuai syariat Islam saat ini?
Langsung aja kita pelajari yuk!
Investasi Saham Syariah
Kini sesuatu yang berbau syariah sedang booming dan populer.
Dimulai dari pakaian syariah atau busana muslim, perbankan syariah, tabungan syariah hingga saham syariah.
Namun, sayangnya masih banyak orang yang belum tahu bagaimana sih caranya investasi saham syariah?
Nah, sebelum memulai berinvestasi saham syariah, Anda tentunya harus tahu lebih dulu dengan apa sih yang dimaksud dengan saham syariah?
Saham syariah adalah efek atau surat berharga yang memiliki konsep penyertaan modal kepada perusahaan dengan hak bagi hasil yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
Suatu saham dapat dikategorikan sebagai saham syariah jika saham tersebut diterbitkan oleh:
  1. Emiten dan Perusahaan Publik yang secara jelas menyatakan dalam anggaran dasarnya bahwa kegiatan usaha Emiten dan Perusahaan Publik tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip syariah.
  1. Emiten dan Perusahaan Publik yang tidak menyatakan dalam anggaran dasarnya bahwa kegiatan usaha Emiten dan Perusahaan Publik tidak bertentangan dengan Prinsip-prinsip syariah, namun memenuhi kriteria sebagai berikut:
Perusahaan yang akan menerbitkan saham Syariah tersebut juga tidak boleh melakukan kegiatan usaha seperti:
  • Perjudian dan permainan yang tergolong judi;
  • Perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa;
  • Perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu;
  • Bank berbasis bunga;
  • Perusahaan pembiayaan berbasis bunga;
  • Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi konvensional;
  • Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan/atau menyediakan barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi), barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang ditetapkan oleh DSN-MUI; dan/atau, barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat
Transaksinya pun harus sesuai syariat Islam dan tidak boleh mengandung unsur suap (risywah), seperti:
  • Rasio total hutang berbasis bunga dibandingkan total ekuitas tidak lebih dari 82%,
  • Rasio total pendapatan bunga dan total pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan total pendapatan usaha dan total pendapatan lainnya tidak lebih dari 10%.
Saham apa saja yang termasuk, dan tidak termasuk dalam Syariah?
Seperti yang sudah dijelaskan tadi, seluruh saham bisa dikategorikan sebagai saham Syariah, jika sudah sesuai dengan Syariat Islam.
Anda mungkin beranggapan bahwa seluruh saham disektor perbankan pasti tidak syariah, karena menerapkan bisnis riba. Tapi, ternyata saat ini sudah ada saham perbankan yang masuk dalam kategori saham Syariah loh, contohnya PNBS dan ARTA.
Saham yang memproduksi minuman keras dan rokok, seperti DLTA, GGRM dan HMSP juga tidak termasuk saham Syariah.
Bagi emiten / perusahaan yang terdaftar dan sahamnya diperdagangkan di bursa saham, apabila memenuhi kriteria di atas, maka bisa digolongkan sebagai saham syariah. Dari sekitar 500 lebih saham yang terdaftar saat ini, 300 di antaranya merupakan perusahaan yang sesuai dengan kriteria di atas. Daftar saham Syariah ini selengkapnya bisa Anda lihat di  saham.link/daftarefeksyariah .

Apakah semua saham Syariah bagus untuk investasi?
Meskipun termasuk sebagai saham Syariah, bukan berarti semua saham tersebut merupakan saham yang direkomendasi untuk investasi.
Seperti saham lainnya pada umumnya, saham Syariah juga harus di cek secara fundamental.
Saham Syariah ini juga memiliki indeks saham yang berisi kumpulan saham-saham terbaik, berkapitalisasi besar, liquiditas tinggi, dan sesuai Syariat Islam tentunya.
Indeks ini disebut Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang biasanya dievaluasi setiap 6 bulan sekali. Berikut 30 saham yang menghuni Indeks JII untuk periode Desember 2017 – Mei 2018
NoKode SahamNama SahamP/E Trailing
PerusahaanIndustri
1ADROAdaro Energy Tbk10,69107,89
2AKRAAKR Corporindo Tbk26,8221,29
3ANTMAneka Tambang (Persero) Tbk141,7127,22
4ASIIAstra International Tbk15,6519,61
5BRPTBarito Pacific Tbk22,622,59
6BSDEBumi Serpong Damai Tbk6,6867,47
7CTRACiputra Development Tbk23,2367,47
8EXCLXL Axiata Tbk72,6323,58
9ICBPIndofood CBP Sukses Makmur Tbk26,2525,83
10INCOVale Indonesia Tbk119,63
11INDFIndofood Sukses Makmur Tbk15,1325,83
12KLBFKalbe Farma Tbk28,343,93
13LPKRLippo Karawaci Tbk13,0367,47
14LPPFMatahari Department Store Tbk17,3628,9
15LSIPPP London Sumatra Indonesia Tbk11,3939,71
16MYRXHanson International Tbk22,6667,47
17PGASPerusahaan Gas Negara (Persero) Tbk27,7112,26
18PTBATambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk8,26107,89
19PTPPPP (Persero) Tbk12,8167,47
20PWONPakuwon Jati Tbk17,1867,47
21SCMASurya Citra Media Tbk27,6449,48
22SMGRSemen Indonesia (Persero) Tbk20,3118,66
23SMRASummarecon Agung Tbk20,3118,66
24TLKMTelekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk16,3723,58
25TPIAChandra Asri Petrochemical Tbk28,7322,59
26UNTRUnited Tractors Tbk16,15107,89
27UNVRUnilever Indonesia Tbk54,4655,92
28WIKAWijaya Karya (Persero) Tbk12,6767,47
29WSBPWaskita Beton Precast Tbk10,5618,66
30WSKTWaskita Karya (Persero) Tbk8,9967,47

Sebagai informasi, seluruh saham di Indeks JII ini sudah 100% Syariah, jadi Anda tidak perlu bingung lagi mau beli saham apa.
Nah, ditabel tersebut kami juga sudah memberikan rasio P/E yang bisa mempermudah Anda dalam menentukan kira-kira saham perusahaan mana yang memiliki potensi kenaikan (upside) yang lebih besar. Semakin jauh perbedaan angka P/E perusahaan dan industri, maka akan semakin bagus.
Tidak hanya itu saja, saham Syariah ternyata juga memiliki beberapa perbedaan yang mencolok dibandingkan dengan saham konvensional.  Apa perbedaannya?
Saham Syari’ah:
  1. Investasi terbatas pada sektor tertentu  (sesuai dengan syariah), dan tidak atas dasar utang.
  2. Didasarkan pada prinsip syari’ah (penerapan loss-profit sharing).
  3. Melarang berbagai bentuk bunga, spekulasi dan judi.
  4. Adanya syari’ah guidline yang mengatur berbagai aspek seperti alokasi aset, praktek investasi, perdagangan dan distribusi pendatapan.
  5. Terdapat mekanisme screening perusahaan yang harus mengikuti prinsip syari’ah.
Konvensional :
  1. Investasi bebas pada seluruh sektor.
  2. Didasarkan pada prinsip bunga.
  3. Membolehkan spekulasi dan judi yang pada gilirannya akan mendorong fluktuasi pasar yang tidak terkendali.
  4. Guidline investasi secara umum pada produk hukum pasar modal.
sumber : Ellen May Institute

Persaingan Menyusutkan Harga Saham Emiten Telekomunikasi

   Image result for telekomunikasi 
JAKARTA. Harga saham-saham telekomunikasi terus melorot. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), misalnya, turun hingga 17% year-to-date (ytd) per Jumat (23/3). Begitu pula saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), yang susut 14,5%. Hanya saham PT Indosat Tbk yang naik 5,05%. 
 
Secara fundamental, sebenarnya rata-rata kinerja perusahaan telekomunikasi terbilang positif. TLKM mencetak kenaikan pendapatan 10,25% menjadi Rp 128,26 triliun di 2017 lalu. Begitu pula dengan EXCL yang pendapatannya naik 7,19% jadi Rp 22,88 triliun. Hanya ISAT yang belum mengeluarkan laporan kinerja untuk periode 2017.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Giovanni Dustin menilai, penurunan saham sektor telekomunikasi bukan karena fundamental yang jelek. Besarnya capital outflow pada pasar saham juga turut membebani harga.
Selain itu, meski kinerja emiten positif, realisasi tersebut masih di bawah ekspektasi pelaku pasar. Contohnya, pertumbuhan pendapatan TLKM ternyata melambat ketimbang pertumbuhan pendapatan di 2016 yang mencapai 13,53% yoy. Serupa, laba bersih EXCL juga turun tipis.
Kebijakan registrasi ulang kartu prabayar turut menambah beban saham sektor telekomunikasi. "Emiten berlomba menurunkan harga supaya pelanggan tidak pindah ke operator lain selama masa registrasi ulang ini. Akibatnya, perang tarif makin kencang," ujar Giovanni 

Analis Henan Putihrai Sekuritas Josscarios Jonathan menambahkan, kompetisi emiten yang kian ketat cenderung menggerus margin EBITDA hingga 1% setiap tahunnya. Persaingan di segmen layanan data menuntut emiten meningkatkan infrastruktur.
Emiten antara lain perlu membangun menara base transceiver station (BTS).  "Ini berarti biaya operasi emiten kian besar, sehingga menekan laba," kata Josscarios.
Tengok saja, biaya operasional TLKM sepanjang tahun lalu naik hingga 17%. Begitu juga EXCL yang beban operasionalnya meningkat 9,57%.
Menurut Josscarios, kinerja emiten halo-halo masih bakal ditopang segmen data dan internet. Tahun lalu, segmen data berkontribusi sebesar 43,2% terhadap total pendapatan TLKM, meningkat dari 37,0% pada tahun 2016.
Sementara di EXCL, pendapatan data meningkat signifikan, yakni sekitar 61%, dari sebelumnya Rp 8,13 triliun menjadi Rp 13,09 triliun pada 2017. "Penggunaan data bakal makin tinggi seiring peningkatan penggunaan media sosial," ujar Josscarios. 

Lonjakan data
Penetrasi penggunaan data pada seluruh pelanggan ketiga emiten telekomunikasi sudah mencapai 53%. Jumlah ini akan terus naik, terutama seiring perluasan infrastruktur penunjang di luar Jawa.
Analis Ciptadana Sekuritas Niko Margaronis, dalam riset per 23 Maret lalu, menulis, tren konsumsi data masyarakat Indonesia setiap bulannya meningkat dari 1,7 gigabit (gb) menjadi 2,4 gb per pelanggan. Tambah lagi, perhelatan pemilihan umum kepada daerah (Pilkada) tahun ini juga akan menambah penggunaan data. Josscarios memproyeksi, lonjakan penggunaan data di daerah-daerah yang melaksanakan pilkada bisa mencapai 14%-15%. 

Di sisi lain, emiten telekomunikasi patut mengantisipasi kinerja perusahaan seperti Hutchison 3 Indonesia (Tri). Sebagai pemenang lelang spektrum pita frekuensi radio 2.1 GHz, menurut Giovanni, Tri berpotensi menarik pelanggan lebih banyak dengan memasang tarif yang agresif, setelah proses refarming spektrum kelar April nanti.
"Bisa jadi Tri memicu perang tarif di luar Jawa dan menjadi pesaing bagi Indosat dan XL karena profil pelanggan yang mirip, yaitu segmen mid-to-low," ujar Giovanni. Jika ini terjadi, ia menilai, maka Telkom sebagai pemain kuat di luar Jawa akan diuntungkan.
Giovanni memprediksi pendapatan TLKM bisa mencapai Rp 138,52 triliun dengan laba bersih Rp 24,33 triliun tahun ini. Ia merekomendasikan beli saham TLKM dengan target harga Rp 5.000 per saham.
Josscarios lebih mengunggulkan EXCL, lantaran emiten ini sangat gencar dan cepat berekspansi ke luar Jawa. Terakhir, XL berencana  menambah 17.000 menara BTS baru sepanjang tahun ini, dengan mayoritas BTS 4G.  

sumgber : Liputan 6

Selasa, 20 Maret 2018

Kecelakaan Kerja Kembali Terjadi, Intip Laju Saham Waskita Karya

 Image result for waskita karya

Jakarta - Proyek infrastruktur yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kembali menimbulkan kecelakaan kerja pada Minggu 18 Maret 2018.

Besi hollow jatuh dari lantai 10 proyek rumah susun Pasar Rumput Setiabudi, Jakarta Selatan. PT Waskita Karya Tbk pun sudah menyampaikan permintaan maaf dan duka mendalam kepada keluarga korban atas terjadinya kecelakaan kerja di proyek Rusun Pasar Rumput.

Lalu bagaimana dampaknya terhadap pergerakan harga saham PT Waskita Karya Tbk pada awal pekan ini?
Berdasarkan data RTI, Senin (19/3/2018), harga saham PT Waskita Karya Tbk melemah 40 poin ke posisi Rp 2.500 pada pembukaan perdagangan saham. Pada penutupan perdagangan Jumat 16 Maret 2017, harga saham PT Waskta Karya Tbk di posisi Rp 2.540 per saham.

Selama sesi pertama, harga saham PT Waskita Karya Tbk cenderung berada di zona merah. Harga saham emiten konstruksi berkode WSKT ini sempat di level tertinggi Rp 2.550 per saham dan terendah Rp 2.480 per saham.
Total frekuensi perdagangan saham sekitar 896 kali dengan nilai transaksi harian saham Rp 11 miliar. Pada pukul 11.11 waktu JATS, harga saham saham PT Waskita Karya Tbk stagnan di posisi Rp 2.540 per saham.
Pergerakan harga saham PT Waskita Karya Tbk cenderung melemah itu terjadi saat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bervariasi. IHSG naik tipis 0,01 persen ke posisi 6.305.

Sepanjang tahun berjalan 2018, saham PT Waskita Karya Tbk mampu catatkan kinerja positif. Harga saham WSKT naik 14,93 persen ke posisi Rp 2.540 pada Jumat pekan lalu. Namun sepanjang Maret 2018, saham PT Waskita Karya Tbk melemah 12,71 persen.
"Beberapa faktor mengenai kecelakaan kerja sepertinya (menjadi sentimen negatif)," ujar Analis PT Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya
Akan tetapi, menurut William, tekanan terhadap saham PT Waskita Karya  Tbk hanya sementara saja.

Kecelakaan kerja yang  terjadi Rusun Pasar Rumput menambah daftar kecelakaan proyek infrastruktur yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk.
Sebelumnya, kecelakaan kerja sempat terjadi dalam proyek light rail transit (LRT) Palembang pada 4 Agustus 2017. Kemudian jembatan proyek pembangunan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi pada 22 September 2017. Tak lama kemudian, girder proyek pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo roboh pada 29 Oktober 2017.
Menjelang akhir tahun, 30 Desember 2017, girder proyek pembangunan jalan tol Pemalang-Batang turut jatuh. Kemudian pada 20 Februari 2018, tiang girder di pengerjaan proyek jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu roboh.

sumber : Liputan 6

Rabu, 14 Maret 2018

REKOMENDASI SAHAM: Mampukah PTPP Tembus Rp4.000?

       

JAKARTA--PT PP (Persero) Tbk. menjaga kinerja keuangan periode 2017 dengan mencatatkan pertumbuhan laba bersih di atas ekspektasi konsensus dan menjaga arus kas positif. Mampukah katalis tersebut membawa saham perseroan melewati level Rp4.000 tahun ini?

Emiten berkode saham PTPP itu membukukan pendapatan usaha Rp21,50 triliun berdasarkan laporan keuangan 2017 yang dirilis awal pekan ini. Dari pendapatan tersebut, perseroan berhasil mengantongi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk Rp1,45 triliun.
Berdasarkan konsensus kinerja keuangan yang dilansir dari Bloomberg, keuntungan yang didapatkan PTPP pada 2017 melebihi ekspektasi. Para analis memperkirakan perseroan mengantongi laba bersih Rp1,43 triliun pada 2017. Akan tetapi, pendapatan yang dibukukan oleh PTPP masih di bawah ekspektasi analis. Tercatat, konsensus memperkirakan pendapatan kontraktor pelat merah itu tahun ini dapat menembus Rp22,95 triliun.

Data Bloomberg juga mencatat, sampai dengan Selasa (13/3), sejumlah analis masih memberikan rekomendasi beli untuk saham PTPP. Konsensus memperkirakan target harga dalam 12 bulan ke depan kontraktor pelat merah itu bakal mendarat di level Rp3.962,94 per saham.
Sementara itu, harga saham PTPP terkoreksi 30 poin mendarat di level Rp3.000 pada penutupan perdagangan, kemarin (13/3). Selama periode berjalan 2018, tren pergerakan harga saham PTPP tercatat positif 13,64%.

Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia Akhmad Nurcahyadi, dalam risetnya yang dilansir melalui Bloomberg, menyatakan PTPP masih menjadi top picks di tengah perbaikan kepercayaan pasar yang masih belum pulih terhadap saham berbasis konstruksi pelat merah. Namun, pihaknya menggarisbawahi beberapa risiko usaha yakni tertundanya proses divestasi dan perolehan kontrak baru serta nilai burn rate yang rendah.
Dia masih merekomendasikan untuk beli saham PTPP dengan potensial upside 37,9%. Target harga jangka panjang berada di level Rp4.150 per saham.

Secara terpisah, Frankie Wijoyo Prasetio, Branch Manager Phintraco Sekuritas Medan menjelaskan bahwa secara teknikal saham PTPP sudah breakout dari longterm downtrend. Saat ini, pergerakan saham menuju uptrend didorong sentimen kinerja keuangan 2017 yang sesuai ekspektasi.
“Direkomendasikan beli dengan target harga jangka pendek Rp3.200 per saham dan jangka panjang Rp4.000 per saham,” ujarnya
Analis Binartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusti Utama sebelumnya menjelaskan bahwa secara teknikal pergerakan harga saham PTPP masih bertahan di atas garis bearish channel. Pihaknya masih memberikan rekomendasi cicil beli.
“Target harga jangka panjang di level Rp3.560 per saham,” jelasnya.

sumber : Market

Senin, 12 Maret 2018

Tiga Indeks Sektoral Saham Masih Leading terhadap IHSG

Tiga indeks sektoral saham masih leading terhadap IHSG 
JAKARTA. Di tengah fluktuasi bursa saham saat ini, tiga indeks sektoral saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih berada di kuadran leading. Chart harian Relative Rotation Graph (RRG) per Jumat (10/3) versi Bloomberg menunjukkan ketiga sektor itu adalah: sektor pertanian, infrastruktur dan transportasi, serta sektor industri dasar dan kimia. 
Meski demikian ketiga sektor tersebut memiliki arah gerak yang berbeda. 
 Indeks sektor industri dasar dan kimia malah hampir menyeberang ke kuadran weakening. Sektor infrastruktur dan transportasi bergerak mendatar cenderung landai. Adapun sektor pertanian, meski masih jauh dari perbatasan kuadran weakening, arahnya menukik cukup tajam.

Di kuadran weakening, dua indeks sektoral seolah berancang-ancang hendak memasuki kuadaran lagging. Namun demikian arah kurva indeks properti dan indeks keuangan ini mendongak ke atas, seolah ingin langsung menuju kuadran improving.
Penghuni kuadran lagging cuma ada indeks sektor pertambangan. Kurva sektor ini bahkan sudah menyentuh batas dasar "kuadran terlemah" ini.
Di kuadran improving bertengger tiga indeks sektor yang lain: aneka industri, industri barang konsumsi, dan perdagangan.  

Dari ketiganya, sektor barang konsumsi tampak berbalik arah seolah hendak menuju perbatasan kuadran lagging lagi. Adapun sektor perdagangan hampir menyeberangi perbatasan menuju kuadran leading. Sedangkan sektor aneka industri boleh dibilang baru memasuki kuadran ini dengan arah gerah tajam ke atas. 

Memetakan pasar secara relatif
Relative Rotation Graph adalah salah satu alat (tools) untuk memetakan harga pergerakan instrumen keuangan dalam sebuah pasar atau bursa. Tools temuan Julius de Kempenaer, seorang profesor asal Belanda, ini memetakan pergerakan market ke dalam empat area kuadran: leading, lagging, weakening, dan improving.
Tools ini bisa digunakan untuk membandingkan secara relatif tren harga dan momentum sebuah instrumen terhadap instrumen lain yang menjadi acuan 

Sumber : Kontan

AKSI EMITEN 12 MARET: Kinerja PTPP Terjaga, KRAS Siapkan Amunisi

        

JAKARTA – Berita mengenai kinerja PT PP (Persero) Tbk yang positif pada 2017 serta PT Krakatau Steel (Persero) yang menyiapkan strategi agar produk baja tetap kompetitif menjadi topik utama sejumlah media massa hari ini, Senin (12/3/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:
Kinerja PTPP Terjaga. PT PP (Persero) Tbk. mencatatkan kinerja laba bersih dan pendapatan yang positif pada 2017. Selain itu, perseroan juga mampu menjaga arus kas operasional sejalan dengan upaya selektif perseroan dalam memilih proyek serta integrasi lini bisnis. (Bisnis Indonesia)
KRAS Siapkan Amunisi. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. tengah menyipakan sejumlah strategi untuk menjaga agar produk baja perseroan tetap kompetitif di tengah ancaman serbuan baja impor asal China. (Bisnis Indonesia)
Transaksi Broker Susut. Transaksi broker sepanjang bulan kedua tahun ini menyusut, didorong oleh aksi wait and see investor seiring dengan ketidakpastian global. (Bisnis Indonesia)
Laba Bersih DSNG Naik Dua Kali Lipat. PT Dharma Satya Nusantara Tbk mencetak penjualan tinggi sepanjang tahun 2017 lalu. Alhasil, laba emiten perkebunan ini naik hingga lebih dari dua kali lipat.
Bangun Bandara, RoE GGRM Terganggu. Rencana PT Gudang Garam Tbk (GGRM) masuk ke bisnis bandara diprediksi analis bakal menggerus return of equity (RoE) perusahaan ini. Produsen rokok ini memang menjadi pemrakarsa pembangunan bandara Kediri. (Kontan)
Pulsa dan Kartu Perdana Turun, Laba Bersih TELE Melorot 10,81%. Kinerja PT Thipone Mobile Indonesia Tbk (TELE) sepanjang tahun lalu masih tersendat. Perusahaan ini hanya bisa membukukan laba bersih sebesar Rp 417,60 miliar. Jumlah tersebut turun sekitar 10,81% jika dibandingkan laba bersih tahun 2016 senilai Rp 468,19 miliar.

sumber : Market

Saham Emiten Tol Masih Belum Menarik, Rekomendasi Sell untuk JSMR

Saham emiten tol masih belum menarik, rekomendasi sell untuk JSMR 
JAKARTA. Gencarnya pemerintah dalam mengembangkan infrastruktur dianggap tak serta merta membuat emiten operator tol memiliki prospek cemerlang. Adanya penerapan aturan ganjil-genap bahkan berpotensi menekan kinerja para pengelola tol ini.

Jelang Pilpres 2019, pemerintah semakin gencar dalam membangun berbagai proyek infrastruktur seperti pembangunan sarana angkutan umum serta pembangunan jalan tol.
Walau berpotensi membuat kinerja emiten tol semakin cemerlang, Analis Profindo Sekuritas Yuliana melihat gencarnya pembangunan tol ini belum membuat emiten tol jadi prospektif. "Proyek-proyek ini justru lebih menguntungkan bagi emiten konstruksi yang mengerjakan proyek pembangunan tol," tuturnya

Aturan ganjil-genap di ruas tol Jakarta-Cikampek yang akan mulai diberlakukan Senin (12/3) juga berpotensi menekan kinerja emiten tol. Menurutnya, jika aturan ini menunjukkan hasil yang baik dalam menekan kemacetan, ada kemungkinan aturan ini bakal diterapkan di ruas tol lain yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.
Sehingga untuk jangka panjang aturan ini tak hanya akan menekan kinerja PT Jasa Marga Tbk (JSMR) selaku operator tol Jakarta-Cikampek, tetapi juga emiten tol lainnya seperti PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), dan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META).

Adapun aturan ganjil genap tersebut juga akan menekan kinerja JSMR untuk jangka pendek lantaran pendapatan ruas tol Jakarta-Cikampek yang berpotensi menurun dari aturan ini. Oleh karena itu, Yuliana merekomendasikan sell untuk JSMR dengan target harga Rp 5.300 per saham.

sumber : Kontan

Jumat, 09 Maret 2018

Naik 73% Sepanjang Februari 2018, BEI Suspensi Saham IKAI

   Image result for beiJAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk. (IKAI) pada perdagangan 27 Februari, besok.

Keputusan tersebut diambil karena bursa menganggap tekah terjadi penignkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham emiten tersebut. Penghentian dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai.
"Tujuannya untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M. Panjaitan dalam keterbukaan informasi

Bursa mengimbau kepada para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Berdasarkan data Bloomberg, saham IKAI telah melesat dari level harga Rp254 pada 1 Februari 2018 ke level Rp440 per saham pada akhir perdagangan Senin (26/2/2018).
Pada perdagangan hari ini, saham emiten keramik ini naik 88 poin atau 25%. Adapun sepanjang 1-26 Februari 2018, saham IKAI telah melompat 73,23%.

Sumber : Market

IPO ANAK BUMN: Keputusan The Fed dan Fluktuasi Nilai Tukar Bakal Pengaruhi Minat Investor

              Image result for saham
JAKARTA — Minat investor terhadap rencana penawaran umum saham perdana anak badan usaha milik negara bakal dipengaruhi keputusan The Fed serta pergerakan nilai tukar rupiah.
Alfred Nainggolan, Kepala Riset Koneksi Capital menjelaskan bahwa pasar akan sangat terpengaruh dengan keputusan The Fed pada akhir Maret 2018. Sampai saat ini, sentimen tersebut berpengaruh besar terhadap keputusan investor.

“Kalau ternyata setelah suku bunga diputuskan Rupiah bergerak liar, akan jadi sentimen negatif bagi calon emiten BUMN. Akan tetapi, kalau Rupiah kuat, akan menjadi sentimen positif atau katalis IPO,” jelasnya

Dari skenario tersebut, sambungnya, minat investor terhadap emiten BUMN tidak akan jauh berbeda dengan periode 2017. Tahun lalu, anak BUMN yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) kebanyakan mendapat harga lebih rendah dan mengurangi porsi saham yang dilepas.
Dia menyebut kondisi itu berbanding terbalik dengan IPO BUMN periode 2015 dan 2016. “Sampai dengan semester I/2018 saya kira kondisinya masih sama seperti tahun lalu,” imbuhnya.

Di sisi lain, Alfred menilai saham PT Bank BRI Syariah masih paling menarik investor. Hal itu sejalan dengan kinerja saham induk calon emiten yang masih memiliki daya tarik besar.
Sementara itu, pihaknya menilai calon emiten, PT Wijaya Karya Realty, belum banyak menarik investor. Pasalnya, saham induk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., masih memiliki valuasi yang sangat murah.

Adapun, untuk PT Tugu Pratama Indonesia, dia menyebut minat investor terhadap saham perseroan asuransi belum terlalu besar. Kondisi tersebut sejalan dengan likuiditas emiten asuransi yang tidak terlalu baik.

Sumber : Market

Penghapusan Pajak Dividen akan Jadi Daya Tarik Investor

 Penghapusan pajak dividen akan jadi daya tarik investor

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengusulkan penghapusan pajak dividen bagi investor yang sudah melakukan investasi besar di pasar saham. Langkah ini diambil untuk mendorong investor ritel berinvestasi di pasar saham.
"Secara resmi kami belum usulkan, namun itu hal yang bisa kami lakukan, insentif pajak cukup menarik" kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, pihaknya tengah mengusulkan jika investor berinvestasi maksimal Rp 10 juta sebulan selama satu tahun dan berinvestasi secara rutin, pajak dividennya boleh ditiadakan. 

Saat ini, investor terkena beberapa pajak saat bertransaksi dan memiliki saham di pasar modal seperti pajak penjualan sebesar 0,1% dan juga pajak dividen sebesar 10%. Menurut Hamdi, jika ada pengurangan pajak, maka investor pasti akan senang. Ia memastikan bahwa otoritas BEI secara resmi bakal mengajukan kepada pihak terkait. 

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri menilai, langkah yang dilakukan oleh BEI ini akan menjadi pemikat bagi investor untuk masuk ke pasar modal. Maklum, saat ini pajak dividen sebenarnya merupakan double tax.
"Korporasi kan sudah sebelumnya membayar pajak, dan investor masih dikenakan pajak pula, " kata Hans. 
Menurut Hans pemotongan pajak dari pembagian dividen ini bakal menarik investor apalagi distribusi uang dalam pembagian dividen cukup merugikan investor karena pajak yang diberikan cukup besar.
Hans juga bilang, potongan pajak dividen yang diberikan bisa menjadi insentif yang menarik bagi investor karena nominal pajak yang cukup besar yakni sebesar 10%. Menurut Hans, hal ini bukan tidak mungkin akan menjadi magnet bagi investor untuk berinvestasi di pasar modal. 

Sumber : Kontan

Kinerja Matahari Diproyeksi Positif dengan Buka 8 Gerai Baru

 Kinerja Matahari diproyeksi positif dengan buka 8 gerai baru

JAKARTA. Rencana pembukaan delapan gerai di tahun ini, diproyeksikan akan memberi katalis positif bagi kinerja PT Matahari Department Store (LPPF).
Michael Tjahjadi Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia mengatakan dalam tiga hingga empat tahun ke depan LPPF menyatakan akan menutup 3-4 gerai yang memiliki penjualan dan marginal cash flow buruk.

Namun, langkah LPPF untuk membuka delapan gerai baru di 2018 menunjukkan bahwa penutupan gerai tersebut bertujuan untuk membuat LPPF lebih fokus di daerah yang potensial. "Melihat kinerja sekarang, masih belum cukup memuaskan apalagi jika dibandingkan dengan pembukaan delapan gerai baru," kata Michael. 

–– ADVERTISEMENT ––
LPPF memiliki target konsumen masyarakat menengah hingga menengah ke bawah. Michael memproyeksikan naiknya harga komoditas di tahun ini serta kebijakan Presiden Joko Widodo untuk mengunci harga Bahan Bakar Minyak (BBM) maka bisa membuat daya beli masyarakat akan lebih baik dibanding tahun lalu. 

Prospek LPPF di tahun ini, Michael lihat masih positif, salah satunya didukung rencana penambahan 8 gerai di tahun ini. Selain itu, LPPF kini mulai menggunakan big data analytics untuk menganalisa tren pembelian konsumen. Teknologi ini dilakukan agar LPPF bisa menyediakan barang atau merchandising yang sesuai dengan tren. LPPF memiliki potensi untuk menggenjot kinerjanya di tahun ini dengan rencana perusahaan merilis eksklusif home product di gerai yang sudah ada.
Namun, Michael mengatakan tantangan bagi LPPF di tahun ini adalah biaya sewa toko yang naik. Biaya sewa toko di tahun 2017 sebesar 13,8% dari sales. Biaya ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya 12,6% dari sales. 

Johanes Prasetia Analis BCA Sekuritas memproyeksikan pertumbuhan SSSG di tahun ini akan kuat didukung dengan 8 gerai baru yang empat diantaranya sedang dalam pembangunan. "Tiga gerai yang berada di luar Pulau Jawa seharusnya bisa berkontribusi cukup besar dalam pertumbuhan bisnis karena persaingan dan biaya sewa toko yang rendah," kata Johanes dalam risetnya 28 Februari 2018.
Menurut Johanes, langkah LPPF untuk menjual segmen barang peralatan rumah tangga bisa membawa katalis positif pada kinerja LPPF di tahun ini, meski rencana ini temasuk baru bagi LPPF. 

Setelah bekerjasama dengan Disney, Johanes memperkirakan LPPF akan menikmati tawaran kerjasama eksklusif dengan penyanyi anak-anak seperti Naura for Nevada dan Indonesia fashion designers. Johanes memrpoyeksikan margin LPPF tahun ini dari direct purchase meningkat 35,5%.
Michael memproyeksikan pendapatan LPPF di akhir tahun ini bisa tumbuh 6,4% menjadi Rp 10,67 triliun. Sedangkan, laba bersih LPPF, Michael prediksikan tumbuh 13,2% menjadi Rp 2,16 triliun di akhir tahun. Michael merekomendasikan buy LPPF di target harga Rp 13.750 per saham.
Kompak, Johanes juga merekomendasikan buy di target harga Rp 13.400 per saham. 

Sumber : Kontan

BEI Menjaring Perusahaan Rintisan untuk Masuk Bursa Saham

      Image result for bei 

JAKARTA. Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menjaring perusahaan rintisan (start up) untuk masuk bursa saham. Lewat program IDX Incubator, BEI kini mengawal 42 perusahaan rintisan.
Bahkan ada satu perusahaan rintisan yang sudah siap melenggang di bursa. Perusahaan tersebut bergerak di bidang financial technology (fintech). "Ada satu yang sudah memenuhi net tangible asset sebesar Rp 5 miliar," kata Head of IDX Incubator Irmawati Amran
Namun dia belum mau bilang kapan perusahaan itu masuk bursa. "Perusahaan itu menyiapkan secara internal, GCG (good corporate governance) dan kecukupan modal disetor untuk go public pada tahun ini," imbuh Irmawati. 
 
Di luar 42 start up tadi, tahun ini, IDX Incubator berencana menjaring 40 perusahaan rintisan. Perinciannya, sebanyak 20 perusahaan berlokasi di Jakarta, 15 di Bandung dan 5 perusahaan di Surabaya.
Di luar IDX Incubator, satu perusahaan sudah bersedia mencatatkan saham di BEI (IPO). Perusahaan ini beraset lebih dari Rp 5 miliar. Jadi, sudah ada dua perusahaan start up yang siap go public.
Kedua perusahaan ini mungkin mengincar nilai emisi setara IPO PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), yang lebih dulu IPO. Pada 5 Oktober 2017, KIOS menggelar IPO dengan meraup dana senilai Rp 45 miliar. 

BEI juga mendekati perusahaan start up level unicorn seperti Go-Jek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak. Salah satu start up unicorn, Go-Jek, baru-baru ini menyambangi BEI untuk membicarakan rencana IPO. 

Analis teknikal Profindo Sekuritas Indonesia Dimas Wahyu Putra Pratama menilai, sebelum membeli saham start up, investor perlu mencermati rencana penggunaan dana IPO tersebut. Jika digunakan untuk ekspansi, maka saham start up itu layak dikoleksi.
Investor juga harus memahami prospek perusahaan dalam 10 tahun, tak cuma jangka pendek. "Yang membedakan perusahaan rintisan dan perusahaan biasa adalah nilai bisnisnya," kata Dimas.
Nilai bisnis yang dimaksud adalah prospek dalam jangka panjang. Nilai start up juga tak bisa semata-mata dihitung dari rasio laba rugi. 

sumber : Kontan

Tiga Anak BUMN akan Go Public pada Semester Pertama 2018

   Image result for bumn 
JAKARTA. Tiga anak usaha BUMN sudah mengajukan dokumen initial public offering (IPO). Tiga perusahaan tersebut diprediksi akan masuk bursa saham pada semester pertama tahun ini.
"Tiga perusahaan yang sudah filing dokumen untuk IPO adalah Bank BRI Syariah, Wijaya Karya Realty dan Tugu Pratama Indonesia," ujar Saptono Adi Junarso, Kepala Divisi Privatisasi, Start-up dan Foreign Listing Bursa Efek Indonesia (BEI)

Ketiga perusahaan itu akan menggunakan laporan keuangan Desember 2017 sebagai dasar valuasi untuk IPO. Alhasil, saham perdana tiga anak BUMN ini akan tercatat di papan bursa paling telat di semester pertama tahun ini.

Sejauh ini, baru BRI Syariah yang telah melaksanakan mini expose dengan pihak BEI. Rencananya, anak usaha Bank Rakyat Indonesia (BBRI) ini akan menawarkan hingga 30% sahamnya ke publik. Manajemen BRI Syariah akan menggunakan dana hasil IPO untuk memperkuat struktur permodalan agar bisa naik ke posisi bank umum kegiatan usaha (BUKU) III. Di kategori ini, perbankan wajib memiliki modal inti antara Rp 5 triliun hingga Rp 30 triliun.
Sebelumnya, BBRI menyuntikkan dana Rp 1 triliun ke BRI Syariah. Bank syariah ini dikabarkan membidik dana IPO Rp 1 triliun


Adapun Wijaya Karya Realty merupakan anak usaha emiten konstruksi Wijaya Karya (WIKA) yang bergerak di sektor properti. Sedangkan Tugu Pratama Indonesia adalah anak usaha PT Pertamina yang bergerak di sektor keuangan.
Selain tiga anak usaha BUMN tadi, BEI sudah menerima dokumen dari beberapa perusahaan swasta lainnya. Beberapa perusahaan ada yang menggunakan laporan keuangan akhir September 2017 dan ada pula yang menggunakan laporan keuangan akhir Desember 2017.
"Kurang lebih ada total sembilan perusahaan yang sudah mengajukan dokumen untuk listing di BEI pada tahun ini," terang Sapto.

Sumber : Kontan

Rencana Pertemuan Trump dan Kim Jong-un Kerek Bursa Saham Asia

   Perdagangan Saham dan BursaJakarta - Bursa saham Asia melanjutkan penguatan di pembukaan perdagangan jelang akhir pekan ini. Tiga indeks utama naik terdorong sentimen penandatanganan aturan tarif impor Amerika Serikat (AS) dan rencana Presiden Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.
Mengutip CNBC, Jumat (9/3/2018), bursa saham Asia berada di zona hijau terseret penguatan wall street. Penopangnya penerapan tarif impor baja dan aluminium oleh AS, sementara investor masih menunggu keputusan suku bunga acuan dari Bank Sentral Jepang.

Indeks saham Nikkei Jepang tercatat mendaki 1,19 persen. Hampir seluruh sektor saham naik, kecuali sektor saham industri besi dan baja yang berada di zona merah.

Sementara itu, indeks saham Kospi Korea Selatan menguat 0,66 persen. Saham perusahaan atau produsen baja jeblok, seperti Posco dan Hyundai Steel masing-masing turun 1,54 persen dan 1,15 persen. Sementara saham manufaktur diperdagangkan meningkat.

Indeks saham S&P/ASX 200 Australia pun terkerek naik tipis sebesar 0,28 persen. Pengembang properti China Vanke, dan produsen fesyen mewah Prada akan mengumumkan laporan keuangan pada hari ini.

Sentimen lainnya yang mendongkrak penguatan bursa saham Asia, yaitu rencana pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong-un. Pertemuan ini menyusul surat yang telah dikirimkan Utusan Korea Selatan dari Kim Jong-un untuk Trump. Setelah menyampaikan surat di Gedung Putih, Kepala Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan, Chung Eui Yong mengatakan kepada media bahwa Donald Trump akan bertemu Kim Jong-un pada Mei ini.

Sumber : Liputan 6

Adhi Karya Terima Pembayaran Pertama Proyek LRT Rp 3,4 Triliun

   Konstruksi Layang Dihentikan, Proyek LRT Sepi Aktivitas 
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah menerima realisasi pembayaran pertama untuk proyek light rail transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek) senilai Rp 3,425 triliun. 

Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Budi Harto menuturkan, pihaknya sudah menerima pembayaran pertama LRT pada Kamis (8/3/2018). Dengan pembayaran ini, diharapkan dapat memberikan sentimen positif untuk kinerja keuangan perseroan. Adapun proyek LRT tersebut catatkan total pembiayaan Rp 21 triliun.

"Hari ini kami sudah terima Rp 3,4 triliun. Ini bagus buat cash flow kami. Ada cash," ujar Budi
Seperti diketahui, PT KAI dan PT Adhi Karya Tbk merupakan penyelenggara pra sarana dan sarana LRT. PT KAI menerima penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 7,6 triliun, sedangkan PT Adhi Karya Tbk menerima Rp 1,4 triliun.

PT Adhi Karya Tbk membukukan kenaikan laba bersih 78 persen menjadi Rp 205,07 miliar hingga kuartal III 2017 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 115,18 miliar. Kenaikan laba itu mendorong pendapatan usaha naik 53 persen menjadi Rp 8,71 triliun.

Pendapatan perseroan didominasi dari jasa konstruksi sebesar Rp 7,79 triliun pada kuartal III 2017. Ada penerimaan pembayaran untuk proyek LRT tersebut berdampak ke harga saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Saham PT Adhi Karya Tbk melonjak 5,17 persen ke posisi Rp 2.440 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.156 kali dengan volume perdagangan 224.484. Nilai transaksi harian saham Rp 54,8 miliar.
Ia mengatakan, dengan adanya pembiayaan tersebut memberikan kepastian proyek LRT akan dilanjutkan dan diselesaikan secepatnya. Ini memberikan sentimen positif untuk menopang kinerja saham PT Adhi Karya Tbk.

"Kenaikan saham PT Adhi Karya Tbk didorong pendanaan infrastruktur LRT telah dicairkan oleh pemerintah," ujar Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji
Nafan menargetkan beli saham PT Adhi Karya Tbk dengan target harga saham Rp 2.900 dalam jangka panjang.

Sumber : Liputan 6

PTPP Raih Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun hingga Februari

 PT PP Resmikan Mega Proyek Rp 20 Triliun

Jakarta - PTPP (Persero) Tbk raih total kontrak baru senilai Rp 5,2 triliun hingga Februari 2018. Kontrak itu 20 persen lebih tinggi dibanding tahun lalu.

“Dengan target kontrak baru ini, PTPP akan memiliki Total Order Book lebih dari Rp 100 triliun yang akan menjadi basis yang kuat bagi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, tidak hanya untuk tahun 2018, namun juga untuk tahun-tahun berikutnya,” ujar Direktur Utama PTPP, Tumiyana,

Adapun pada  Februari 2018 ini, PTPP mengumumkan total perolehan kontrak baru senilai Rp 2,86 triliun. Penambahan kontrak baru tersebut terdiri dari PT PP induk senilai Rp 2,65 triliun dan entitas-entitas anak senilai Rp 215 miliar.

Perolehan kontrak baru PTPP Induk antara lain didapat dari proyek-proyek besar, di antaranya terdiri dari Proyek perluasan Apron Ngurah Rai senilai Rp 1,36 triliun, Proyek Runway Soekarno-Hatta Section I seniai Rp 726 miliar, dan Proyek Vasanta Park Cikarang sebesar Rp 466 miliar.

Sementara itu, entitas anak yang berhasil meraih kontrak baru adalah PT PP Properti Tbk senilai Rp 150 miliar dan PT PP Presisi Tbk senilai Rp 65 miliar (setelah eliminasi) pada bulan Februari 2018.
Berdasarkan project owner hingga Februari 2018, segmen BUMN mendominasi portofolio kontrak baru PT PP dengan kontribusi sebesar 71 persen, disusul segmen swasta sebesar 27 persen, dan segmen Pemerintah sebesar 2 persen.

Sumber : Liputan 6