lkti Saham, Apa Itu Saham? ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Jumat, 12 Mei 2017

Saham, Apa Itu Saham?



                            
Hallo guys minggu kemaren kita sudah kenalan sama ınvestasi dan kıta juga sudah tau mengapa investasi itu penting, lalu sesuai dengan judul tulisan kali ini, kıta akan membahas mengenai saham.

Apa Itu Saham ?
Saham  merupakan bukti kepemilikan seseorang atau suatu badan terhadap sebuah perusahaan dengan di tandai adanya penyertaan sebagian dana untuk kelangsungan jalannya perusahaan tersebut.

Jenis-jenis saham 

Jenis saham berdasarkan kepemilikannya

1.      Saham biasa
Sebagian  besar  saham yang beredar di bursa adalah saham umum. Pemilik saham ini akan menerima dividen jika perusahaan memperoleh laba dan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setuju mengenai adanya pembagian dividen tersebut. Jika suatu saat perusahaan dilikuidasi atau bangkrut, para pemegang saham biasa ini akan menerima hak atas sisa aset perusahaan paling akhir setelah semua kewajiban atau hutang pada pihak lain sudah dilunasi.

2.     Saham Preferen (Preferred Stock)
Jenis saham ini memberikan dividen kepada pemegang sahamnya secara pasti. Jika suatu saat perusahaan dilikuidasi atau bangkrut, para pemegang saham preferen ini akan menerima hak atas sisa aset perusahaan sebelum pemegang saham biasa. Umumnya besarnya dividen yang dibagikan kepada
pemegang saham peferen ini sudah ditetapkan.

Jenis-jenis saham berdasarkan likuiditas saham.
  • Saham berlikuiditas tinggi
    Jenis saham dengan tingkat likuiditas yang tinggi akan mempermudah investor untuk membeli dan menjual saham tersebut. Umumnya saham-saham yang termasuk dalam kategori ini adalah saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar (big cap) dan fundamental yang bagus, tetapi tidak semua saham yang fundamentalnya bagus memiliki likuiditas yang tinggi.
  • Saham musiman (cyclical stock)
    Saham jenis ini akan bergerak aktif apabila ada peristiwa tertentu yang mempengaruhi kondisi bisnis emiten tersebut, baik itu peristiwa politik, ekonomi, hari raya keagamaan atau, liburan sekolah.
  • Saham tidur
    Saham ini tingkat likuiditasnya sangat rendah. Umumnya saham ini akan bergerak apabila ada aksi korporasi (corporate action) atau berita yang terkait dengan eksistensi emitennya. Informasi yang ada mengenai perusahaan tersebut biasanya hanya berupa rumor, tapi pergerakan harga sahamnya dapat sangat drastis. Saham ini sering kali menjadi sasaran empuk bagi para Bandar dalam aksi goreng-menggoreng.
Jenis-jenis saham berdasarkan kapitalisasi pasar dan likuiditas.
Kapitalisasi Pasar adalah harga saham dikalikan dengan jumlah saham yang beredar di pasar. Suatu saham yang berkapitalisasi besar biasanya lebih likuid atau mudah diperjual belikan di bursa. Berdasarkan kapitalisasinya, jenis-jenis saham ini dikategorikan menjadi :
  • Saham Unggulan atau Papan Atas (Blue Chip - big cap)
    Saham yang termasuk kategori ini adalah saham berkapitalisasi pasar diatas Rp. 40 triliun. Selain berkapitalisasi besar saham-saham ini juga tergolong blue chip, yaitu saham perusahaan besar dengan kinerja dan fundamental yang baik, dikelola dengan professional, bergerak pada bidang industri yang dibutuhkan banyak orang, dapat mencetak untung besar dan rutin membagikan dividen. Saham ini fundamentalnya kuat dan tidak mudah digoreng oleh bandar karena kapitalisasi pasarnya besar dan jenis saham ini juga layak dimiliki untuk investasi jangka panjang dibandingkan dengan saham lain.
  • Saham Lapis Kedua (Second Layer – medium cap)
    Saham-saham perusahaan yang lebih kecil dari saham blue chip. Kapitalisasi pasarnya antara Rp. 1 triliun sampai Rp. 40 triliun. Pergerakan harga saham lapis kedua biasanya berfluktuatif dan fundamental perusahaan cukup baik, tetapi masih dalam tahap prospek berkembang. Beberapa saham lapis kedua juga tidak begitu likuid dan rentan terhadap aksi goreng-menggoreng di bursa.
  • Saham Lapis Ketiga (Third Layer – small cap)
    Saham-saham jenis ini memiliki likuiditas dan kapitalisasi pasar yang amat kecil, yaitu dibawah Rp. 1 triliun. Jenis saham ini juga sering dikenal sebagai saham tidur dan sedikit orang yang memilikinya.
Keuntungan  investasi saham
  1. Capital Gain
    Yaitu keuntungan dari hasil menjual atau membeli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai beli saham.
    Misalnya ketika anda membeli nilainya Rp. 1.000 per saham dan kemudian di jual dengan harga Rp. 1.500. Jadi selisih yang sebesar Rp. 500 ini di sebut Capital Gain.
    Saham adalah surat berharga yang paling populer di antara surat berharga yang yang ada di pasar modal.
    Kenapa? karena bila dibandingkan dengan investasi lainnya, saham memungkinkan pemodal untuk mendapatkan return atau keuntungan yang lebih besar dalam waktu yang relative singkat (high return).
2.    Dividen Biasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagkan kepada pemegang saham, tetapi ada bagian yang ditanam kembali.Besarnya dividen yang kita terima ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tersebut. Namun yang perlu dicatat adalah bahwa kebijakan dividen perusahaan tidak selalu membagikan dividen kepada para pemegang saham tetapi tergantung kapada kondisi perusahaan itu sendiri (khususnya berkaitan dengan keuntungan yang diraih). Artinya jika perusahaan mengalami kerugian tentu saja dividen tidak akan dibagikan pada tahun berjalan tersebut.

Nah menarik kan guys , yuk guys mulai investasi saham. Kapan lagi guys kalau ngak di mulai dari sekarang, mau sampai kapan ?

sumber : Wenny Putri 
divisi     : Edukasi
               

 

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik.Tidak mengandung SARA, promosi, atau melakukan tindakan tercela lainnya. Jagalah etika dalam berkomentar. Terima kasih.