lkti MA Cabut Aturan Transportasi Online, Saham Operator Taksi Merosot ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Jumat, 25 Agustus 2017

MA Cabut Aturan Transportasi Online, Saham Operator Taksi Merosot

   Pembukaan-SahamJakarta - Keputusan Mahkamah Agung (MA) membatalkan sejumlah pasal dalam Peraturan Nomor 26 Tahun 2017 soal transportasi online berdampak negatif terhadap pergerakan saham operator taksi.
Mengutip data RTI, Rabu (23/8/2017), saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) tergelincir 1,04 persen ke level Rp 95 per saham. Saham TAXI sempat berada di level tertinggi Rp 98 dan terendah Rp 94. Total frekuensi perdagangan saham 392 kali dengan nilai transaksi Rp 898 juta.
Pada perdagangan saham Selasa, 22 Agustus 2017, saham TAXI merosot empat persen ke level Rp 96. Total transaksi Rp 1,5 miliar dengan frekuensi saham perdagangan 609 kali.

Demikian juga saham PT Blue Bird Tbk (BIRD). Saham BIRD turun 1,01 persen ke level Rp 4.900 per saham pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 88 kali dengan nilai transaksi Rp 1,3 miliar. Saham BIRD sempat berada di level tertinggi Rp 4.940 dan terendah Rp 4.900. Padahal, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mencetak rekor tertinggi baru pada Rabu pekan ini. IHSG sentuh level tertinggi di kisaran 5.914.

Analis PT Semesta Indovest, Aditya Perdana menuturkan, keputusan MA membatalkan sejumlah pasal di aturan taksi online berdampak negatif ke saham operator taksi. Namun, tekanan saham operator taksi hanya jangka pendek. Ini lantaran keputusan MA efektif pada tiga bulan mendatang. Aditya menilai, Kementerian Perhubungan pasti mau semua elemen pemangku kepentingan bisa sama-sama diuntungkan dan fair. "Ini pengaruh dari keputusan MA. Ini menjadi sentimen negatif khususnya jangka pendek," ujar Aditya
Ia menambahkan, saat ini masih spekulasi untuk pergerakan harga saham operator taksi. Pelemahan saham operator taksi itu lantaran spekulasi berdampak ke kinerja operator taksi.
"Tarif taksi BIRD dan TAXI bisa kalah sama online, tapi ini masih akan dibahas dan dirancang, dampaknya pasti penurunan pendapatan lagi ke perusahaan taksinya," ujar dia.

sumber : Liputan 6

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik.Tidak mengandung SARA, promosi, atau melakukan tindakan tercela lainnya. Jagalah etika dalam berkomentar. Terima kasih.