lkti September 2017 ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar Modal Indonesia pernah jatuh bangun pada masa penjajahan Belanda. Namun, mulai era orde baru, Pasar Modal Indonesia kembali hidup...

RI Raih Investment Grade, IHSG Meroket

Lembaga pemeringkat Internasional Standard Poors (SP) menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi atau investment grade. Kenaikan peringkat tersebut langsung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cetak rekor dan rupiah menguat tajam. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (19/5/2017)...

Ditjen Pajak Bisa Intip Data Investor Pasar Modal

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan. Artinya kini Direktorat Jenderal Pajak bisa mengorek...

Sekolah Pasar Modal Pengurus SPM 1 dan SPM 2

SPM 1 dan SPM 2 yang dilaksanakan di BEI cabang Padang pada tanggal 13 Mei 2017 yang diikuti oleh pengurus baru Gibei FE Unp. Pengurus baru mendatangi BEI cabang Padang untuk melakukan SPM 1 dan SPM 2 pada pukul 08.00 untuk melaksanakan SPM 1 hingga pukul 12.00 dilanjutkan lagi SPM 2 pada pukul 01.30 hingga selesai pada pukul 04.00 sore...

Apa Itu Saham ?

Hallo guys minggu kemaren kita sudah kenalan sama ınvestasi dan kıta juga sudah tau mengapa investasi itu penting, lalu sesuai dengan judul tulisan kali ini, kıta akan membahas mengenai saham...

Jumat, 29 September 2017

GEBYAR GIBEI 2


                       Hasil gambar untuk gebyar gibei

Gebyar GIBEI berawal dari sebuah ide yang muncul untuk mengedukasi mahasiswa tentang pasar modal yang dikemas secara unik dan menarik. Gebyar GIBEI 2 (GG2) merupakan kegiatan rutin, lanjutan yang berawal dari Gebyar GIBEI 1 yang diadakan pada tahun 2016. Dalam Gebyar GIBEI 2 ini, rangkaian acaranya sedikit berbeda dari Gebyar GIBEI 1 dimana terdapat satu kegiatan baru yaitu Kompetisi Stocklab. Gebyar GIBEI 2 terdiri dari serangkaian acara yang bertujuan memperkenalkan secara langsung dan memotivasi lapisan masyarakat khususnya mahasiswa untuk berinvestasi. Gebyar GIBEI 2 terdiri dari empat rangkaian acara yaitu Trading Competition “Bijak Berinvestasi dengan Menggunakan Analisa”, Olimpiade Pasar Modal “Be the young investor for the bright future”, Seminar Pasar Modal “ investor or traider?”, dan Kompetisi Stocklab “Let’s Play Stocklab and Be A Smart Investor. Acara tersebut didasarkan atas visi dan misi GIBEI sendiri sebagai wadah sosialisasi dan pembelajaran.

Dan sekarang saatnya buat teman teman bergabung dan ikutan dalam acara GG2 ini karena telah dibuka pendafatrannya untuk Trading Competition telah dibuka pendaftaran dan akan ditutup pada tanggal 5 oktober, yuk buruan gabung dan untuk acara Stocklab, Olimpiade dan Seminar pendaftarannya akan menyusul makanya jangan bosan bosan stalking akun Instagram gibeifeunp buat teman teman yang kepo boleh langsung komen bakalan dijawab dan dijelaskan oleh admin.
Nah bagi teman teman yang mau langsung bertanya atau mau mendaftar langsung boleh datangi stand kami di lantai 1 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang.

Senin, 25 September 2017

Rajai Kapitalisasi Pasar, BBCA Menggeser TLKM

Rajai kapitalisasi pasar, BBCA menggeser TLKM 
Jakarta - Peta kapitalisasi pasar alias market capitalization (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali berubah. Kini, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi perusahaan dengan market cap terbesar di Indonesia. 

Nilai market cap bank milik Grup Djarum itu mencapai Rp 485 triliun, atau 7,5% dari total market cap di BEI yang senilai Rp 6.484 triliun. BBCA berhasil menggeser jawara market cap sebelumnya, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan nilai market cap Rp 468 triliun.

Melajunya kapitalisasi pasar BBCA sejalan dengan kenaikan harga sahamnya. Sepanjang tahun ini saja, harga saham BBCA sudah naik 28,23%. Sementara itu, saham TLKM baru memberi return 16,58% secara year to date

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pun berhasil menggeser posisi market cap PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Kini, BBRI menempati posisi ke-4 dalam market cap BEI dengan nilai Rp 383 triliun. Nilai ini lebih tinggi dari market cap UNVR sebesar Rp 382 triliun. 

sumber : Kontan

Debut Perdana, Saham Emdeki Utama Langsung Tertekan

Saham PT Emdeki Utama Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/9/2017).Jakarta - Saham PT Emdeki Utama Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (25/09/2017) ini. Produsen kalsium karbida ini resmi tercatat dengan kode MDKI. Perseroan merupakan emiten ke-22 yang terdaftar di BEI pada tahun ini atau emiten ke-556 yang tercatat di papan BEI.

Perseroan melepas 307,2 juta lembar saham atau setara 17 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Harga saham yang ditawarkan ke publik Rp 600 per saham. Pada debut perdananya, saham perseroan dibuka pada harga Rp 590 atau turun Rp 10 dari harga penawaran Rp 600 per saham. Saham perseroan berada pada level tertinggi Rp 610 per saham dan terendah Rp 580 per saham. Saham Emdeki Utama ditransaksikan sebanyak 132 kali dengan volume 11.339 lot. Nilai transaksi perseroan mencapai Rp 672,35 juta. 

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Alpino Kianjaya mengatakan, dengan menjadi perusahaan terbuka maka perseroan dituntut untuk menerapkan tata kelola yang baik.
"Dengan menjadi perusahaan terbuka, perusahaan dituntut lebih profesional. Dalam hal ini mengelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG)," kata Alpino di Gedung BEI Jakarta, Senin (25/09/2017).

Alpino menambahkan, Emdeki Utama juga mesti memberikan keterbukaan, tidak hanya pada regulator tetapi pada publik. Menurut Alpino, IPO tak sekadar sarana untuk menggalang dana publik namun juga sebagai langkah strategis untuk meningkatkan profesionalisme.
Emdeki Utama akan menggunakan dana IPO sebanyak 73,91 persen untuk belanja modal, di mana 48,96 persen untuk membiayai pembangunan pabrik high grade silica alloy dan 24,95 persen untuk membangun pabrik carbide desulphuriser. Sisanya, sebanyak 13,41 persen digunakan untuk modal kerja kedua pabrik. Lalu, sebanyak 12,68 persen digunakan untuk modal kerja produksi kalsium karbida.

sumber : Liputan 6

Jumat, 22 September 2017

Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp 537 Miliar

 Image result for adhi karya
Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mendapatkan proyek baru dari PT Bukit Asam Tbk senilai Rp 537,28 miliar.  PT Adhi Karya Tbk akan mengerjakan proyek pembangunan pemukiman Township Tanah Putih. Lokasi proyek itu berada di Tanjung Enim, Sumatera Selatan dengan pelaksanaan proyek 15 bulan.
"Lingkup pekerjaan dilakukan perumahan, apartemen, gedung serbaguna, dan sarana penunjang," kata Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk Ki Syahgolang Permata
PT Adhi Karya Tbk mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp 28,6 triliun hingga Agustus 2017. Kontrak itu termasuk dari LRT Jabodebek fase 1.

Realisasi perolehan kontrak baru pada 2017 antara lain Trans Park Bekasi, Jawa Barat sebesar Rp 596,2 miliar, Masjid Agung Batam, Kepulauan Riau senilai Rp 237,1 miliar, dan Tol Kualanamu seksi 7B Sumatera Utara senilai Rp 225,9 miliar.
Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Agustus 2017 didominasi oleh lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 96,6 persen, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.
Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru PT Adhi Karya Tbk terdiri dari Pemerintah tercatat 79,4 persen, BUMN sebesar 9,8 persen, sementara swasta/lainnya sebanyak 10,8 persen. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Jalan, Jembatan & LRT sebanyak 73,7 persen, proyek gedung sebanyak 20,6 persen, serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 5,7 persen.

sumber : Liputan 6

Senin, 11 September 2017

Ini Saat yang Pas untuk Masuk ke Saham Konstruksi

Ini saat pas masuk ke saham konstruksi
Saatnya kembali masuk ke dalam saham konstruksi pelat merah. Ini menyusul adanya sinyal bagi saham di sektor tersebut untuk kembali menguat. 

Sejak awal tahun hingga akhir pekan lalu, empat saham konstruksi BUMN yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) terus melemah. Jika dirata-ratakan, pelemahannya mencapai 19%.
Jika melihat posisi tersebut, artinya sektor saham konstruksi BUMN telah underperform terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG sendiri justru telah mengalami kenaikan 11% year to date (ytd) sebesar 11%.
Meski demikian, bukan berarti saham tersebut menjadi dihindari. Justru pelemahan tersebut bisa menjadi peluang untuk kembali mengoleksi saham-saham tersebut. 

"Pemerintah masih tetap berkomitmen untuk terus melanjutkan program percepatan infrastruktur," ujar M.Nafan Aji, analis Binaartha Sekuritas
Sehingga,soal pendanaan infrastruktur yang selama ini sempat menjadi isu seharusnya bisa mulai ternetralisir. Pada saat yang bersamaan, sekarang sudah memasuki periode dimana kontrak-kontrak yang diperoleh emiten konstruksi pelat merah mulai ramai. 

Bukan hanya dari segi fundamental. Sisi teknikal pun mendukung adanya sinyal berbaliknya arah saham sektor tersebut. Hal ini tercermin dari pergerakan indeks saham infrastruktur yang secara umum membentuk pola bullish dragonfly doji star candle.
Indikator tersebut mengindikasikan adanya bullish cuntinuation pada pergerakan saham sektor tersebut. "Ini berdasarkan weekly chart, sehingga masih berpotensi untuk menguat," imbuh Nafan. 

sumber : Kontan

Selasa, 05 September 2017

Saham TLKM Tekan IHSG di Sesi I, AUTO Merosot 8,27%

       

JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,32% atau 18,48 poin ke level 5.795,26 di akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (5/9/2017).
Walaupun dibuka di zona hijau, IHSG langsung tertekan dan bergerak melemah hingga akhir sesi I pada kisaran 5.774,31 - 5.834,18.
Sebanyak 99 saham menguat, 203 saham melemah, dan 257 saham stagnan dari 559 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) menjadi penekan utama terhadap koreksi IHSG di akhir sesi I.
Seluruh sembilan indeks sektoral terpantau melemah, didorong oleh sektor industri dasar yang melemah 1,02%, diikuti sektor properti dengan  pelemahan 1,01%.
Saham INTP (-2,25%), SMGR (-2,26%), SMBR (-1,33%), dan BRPT (1,24%) menjadi penekan utama terhadap pelemahan sektor industri dasar pada indeks sektoral IHSG siang ini.

Apa saja 10 emiten penekan utama IHSG siang ini? Berikut rinciannya:
 Berdasarkan kapitalisasi pasar:
KodePerubahan
TLKM-0,85%
UNVR-0,59%
PGAS-4,03%
BBNI-1,39%
GGRM-1,16%

 Berdasarkan presentase: 
KodePerubahan
AUTO-8,27%
CARS-8,11%
BBLD-8,06%
META-7,91%
UNIT-7,52%

Sumber: Bloomberg

Mencermati Aksi Backdoor Listing

Mencermati aksi backdoor listing

Banyak cara untuk meraih akses pendanaan dari pasar modal tanpa harus menjadi perusahaan terbuka. Salah satu cara yang cukup singkat dan mudah adalah masuk secara tak langsung melalui pintu belakang, yang kerap disebut aksi backdoor listing.
 
AirAsia Bhd menggunakan cara ini. Perusahaan maskapai penerbangan ini akan melancarkan aksi backdoor listing atas unit usahanya di Indonesia, PT Indonesia AirAsia (IAA). IAA akan mendarat di Bursa Efek Indonesia melalui PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (CMPP). Nantinya, CMPP akan menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak 13,6 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 250 per saham. Artinya, aksi korporasi ini akan mengumpulkan dana mencapai Rp 3,41 triliun. CMPP akan langsung mengalokasikan 76% dana rights issue untuk mengambil alih IAA senilai Rp 2,6 triliun. Sedangkan 24% sisanya, dialokasikan bagi modal kerja CMPP dan entitas anak. 

Seiring dengan akrobat ini, CMPP akan memfokuskan usahanya ke bidang usaha jasa penerbangan komersial berjadwal. Oleh karena itu, CMPP akan mendivestasi kegiatan usahanya yang bergerak di bisnis penjualan batubara dan jasa pelayaran.
Donny Petrus Pranoto, Komisaris Utama CMPP, mengatakan, rights issue ini dapat menambah jumlah saham beredar CMPP, "Jadi bisa meningkatkan likuiditas," ujarnya.

Yang perlu dicermati dalam menggunakan backdoor listing , kinerja IAA masih terpuruk. Hingga Juni 2017 aset IAA mencapai Rp 2,92 triliun dengan liabilitas Rp 3,04 triliun. Artinya, ekuitas IAA masih minus sebesar Rp 117,22 miliar. Sementara itu, pendapatannya mencapai Rp 1,92 triliun dengan rugi bersih sebesar Rp 557,88 miliar.

Cermati valuasi
Selain AirAsia, perusahaan lain yang juga mempertimbangkan masuk ke pasar modal lewat skema backdoor listing adalah perusahaan properti Anugerah Kasih Investama. Saat ini perusahaan sedang terlibat proses negosiasi dengan tiga emiten bursa. Lalu, PT Telekomunikasi Tbk (TLKM) juga mengkaji opsi untuk menyiapkan anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) untuk melantai di bursa efek melalui backdoor listing.
Bertoni Rio, Analis Senior Anugrah Securindo Indah, mengatakan, backdoor listing memberikan peluang untuk membesarkan market cap melalui penerbitan saham baru. "Juga menambah ekspansi atau pelengkap usaha," terang Rio 

Aksi backdoor listing juga berdampak positif bagi perusahaan terbuka yang sudah jenuh menjalankan bisnis intinya. Dampak negatifnya, valuasi perusahaan yang jadi sasaran akan makin mahal. Sehingga, sebelum memutuskan berinvestasi, investor harus tetap mencermati fundamental saham yang menjadi target backdoor.
Muhammad Nafan Aji, analis Binaartha Parama Sekuritas bilang, backdoor listing menjadi cara mendapatkan sumber dana baru dari pasar modal. Menurutnya, akrobat AirAsia akan mencuri perhatian investor. Tapi, ia tetap menyarankan investor agar cermat, karena kinerja IAA yang masih rugi. 

sumber : Kontan.co.id

KPEI dan Citibank Teken Perjanjian Kliring

KPEI dan Citibank teken perjanjian kliring 
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menandatangani perjanjian dengan Citibank Indonesia terkait layanan penyelesaian transaksi bursa. Perjanjian ini dilakukan untuk mewujudkan proses kliring dan penyelesaian yang lebih efisien dan aman. 

Direktur Utama KPEI Hasan Fawzi dan CEO Citi Indonesia Batara Sianturi menandatangani perjanjian layanan penyelesaian transaksi bursa pada Rabu (30/8). Penandatanganan perjanjian yang disaksikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen ini secara resmi membuat Citibank sebagai bank kustodian pertama yang berperan sebagai account operator (AO) dalam penyelesaian transaksi bursa.
"Kehadiran Citibank Indonesia sebagai inisiator AO di Indonesia diharapkan bisa menjadi contoh bagi bank kustodian lainnya untuk ikut memperluas perannya dalam proses penyelesaian transaksi bursa," ujar Hasan. 

Tak hanya berperan sebagai AO, lewat perjanjian ini Citibank Indonesia juga berperan sebagai pihak yang mengurus settlement dan kliring. Citibank Indonesia juga berperan sebagai pihak yang diberikan kewenangan oleh perusahaan efek untuk menyelesaikan proses transaksi di bursa. Hal ini membuat perusahaan efek atau AB tidak perlu lagi menjalankan dua fungsi, yaitu trading dan settlement. Ke depannya, AB bisa menyerahkan fungsi settlement ke bank kustodian dan lebih fokus untuk menjalankan fungsi trading di pasar modal. 

sumber : Kontan.co.id