lkti April 2017 ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar Modal Indonesia pernah jatuh bangun pada masa penjajahan Belanda. Namun, mulai era orde baru, Pasar Modal Indonesia kembali hidup...

RI Raih Investment Grade, IHSG Meroket

Lembaga pemeringkat Internasional Standard Poors (SP) menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi atau investment grade. Kenaikan peringkat tersebut langsung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cetak rekor dan rupiah menguat tajam. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (19/5/2017)...

Ditjen Pajak Bisa Intip Data Investor Pasar Modal

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan. Artinya kini Direktorat Jenderal Pajak bisa mengorek...

Sekolah Pasar Modal Pengurus SPM 1 dan SPM 2

SPM 1 dan SPM 2 yang dilaksanakan di BEI cabang Padang pada tanggal 13 Mei 2017 yang diikuti oleh pengurus baru Gibei FE Unp. Pengurus baru mendatangi BEI cabang Padang untuk melakukan SPM 1 dan SPM 2 pada pukul 08.00 untuk melaksanakan SPM 1 hingga pukul 12.00 dilanjutkan lagi SPM 2 pada pukul 01.30 hingga selesai pada pukul 04.00 sore...

Apa Itu Saham ?

Hallo guys minggu kemaren kita sudah kenalan sama ınvestasi dan kıta juga sudah tau mengapa investasi itu penting, lalu sesuai dengan judul tulisan kali ini, kıta akan membahas mengenai saham...

Jumat, 28 April 2017

Mari Mengenal Investasi



 

Hallo guys, kalau dengar kata investasi kira- kira apa yang kebayang ? yap kita pasti ngebayangi  saham ,obligai dan surat berhaga laınnya. Tapi disini  gue akan ngajak lo semua mengenal investasi  lebih dekat , kuy guys kita pdktan dulu ama investasi..

Apa itu investasi?
Jadi investasi  ıtu sebenarnya.....
Investasi adalah penempatan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan tertentu atas uang atau dana tersebut. Menurut Abdul Halim, “Investasi selalu memiliki dua sisi, yaitu return dan risiko”. Dalam Berinvestasi berlaku hukum,bahwa semakin tinggi return yang ditawarkan maka semakin tinggi pula risiko yang harus ditanggung investor.

Apa aja sih jenis dan bentuk investasi itu?
Secara garis besar ada dua bentuk investasi yaitu langsung (direct investment) dan tidak langsung (indirect investment) atau portofolio investment.

1.      Investasi langsung dapat dilakukan dengan mendirikan perusahaan patungan (joint venture company) dengan mitra lokal dengan melakukan kerja sama operasi (joint operation scheme) tanpa membentuk perusahaan baru dengan mengkonversikan pinjaman menjadi penyertaan mayoritas dalam perusahaan lokal dengan memberikan bantuan teknis dan manajerial dengan memberikan lisensi dan lain lain.

2.      Investasi tidak langsung adalah investasi yang dilakukan pada kegiatan tranksasi pasar modal dan di pasar uang (money exchange). 

Lalu apa bedanya dengan menabung?
Nah guys perlu di ingat bahwa berinvestasi itu berbeda dengan menabung ya , lalu apa sih bedanya.kuy…. kita lihat perbedaannya
Menabung
Investasi
  • Hasil dari menabung adalah bunga (interest)
  • Objek menabung adalah uang
  • Transaksi menabung hanya dapat dilakukan di perbankan atau lembaga non bank lainnya yang mendapat izin menerima simpanan uang
  • Pihak menabung disebut penabung atau nasabah
  • Hasil dari investasi disebut keuntungan (return)
  • Objek investasi adalah aset, baik riil ataupun keuangan (jadi dalam investasi, uang bukan objek investasi tetapi sebagai alat ukur nilai asset)
  • Transaksi investasi dapat dilakukan di pasar riil maupun pasar keuangan
  • Kegiatan usaha dilakukan di pasar keuangan atau  dapat dilakukan di pasar modal bukan di perbankan
  • Pihak yang melakukan investasi disebut investor

Udah lihat perbedaannya kan guys, jangan sampai salah ya ….
 
Mengapa perlunya berinvestasi
 Guys kıta perlu berinvestasi di karenakan beberapa hal yaitu:
1.    Melihat Tingkat Inflasi
Masih sedikit masyarakat yang memikirkan Inflasi, saat ini bisa kita rasakan semua kebutuhan sudah mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga cendrung terjadi hampir setiap tahun. Apakah kita berpikir kenaikan tersebut bisa di imbangi dengan pendapatan kita. jika kita tidak meningkatkan pendapatan tentu daya beli akan berkurang. Oleh sebab itu di situlah kita perlu berinvestasi agar pendapatan dapat meningkat. Sehingga keuntungan berinvestasi dapat berpotensi melebihi tingkat inflasi yang terjadi.

2.    Keinginan memiliki sesuatu yang berharga
Setiap orang tentu mengharapkan kekayaan. Mungkin jalan yang perlu di jalani adalah dengan investasi. saat ini sudah tersedia banyak jenis investasi dengan menawarkan keuntungan yang menarik. investasi mampu memberikan kita kesempatan untuk menyimpan uang yang mampu berkembang dalam jangka panjang. atau dengan investasi kita bisa mendapatkan pendapatan secara pasif.

3.    Perencana Keuangan masa depan
Sudah seharusnya kita memiliki tujuan hari tua, dan juga sebagai perencana keuangan masa depan, dengan berinvestasi kita sudah bisa merencanakan keuangan untuk hari tua. kiat perlu merencanakan tujuan keuangan sebagai, tabungan hari tua dan juga pendidikan untuk anak anak kita. karena kebutuhan setiap tahun terus akan meningkat. Oleh sebab itu investasi bisa menjadi pilihan sebagai tabungan hari tua nanti
Nah  itu lah kira-kira alasan kita perlu ber investasi guys, oh ya guys kıra-kira  udah pada taukan apa ıtu invetasi kan tadi udah pdktaan tu sama investasi , jadı tertarik ngak untuk ber invetasi?  Kuy guys jadi investor muda, kalo  bukan sekarang kapan lagi…. Beli Sahamnya Miliki Perusahaannya !!!

by : Wenny Putri

Waspada, Marak Investasi Ilegal Pertambangan

Waspada, marak investasi ilegal pertambangan
JAKARTA. Tawaran investasi ilegal tak kunjung surut, terbaru malah mayoritas tawaran datang dengan iming-iming perputaran dana di sektor pertambangan. 

Adapun beberapa perusahaan investasi ilegal yang resmi dilarang beroperasi oleh Satgas Waspada Investasi sejak 18 April 2017 kemarin antara lain CV Mulia Kalteng Sinergi dengan tawaran eksplorasi lahan tambang lalu PT Nusa Profit dan PT Duta Profit melalui program investasi di sektor tambang batubara, emas hingga kelapa sawit.

“Padahal industri tambang sedang lesu tapi dinilai memiliki pasar yang besar di masyarakat sehingga wajar muncul tawaran dengan berlatar belakang perusahaan tambang,” ujar Risza Bambang, Perencana Keuangan dan Konsultan Aktuaria. Menurutnya, kehadiran tawaran investasi ilegal dengan dalih perputaran uang di sektor tambang bukanlah sebuah tren. Hanya saja, memang perusahaan-perusahaan tersebut melihat ada peluang di pasar itu.
Masalah dasarnya masih tetap sama, masyarakat Indonesia terus mencari jalan pintas untuk mendulang keuntungan besar dalam waktu singkat. Jika tawaran demikian datang yang pertama dilakukan sebaiknya meneliti di mana letak lokasi proyek atau pertambangannya.
“Pasti ada site (lokasi tambang) yang jelas, ini sekaligus bisa menjadi bagian dari upaya mencari tahu kejelasan dan identitas perusahaan,” jelas Risza. 

Hal tersebut sangat mendasar. Jangan mudah percaya dengan penyampaian satu arah. Dengan kemajuan teknologi informasi saat ini ada beragam cara untuk mengecek keabsahan informasi yang diberikan. Jika identitas perusahaan dan lokasi pertambangan saja tidak bisa dilacak dengan jelas, sudah pasti tawaran yang datang adalah ilegal atau berkedok penipuan. 

Sebenarnya persyaratan cross check ini berlaku untuk semua tawaran dan bukan hanya bagi tawaran pertambangan saja.
“Hanya saja kadang banyak masyarakat yang keburu tergiur dengan bunga imbal hasil selangit dan melupakan elemen penting ini. Efeknya wajar tawaran investasi ilegal masih menjamur,” imbuh Risza. 

Rendahnya pendidikan dan informasi masyarakat mengenai bahaya penipuan berkedok investasi juga menjadi kendala terbesar untuk memberantas tawaran investasi ilegal. Masih banyak masyarakat Indonesia yang dengan mudahnya ditipu apalagi biasanya tawaran serupa datang dari tokoh atau sosok yang dikenal dan dipandang di tengah masyarakat sekitar. Sehingga lebih mudah menghimpun dana dan mengajak untuk bergabung.
Apalagi investasi ilegal cenderung menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah dengan latar pendidikan yang memang kurang. Celah besar ini lah yang menjadikan investasi ilegal masih mendapat ruang untuk tumbuh. “Ibaratnya seperti ada gula ada semut, di mana ada ketertarikan masyarakat maka tawaran akan terus bermunculan,” ujar Risza. 

sumber :  kontan.co.id

Kamis, 27 April 2017

Mengekor Wall Street, Bursa Asia Melemah Imbas Usulan Pajak Trump

Jakarta Bursa Asia melemah pada pembukaan perdagangan hari ini mengekor bursa Wall Street yang juga melemah pada penutupan perdagangan kemarin.
Rencana pemangkasan pajak yang diajukan Donald Trump sama-sama menjadi pemicu melemahnya bursa Asia pada pagi hari ini.

Melansir CNBC, Kamis (27/4/2017), indeks acuan Jepang, Nikkei 225 turun 0,4 persen sementara ASX 200 bergerak turun tipis 0,02 persen pada awal perdagangan.
Bergerak ke Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,27 persen menyusul beberapa perusahaan besar melaporkan kinerja perusahaan dan pendapatannya.

Hal ini dpicu oleh rencana Donald Trump yang mengusulkan pemotongan pajak salah satunya pajak perusahaan dari 35 persen menjadi 15 persen. Meski dinilai akan menguntungkan perusahaan, namun investor masih bertanya-tanya apakah pemangkasan pajak itu akan berimbas pada defisit anggaran.
"Investor melakukan aksi jual setelah ada pernyataan soal pemangkasan pajak tersebut," ujar Kepala Pasar Strategis CMC Michael McCarthy dalam catatannya.
Wall Street juga melemah setelah Presiden Donald Trump mengajukan angka pajak yang dinilai nekat untuk dunia bisnis. Dow Jones turun 21,03 poin.

Rencana akan memangkas pajak pendapatan perusahaan publik menjadi 15 persen dari 35 persen dan mengurangi pajak tinggi pada bisnis, termasuk kemitraan kecil dan pribadi dari 39,6 persen menjadi 15 persen.
Dow Jones Industrial Average turun 21,03 poin atau 0,1 persen untuk menetap di angka 20.975,09. S&P 500 turun 1,16 poin atau 0,05 persen untuk menetap di level 2.387,45 dan Nasdaq Composite turun 0,27 poin untuk menetap di level 6.025,23.

sumber : Liputan 6

Selasa, 25 April 2017

Usai Tax Amnesty, Investor Lokal Jadi Penguasa Pasar Modal RI

 

Jakarta - Program Pengampunan Pajak atau tax amnesty yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan sejak Juli 2016 hingga Maret 2017 membuat wajib pajak (WP) mengakui kepemilikan harta di pasar modal. Program tersebut membuat porsi kepemilikan investor lokal dengan investor asing berubah.

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Frederica Widyasari Dewi bercerita, selama ini kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selalu dikuasai oleh investor asing. Setelah program tax amnesty berjalan porsi kepemilikan saham tak lagi dikusai oleh investor asing.
"Jadi angkanya sudah bergeser. Dulu kan didominasi asing, sekarang lokal. Jadi ada pergeseran kepemilikan."ungkapnya.
Frederica menyebut jumlah investor lokal kini merajai pasar modal. Lantaran, angkanya lebih dari 50 persen.
Frederica menerangkan, program tax amnesty membuat wajib pajak mengakui hartanya. Jadi pencatatan kepemilikan pun berubah menjadi kepemilikan investor lokal. Frederica menambahkan, jumlah investor lokal yang mengikuti tax amnesty tak bisa bertambah mengingat program tax amnesty telah usai.
"Tidak lah kan sudah selesai tax amnesty. Cuma bagusnya, dana-dana itu sudah ada di capital market. Jadi ada yang masuk ke reksa dana, ke saham, obligasi dan lain-lain," tandas dia. 

Untuk diketahui, Program Pengampunan Pajak berakhir pada Jumat (31/3/2017) tepat pukul 24.00. Hasilnya, berdasarkan Surat Pernyataan Harta SPH total harta yang dilaporkan para wajib pajak mencapai Rp 4.855 triliun.
Berdasarkan data dashboard tax amnesty, total harta yang dilaporkan tersebut terdiri dari deklarasi harta dalam negeri Rp 3.676 triliun dan deklarasi harta luar negeri mencapai Rp 1.031 triliun. Sementara penarikan dana dari luar negeri (reptriasi) mencapai Rp 147 triliun.
"Untuk deklarasi hingga 24.00 WIB ada Rp 4.855 triliun, tebusan Rp 114 triliun, ditambah dengan tunggakan dan bukper jadinya Rp 135 triliun," ujar Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwi Djugiasteadi. 

sumber : Liputan 6

Jumat, 21 April 2017

Astra International Kantongi Laba Bersih Rp 5,08 Triliun




Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) merilis kinerja keuangan kuartal I 2017. Tercatat perseroan mencatatkan laba bersih naik 63 persen dari Rp 3,11 triliun pada kuartal I 2016 menjadi Rp 5,08 triliun pada kuartal I 2017.

Laba bersih itu didorong dari pendapatan bersih naik 16 persen menjadi Rp 48,78 triliun pada kuartal I 2017. Beban pokok pendapatan naik 14,31 persen menjadi Rp 38,76 triliun. Laba bruto pun naik 25,57 persen ke level Rp 10,01 triliun pada kuartal I 2017.

Beban penjualan naik menjadi Rp 2,17 triliun pada kuartal I 2017. Perseroan juga mencatatkan kenaikan penghasilan bunga menjadi Rp 489 miliar. Bagian atas hasil bersih ventura bersama naik menjadi Rp 1,49 triliun pada kuartal I 2017.

Dengan melihat kondisi itu, laba bersih per saham naik 63 persen menjadi Rp 126 pada kuartal I 2017 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 77.

Pada kuartal I 2017, segmen otomotif grup Astra International mencapai pangsa pasar yang kuat untuk mobil dan motor. Penjualan mobil meningkat secara nasional sedangkan penjualan motor turun.

Kinerja segmen jasa keuangan meningkat ditandai dengan perolehan laba Bank Permata. PT Bank Permata Tbk catatkan laba bersih Rp 453 miliar pada kuartal I 2017 dibandingkan kerugian bersih sebesar Rp 376 miliar pada periode sama tahun 2016.

Sementara itu, kenaikan harga komoditas menghasiklan perbaikan divisi alat berat dan agribisnis.

Nilai kas bersih di luar grup jasa keuangan mencapai Rp 131 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan nilai kas bersih pada akhir 2016 sebesar Rp 6,2 triliun terutama disebabkan investasi jalan tol dan pembangkit listrik yang dilakukan pada kuartal I 2017.

Anak perusahaan grup segmen jasa keuangan mencatat uang bersih Rp 46,4 triliun dibandingkan dengan Rp 47,7 triliun pada akhir 2016.

"Sebagian besar bisnis grup Astra memiliki kinerja baik pada kuartal I 2017. Ke depan, grup Astra berharap mendapatkan manfaar dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan didukung oleh harga komoditas yang lebih tinggi, walaupun bisnis otomotif diperkirakan menghadapi persaingan harga lebih kompetitif," kata Direktur Utama PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto.

Astra International Bagi Dividen 2016 Rp 168 per Saham





Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) membagikan dividen tunai Rp 168 per saham. Pembagian dividen 2016 itu telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (20/4/2017).

Dividen tersebut memperhitungkan dividen interim sebesar Rp 55 per saham yang telah dibayarkan pada 21 Oktober 2016. Sisa dividen sebesar Rp 113 per saham. Pembayaran dividen dilakukan pada 19 Mei 2017. Total dividen yang dibayarkan sekitar Rp 6,8 triliun.

Pembagian dividen itu dilakukan bagi pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 4 Mei 2017.

Selain itu, perseroan juga akan menggunakan sisa laba bersih Rp 8,35 triliun. sebagai laba ditahan Perseroan. Total laba bersih perseroan pre 31 Desember 2016 sebesar Rp 15,15 triliun.

Dalam RUPST PT Astra International Tbk juga menerima pengunduran diri Michinobu Sugata sebagai komisaris independen Perseroan.

Berikut susunan direksi dan komisaris perseroan antara lain:

Presiden Direktur dijabat oleh Prijono Sugiarto, Direktur Independen Bambang Widjanarko Santoso. Kemudian posisi direktur lainnya yaitu Widya Wiryawan, Johannes Loman, Suparno Djasmin dan Djony Bunarto Tjondro. Selain itu, Chiew Sin Cheok, Gidion Hasan dan Henry Tanoto

Presiden Komisaris dijabat oleh Budi Setiadharma, komisaris independen dijabat oleh Sidharta Utama, Mari Elka Pangestu, Muhamad Chatib Basri, dan Yasutoshi Sugimoto.

Sedangkan posisi komisaris dijabat oleh Anthony John Liddell Nightingale, Benjamin William Keswick, Mark Spencer Greenberg, Jonathan Chang, David Alexander Newbigging, John Raymond Witt dan Adrian Teng Wei Ann.
sumber : Liputan 6

Selasa, 18 April 2017

Miliarder Ini Rugi Rp 1,2 Triliun Akibat Insiden Maskapai United

Hasil gambar untuk warren buffetJakarta - Viralnya video penumpang maskapai penerbangan United yang dipaksa turun tidak hanya merugikan pihak perusahaan. Para investor yang menanam uangnya di saham perusahaan penerbangan komersil ini juga turut merasakan getahnya, salah satunya adalah miliarder dunia Warren Buffett.
Perusahaan milik Warren Buffett Berkshire Hathaway merupakan pemegang saham terbesar dari United Continental Holdings, pemilik United Airlines.

Melansir Market watch, Rabu (13/4/2017), Berkshire Hathaway membeli 24,42 juta lembar saham United di kuartal IV 2016. Namun sayang, insiden yang terjadi beberapa waktu lalu tersebut memberikan dampak yang signifikan.

Setelah video tersebut viral dan menjadi perbincangan banyak orang, saham United Airlines usut US$ 250 juta atau sekitar Rp 3,32 triliun US$ 1=Rp 13.274). Tidak hanya itu, hal ini juga berefek pada nilai saham Warren Buffett yang anjlok 4,4 persen dan kerugian Buffett menyentuh USD 91,5 juta atau setara Rp 1,2 triliun. Perusahaan ini berpotensi menjadi salah satu portofolio Buffett yang gagal. Sebelum terjadinya insiden ini, nilai saham United telah jatuh US$ 2,17 atau sebesar 3 persen sejak awal tahun. Penurunan saham ini membuat Buffett rugi US$ 62,8 juta atau Rp 833,7 miliar.

Sebelumnya, United Airlines menjadi sorotan global usai video yang menunjukkan salah satu penumpang dipaksa turun dari pesawat United Airlines dengan nomor penerbangan 3411 dari bandara Chicago O'Hare.
Video itu menunjukkan petugas menyeret paksa salah satu penumpang untuk keluar dari pesawat tersebut. Para petugas itu menyeret penumpang tersebut hingga lewati lorong pesawat. Sejumlah penumpang pun protes dengan tindakan mengusir paksa penumpang tersebut.
Sang penumpang, yang mengaku sebagai dokter dipaksa turun dari pesawat dengan cara ditarik, diangkat, dan diseret. Peristiwa itu menyebabkan dirinya terluka hingga darah keluar dari hidung. United Airlines pun mendapat kecaman dari netizen dan berbagai lapisan masyarakat.

sumber : Liputan6

IHSG Menguat di Sesi I, Ini 10 Saham Pendorong Utama

   JAKARTA – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,68% atau 37,99 poin ke level 5.615,47 pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (18/4/2017).
Sebanyak 170 saham menguat, 118 saham melemah, dan 253 saham stagnan dari 541 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM), dan PT Astra International Tbk. (ASII) menjadi pendorong utama terhadap penguatan IHSG di akhir sesi I.
Delapan dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan support utama dari sektor infrastruktur (+1,41%) dan finansial (+1,22%).

Saham TLKM (+2,24%), JSMR (+1,30%), EXCL (+1,36%), dan ISAT (+1,05%) menjadi pendorong utama terhadap penguatan sektor infrastruktur pada indeks sektoral IHSG siang ini.
Adapun, sektor pertanian menjadi satu-satunya yang bergerak negatif dengan pelemahan 0,35%.
Apa saja 10 emiten pendorong utama pergerakan IHSG siang ini? Berikut rinciannya:

 Berdasarkan kapitalisasi pasar:
Kode
Perubahan
BBRI
+3,42%
TLKM
+2,24%
ASII
+1,19%
BMRI
+1,08%
UNTR
+2,20%

Berdasarkan presentase: 
Kode
Perubahan
CANI
+11,11%
VICO
+10,24%
SPMA
+8,74%
UNIT
+8,67%
SKBM
+8,41%

Sumber: Bloomberg

Belajar Investasi dari Lo Kheng Hong (Saham MBAI)



Starategi sukses dalam investasi salah satunya adalah mencari perusahaan yang salah harga. Bagaimana cara mengetahui perusahaan yang ‘salah harga’ di bursa?Cara mengetahuinya adalahmembandingkan berapa nilai pasar perusahaan itu dan berapa laba bersih perusahaan itu. Keuntungan dalam strategi ini adalah membeli saham perusahaan bagus dengan harga murah dan menjual saham tersebut dengan harga jual tinggi.
Contohnya adalah saham PT Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI)perusahaan ternak ayam terbesar kedua di Indonesia. Laporan laba rugi tahun 2005
Bila kita melihat laporan dalam gambar berikut, tercatat bahwa laba bersih per saham (EPS) pada tahun 2005 sebesar Rp. 780. Pada tahun ini saham MBAI di harga 250, ini berarti saham MBAI mempunyai Price to Earning Ratio (PER) sebesar 0,32 x alias ‘sangat murah’. 

Pada tahun 2005, MBAI ditutup di harga 400, dengan harga tertinggi di 440 dan terendah di 250. Padahal, laba bersih per saham (EPS) emiten ini sudah Rp. 780/lembar.
Hal ini yang sesuai dengan pernyataan diatas yaitu ’salah harga’ dengan laba yang tinggi, saham ini dijual dengan harga rendah.
Tahun 2006. Saat laba per saham (EPS) meningkat 81,82 % dari tahun sebelumnya, volume perdagangan saham ini masih sepi. Bahkan volumenya turun menjadi hanya 1.624 lot (812.000 lembar) saja. Tapi, harga sahamnya naik 212,5% menjadi 1.250/lembar, dengan harga tertinggi sepanjang tahun 2006 di 1.330 dan terendah di 500. Harga tertinggi saham MBAI di tahun 2006 masih di bawah EPS nya yang mencapai Rp. 1.414/lembar. Tapi, sekali lagi, kinerja yang kinclong ini masih belum menarik investor untuk masuk, justru malah turun. 
gambar berikut ini bisa menggambarkan kinerja MBAI dari tahun 2006 sampai dengan 2010.


Bandingkan juga dengan harga sahamnya berikut ini: 


Tahun 2010 harga pun mulai terkerek naik signifikan dan ditutup di harga 17.200 atau diperdagangkan pada PER 5,03 x. Tentunya dengan PER sebesar ini, saham MBAI masih tergolong sangat murah.
Pada tahun 2011 saham MBAI seeharga Rp. 31.500.
Hal ini yang dilakukan Lo Kheng Hong sejak tahun 2005 terhadap saham MBAI yang pada saat itu seharga Rp. 250 hingga tahun 2011 saham MBAI seharga Rp. 31. 500 

Berapakah modal yang LKH setor jika pembelian di awal di harga Rp. 250? ‘Hanya’ Rp. 1.554.000.000 (satu miliar lima ratus lima puluh empat juta rupiah). Ini berarti dalam lima tahun (2006-2011) portofolionya tumbuh 126 kali lipat.
Lo Kheng Hong mengatakan dalam setiap seminar, “Portofolio saya kebanyakan bukan saham LQ 45, bukan saham yang likuid dan dikenal banyak orang” 
Hal yang harus dipahami dalam berinvestasi adalah teliti dalam peluang dan disiplin terhadap komitmen dan hal tersebut didasari rasa sabar sebagimana yang telah dilakukan oleh Le Kheng Hong.

sumber : syariah saham