lkti November 2016 ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar Modal Indonesia pernah jatuh bangun pada masa penjajahan Belanda. Namun, mulai era orde baru, Pasar Modal Indonesia kembali hidup...

RI Raih Investment Grade, IHSG Meroket

Lembaga pemeringkat Internasional Standard Poors (SP) menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi atau investment grade. Kenaikan peringkat tersebut langsung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cetak rekor dan rupiah menguat tajam. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (19/5/2017)...

Ditjen Pajak Bisa Intip Data Investor Pasar Modal

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan. Artinya kini Direktorat Jenderal Pajak bisa mengorek...

Sekolah Pasar Modal Pengurus SPM 1 dan SPM 2

SPM 1 dan SPM 2 yang dilaksanakan di BEI cabang Padang pada tanggal 13 Mei 2017 yang diikuti oleh pengurus baru Gibei FE Unp. Pengurus baru mendatangi BEI cabang Padang untuk melakukan SPM 1 dan SPM 2 pada pukul 08.00 untuk melaksanakan SPM 1 hingga pukul 12.00 dilanjutkan lagi SPM 2 pada pukul 01.30 hingga selesai pada pukul 04.00 sore...

Apa Itu Saham ?

Hallo guys minggu kemaren kita sudah kenalan sama ınvestasi dan kıta juga sudah tau mengapa investasi itu penting, lalu sesuai dengan judul tulisan kali ini, kıta akan membahas mengenai saham...

Rabu, 30 November 2016

Gerak IHSG Berpeluang Naik, Awasi Saham Pilihan Ini


 
JAKARTA—Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (30/11/2016).
IHSG ditutup menguat 12,24 poin atau 0,24% di level 5.148,91 pada perdagangan hari ini setelah bergerak di kisaran 5.146,52 - 5.182,14.
Pagi tadi, indeks juga menguat di level yang sama dan terus diperdagangkan pada zona hijau sepanjang hari ini.

Dari 538 saham yang diperdagangkan, sebanyak 175 saham menguat, 125 saham melemah, dan 238 saham stagnan.
Lima dari sembilan sektor IHSG mendorong penguatan pada perdagangan hari ini, dipimpin oleh sektor finansia yang naik 1,15%, diikuti oleh sektor property yang menguat 1,91%.
Sementara itu, indeks Bisnis27 ditutup menguat 0,52 poin atau 0,12% ke level 440,71.
Samuel Sekuritas Indonesia sebelumnya memprediksi IHSG akan berpeluang menguat kembali pada perdagangan hari ini.

Tim riset Samuel Sekuritas memaparkan bursa AS ditutup menguat semalam, setelah rilisnya data PDB di kuartal III/2016 yang positif, yaitu naik 3,2%. Saat ini perhatian pasar beralih ke rilis data tenaga kerja AS yang akan diumumkan Jumat ini.

Saat ini fokus investor terletak pada pertemuan penting Bank Sentral Eropa (ECB), Kamis depan. ECB diperkirakan memperpanjang program pembelian aset untuk lebih merangsang ekonomi zona Eropa.

Sementara itu, bursa saham Asia Tenggara bergerak mixed. Indeks FTSE Malaysia KLCI melemah 0,48%, indeks SET Thailand menguat 0,45%, indeks PSEi Filipina melemah 0,65%, sedangkan indeks FTSE Straits Time Singapura menguat 0,79%.

Saham-saham pendorong IHSG:
Kode(%)
BBRI+3,32%
BMRI+1,94%
KLBF+4,11%
GGRM+2,26%
 Saham-saham penekan IHSG:
 Kode(%)
RMBA-9,88%
ADRO-3,07%
UNTR-1,84%
INCO-3,43%

Sumber: Bloomberg

Kamis, 24 November 2016

Daftar Peserta Olimpiade Pasar Modal



NO NAMA SEKOLAH  TIM ANGGOTA TIM
1 SMA N 1 PARIANGAN  TIM A Deby rahmadani
Fitria Mairani
Enni Yusrina
2 SMA N 1 PARIANGAN  TIM B  Adinda Putri
Mona Handila
Rezka Rahma Dita 
3 SMA N 3 BATUSANGKAR TIM 1  Muhammad Nabil Khaini
Ihsan Junas
Elvina Rahmadani
4 SMA N 3 BATUSANGKAR  TIM 2  Intan Putri Madatilla
Nurlaili Ultri
Hidayatul Azizah
5 SMA N 3 BATUSANGKAR  TIM 3  Naufal Fathi Nevta 
Lingga Ivan Mayora
Adrian Nugraha
6 SMA N 3 BATUSANGKAR  TIM 4 Misrawati
Mella Putri Utami
Annisa Salsabila
7 SMA N 3 BATUSANGKAR TIM 5 Kurniatul Hasanah 
Widya Jamilah Mersi 
Dwihanna Santri Indria 
8 SMA N 3 BATUSANGKAR TIM 6 Chindy Nadela Chintya 
Nissya Febrizani 
Salsabila 
9 SMA N 3 BATUSANGKAR TIM 7 Anita Gustri Antodi 
Nurul Hidayati
Nur Afifah Khalida 
10 SMA N 3 BATUSANGKAR  TIM 8  Fira Izona 
Indah Oktavani
Arif Pratama 
11 SMA N 1 LUBUK ALUNG  CEMACO  Tania
Ananda Setia Ningsih 
Miranda Lisa Jr
12 SMA N 1 LUBUK ALUNG  RAN  Muhammad Atief 
Muhammad Raihan Hendasri
Nadya Dwi Permata 
13 SMAN 1 UNGGUL BUKITTINGGI LANDBOUW 1 Muhammad Yanza Hattari
Ester Enjelita
Sarah Fahira
14 SMAN 1 UNGGUL BUKITTINGGI LANDBOUW 2 Rafi Zulkha 
Wulandari
Alan Budiandri
15 SMAN 1 UNGGUL BUKITTINGGI LANDBOUW 3 Monita 
Rahmat Diky Septrata 
Petrus
16 SMAN 1 UNGGUL BUKITTINGGI LANDBOUW 4 Kareena Aulia Betari
Yulia Safira
Farhan Siddiq
17 SMAN 1 UNGGUL BUKITTINGGI LANDBOUW 5 Lisa Rahim
Arrahman Hajir
Putri Sri
18 SMK N 2 BUKITTINGGI TIM 1 Bobi Ahmad Rival
Saskia Permata Elzi
Velli Maita Putri
19 SMK N 2 BUKITTINGGI TIM 2  Atika Fitri
Meri Yulia 
Olfa Dela Safira 
20 SMK N 2 BUKITTINGGI TIM 3  Nur'aini
Desi Purnama Sari
Yolla Maysanti
21 SMK N 2 BUKITTINGGI TIM 4 Fery Fernando
Miranda Defiana 
Ulil Albab 
22 SMA N 1 KEC. SILUKI TIM 1 Kesmo Afria Yenti
Yeza Permatasari
Taza Yuni Vira 
23 SMA N 1 KEC. SILUKI TIM 2 Karima Suci Ariani
Olga Dwi Saputri
Fitri Mayona 
24 SMA N 1 PADANG  IEO SMANSA  Muhammad Rizki Fajran 
Rahma Azatil Ismah 
Stevannie Gunawan 
25 SMA N 5 PADANG  TIM 1 Khalid Permana 
Yolanda Putri Aldilla 
Windi Laila Putri
26 SMA N 5 PADANG  TIM 2  Alfandri 
Muhammad Hanuzral 
Siti Nurannifah 
27 SMA N 12 PADANG SMANDUBES Maisya Dilla Auryn 
Washil Wahyudi 
Putri Handayani
28 SMA N 13 PADANG  TIM 1  Erid Habibillah Septiawan 
Lara Juliati
Roberto Fuji Mahendri
29 SMA KARTIKA 1-5 PADANG  GOKAJAY 1 Ra'yal Aini 
Mitha Khardila 
Indah Annisa Fitri
30 SMA KARTIKA 1-5 PADANG  GOKAJAY 2 Utari Rosalinda 
Mega Novinda 
Intan Prayuda Sasti
31 SMK N 2 PADANG  SMKN 2 PDG Ali Oktari 
Friscilia Meila Anggina 
Ridho Syadar Darman 
32 SMK N 3 PADANG  ALFA Hidayat Andapis 
Verchiana Isnata 
33 SMK N 3 PADANG  BRAVO Bulan Sari Murni
Sania Putri Alisya 
34 SMK N 3 PADANG  CHARLI  Remita Hidayati
Syarifah Kiki Alwi 
35 SMA PEMBANGUNAN LAB. UNP TIM 1 Syafridho Syawal Ayuza 
Elfira Reflina 
Yulia Hani Puspita 
36 SMA PEMBANGUNAN LAB. UNP TIM 2  Sri Afdilla 
Mario Adha Geraldzy 
Rheinanda Jefri 
37 SMK N 3 SIJUNJUNG  SMAKTISI  Elma Rani
Dipa Popila 
Amelia Rianti
38 SMKN 1 RANAH PESISIR PB SMK N 1 Ranah Pesisir Dela Putri
Maya Asri
Nori Mayang Sari
39 SMA N 1 SOLOK TIM 1 Novia Erwanto
Ulfa Azizah Febryzalita
Yofi Wahyu S
40 SMA N 1 SOLOK TIM 2  Fadhli Yuswardi
Wahyu Trio Verdi
Luthfi Sardi
41 SMA N 1 SOLOK TIM 3 Annisa Maharani
Fitri Wahyuni
Nabilah Fairuz Fadhilah
42 SMA N 1 SOLOK TIM 4 Angelica Lifedora
Adinda Aisyah Rahman
Zahra Egitha
43 SMA N 1 SOLOK TIM 5 Messy Irawan
Salma Mutiara Asri
Ryan Azmii Hanifah
44 SMA N 1 SOLOK TIM 6 Fatimah Ika Dewi
Indah Permata Sari
Nurul Azzahra Zulni
45 SMA SEMEN PADANG  TIM 1 Adib Muzakki
Dona Rahmaidil Savitri
Elvira Rahayu Efendi
46 SMA SEMEN PADANG  TIM 2  Ammar Miqrat Sangguna
Mulka Fadri
Bayu Trisca Ramadhani
47 SMK N 3 SIJUNJUNG SMAKTISI 2 Imma Setiawati
Ifaratul Istijannah
Yera Guspita
48 SMKN 1 BASO SMKN 1 BASO Ilham Hasidiki
Army Devianti
Ulfa Syerlian Fitri
49 SMA MUHAMMADIYAH BATUSANGKAR TIM 1 Nanda Al-Farizi
Annisa Maharani Miranda
Sigud 
50 SMA ADABIAH 2 PADANG  TIM 1 Briliani Ferga Sudelma 
Rizky Mulya
Shafira Azhahra
51 SMA ADABIAH 2 PADANG TIM 2 Djatczila Vamella
Siti Hafizah
Iqbal Maulana Edwin
52 SMA ADABIAH 2 PADANG TIM 3 Rahmi Eka Putri
Siva Ashila
Sukma Afriando
53. SMAN 7 PADANG TIM 1


*Apabila terdapat data yang salah, harap hubungi panitia segera. Terima kasih

Petunjuk Pelaksanaan Olimpiade Pasar Modal

Silahkan download Petunjuk pelaksanaan Olimpiade Pasar Modal 2016 dibawah:

DOWNLOAD

Selamat berjuang untuk esok hari, persiapkan diri sebaik-baiknya dan semoga selamat dalam perjalanan. Sampai jumpa di Fakultas Ekonomi UNP :)

Rabu, 23 November 2016

Kalahkan Singapura, BEI Incar Potensi Rp212 Triliun dari Investor

\Kalahkan Singapura, BEI Incar Potensi Rp212 Triliun dari Investor\
JAKARTA - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan bahwa pertumbuhan nilai dan transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Bahkan, pasar saham di Indonesia lebih tinggi dibandingkan pasar saham di Singapura.

"Kita lebih tinggi dari Singapura dan Malaysia," ujar Tito di Bursa Efek Indonesia, Jakarta
Pada tahun 2017,  pasar saham Indonesia diprediksi akan tetap banjir peminat. Salah satunya adalah karena adanya program tax amnesty. Bahkan, potensi investor Indonesia sepanjang 2017 mendatang mencapai Rp212 triliun.

"Ada potensi investor Rp212 triliun. Jika termasuk domestik dan internasional bisa lebih dari Rp1.000 triliun," tuturnya.
Adapun rincian proyeksi investor sepanjang 2017 adalah sebagai berikut:
1. Pertumbuhan reksa dana: Rp18 triliun
2. Relokasi dan pertumbuhan dana pensiun: Rp54 triliun
3. Relokasi dan pertumbuhan asuransi: Rp85 triliun
4. Tax Amnesty: Rp55 triliun.

Adhi Karya Kantongi Kontrak Rp 11,4 Triliun hingga Oktober



Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru sebesar Rp 11,4 triliun. Kontrak tersebut sudah memenuhi 45,7 %  dari target kontrak baru yaitu Rp 25 triliun.

Pertumbuhan kontrak baru perseroan meningkat 8,2 % hingga Oktober 2016 dibandingkan tahun lalu. Kontribusi per lini binis pada perolehan kontrak baru hingga Oktober 2016 masih didominasi oleh bisnis konstruksi sebesar 86,6 %, dan sisanya merupakan bisnis lainnya.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tercatat 39,7 %, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar 34,9 %, dan swasta atau lainDnya sebesar 25,4 %.ari proyek gedung sebanyak 46,6 %, proyek jalan dan jembatan 23 %. Sedangkan proyek dermaga dan infrastruktur lainnya sebesar 30,4 %.


Baru-baru ini, PT Adhi Karya Tbk juga memperoleh kontrak baru untuk pekerjaan konstruksi terintegrasi design and build pembangunan underpass Mampang-Kuningan. Nilai kontraknya Rp 202,21 miliar.

"Lingkungan pekerjaannya design and build. Waktu pelaksanaan 392 hari," ujar Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk Ki Syahgolang Permata. 


Rabu, 16 November 2016

RI Cetak Surplus Perdagangan US$ 1,21 Miliar, IHSG Naik 45 P

\   IHSG Terjun Bebas, Indeks Rawan Short Selling   \ 
Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali berada di zona hijau pada sesi pertama perdagangan saham Selasa pekan ini. Penguatan IHSG terjadi di tengah perilisan data 
neraca perdagangan Oktober 2016. Sebelumnya IHSG sempat merosot enam persen dalam dua hari.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (15/11/2016), IHSG naik 45,49 poin atau 0,88 persen ke level 5.151,23. Indeks saham LQ45 menguat 1,15 persen ke level 864,76. Seluruh indeks saham acuan kompak menguat.

Ada sebanyak 163 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 126 saham melemah. 82 saham lainnya diam di tempat.

Volume perdagangan saham 4,49 miliar saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 3,89 triliun. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 181.306 kali.
IHSG sempat berada di level tertinggi 5.169,35 dan terendah 5.091,93. Investor asing masih melakukan aksi jual. Tercatat aksi jual investor mencapai Rp 362,7 miliar di pasar reguler.

Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham SMBR naik 10,77 persen ke level Rp 2.160 per saham, saham PPRO menguat 7,11 persen ke level Rp 1.280 per saham, dan saham KREN menanjak 5,8 persen ke level Rp 474 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang tertekan antara lain saham ITMG tergelincir 4,36 persen ke level Rp 17.000 per saham, saham WSKT melemah 3,06 persen ke level Rp 2.220 per saham, dan saham PTBA susut 2,92 persen ke level Rp 12.450 per saham.

Bursa Asia pun sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,42 persen ke level 22.314,62, indeks saham Singapura menguat 0,5 persen ke level 2.801,23, indeks saham Malaysia mendaki 0,95 persen ke level 1.632.

Kemudian indeks saham Taiwan mendaki 0,23 persen ke level 8.960. Sedangkan indeks saham Jepang Nikkei turun 0,04 persen ke level 17.665.

Penguatan IHSG terjadi di tengah rilis data ekonomi neraca perdagangan Oktober 2016. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan surplus neraca perdagangan Indonesia di Oktober 2016 sebesar US$‎ 1,21 miliar. Jumlah ini turun sedikit dari realisasi neraca dagang di bulan sebelumnya US$ 1,22 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto atau yang akrab disapa Kecuk menyatakan, nilai ekspor Indonesia di bulan kesepuluh ini sebesar US$ 12,68  miliar atau lebih besar dibanding realisasi impor yang sebesar US$ 11,47  miliar.

"Jadi surplus neraca perdagangan Indonesia di Oktober 2016 sebesar US$1,21 miliar," ucap Kecuk saat Rilis Neraca Perdagangan Oktober 2016.
sumber : Liputan 6

Sabtu, 12 November 2016

Kisi-kisi Materi OPM 2016

Silahkan download kisi-kisi materi seputar Olimpiade Pasar Modal dibawah.
Klik tombol Download

DOWNLOAD
DOWNLOAD

Untuk referensi tambahan bahan seputar pasar modal lainnya bisa melalui bareksa.com, finance.yahoo.com, bisnis.com, ellen-may.com, www.idx.co.id

Jumat, 11 November 2016

Saham Wall Street Naik Sambut Kemenangan Trump

Saham Wall Street naik sambut kemenangan Trump
New York - Saham-saham AS naik tajam pada hari Rabu dalam perubahan dramatis dari kerugian ketika Wall Street menyambut kemenangan Donald Trump.

Setelah peringatan selama berbulan-bulan bahwa Trump akan menciptakan ketidakpastian dan kerusakan sentimen, investor mengalirkan uang ke sektor-sektor yang dapat mengambil manfaat dari kemenangan mantan bintang reality TV show ini.

Itu pembalikan curam dari malam sebelumnya, ketika pasar keuangan bereaksi keras atas hancurnya jalan kemenangan bagi calon presiden dari Demokrat Hillary Clinton dan S & P berjangka turun 5 persen.

"Pasar saham bertindak seperti seorang remaja. Ini membuat banyak permintaan tapi tidak tahu apa yang diinginkan," kata Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, dikutip oleh Reuters.

Indeks Dow Jones ditutup naik 1,4 persen menjadi 18.589,69, hanya 0,25 persen di bawah level tertinggi sepanjang masa pada Agustus. S & P 500 naik 1,11 persen menjadi 2.163,26 dan Nasdaq Composite menguat 1,11 persen menjadi 5.251,07.

Sekitar 11,7 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, jauh di atas rata-rata harian 7 miliar selama 20 sesi terakhir.

sumber : antaranews.com

Jumat, 04 November 2016

Mengintip Isi Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 14

 Mengintip Isi Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 14

Di penghujung Oktober 2016 ini, kita masih menanti-nanti pengumuman resmi pemerintah tentang Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 14. Menurut berita yang santer terdengar, paket kebijakan baru ini akan banyak mengatur soal pengembangan e-commerce.

Langkah apa yang akan diambil pemerintah untuk sektor e-commerce? Bagaimana pengaruh paket kebijakan baru ini terhadap perekonomian Indonesia dan pasar saham? Sektor apa saja yang berpotensi terkena dampaknya?

Tren E-Commerce
E-Commerce adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara online. Dengan sistem e-commerce, masyarakat tidak perlu lagi berbelanja ke pasar atau mall. Cukup browsing dari komputer atau smartphone dan kita sudah bisa membeli berbagai barang maupun jasa yang kita perlukan.

Di Indonesia sendiri pasar e-commerce terhitung cukup luas. Menurut data Dirjen Perdagangan, setiap tahunnya konsumen e-commerce mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 25%. Nilai transaksinya pun cukup besar. Sepanjang tahun 2014 saja, total transaksi online di Indonesia mencapai US$ 2,6 miliar atau setara dengan Rp. 34,9 triliun. Dengan peminat yang terus bertumbuh, jumlah transaksi ini juga diproyeksikan akan terus naik setiap tahun.

Berdasarkan data AC Nielsen, komoditas yang paling banyak ditransaksikan melalui e-commerce adalah pakaian, peralatan rumah tangga, buku, tiket travel, serta gadget dan barang-barang elektronik.

Berbagai komoditas ini didistribusikan oleh sekitar 75 ribu pedagang online. Dalam beberapa tahun ke depan, jumlah pelaku e-commerce juga diproyeksikan akan terus bertambah hingga mencapai lima juta pedagang. Tren bisnis inilah yang kemudian merangsang pemerintah untuk menerbitkan paket kebijakan baru soal e-commerce.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, kerap mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan deregulasi untuk memudahkan sektor e-commerce berkembang. Seandainya pemerintah memang punya strategi progresif untuk mendorong munculnya pemain baru dan mengembangkan pasar e-commerce, tentu akan ada sejumlah sektor saham yang bisa terkerek naik.

Saat pelaku dan konsumen e-commerce terus bertambah, pengguna jasa layanan internet tentu akan meningkat juga. Artinya, perusahaan-perusahaan di sektor telekomunikasi berpeluang besar untuk menggenjot bisnis mereka sekaligus menarik optimisme dari kalangan investor.

Selain telekomunikasi, perusahaan-perusahaan di sektor ritel juga jelas akan mendapat untung besar. Seperti sudah saya sebutkan, komoditas yang paling banyak ditransaksikan di e-commerce adalah barang kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, alat rumah tangga, sampai tiket travel. Artinya, jika e-commerce semakin berkembang, maka perusahaan-perusahaan ritel juga akan semakin laris. Sektor ritel akan mendapat banyak saluran distribusi dan promosi murah, serta mendapat peluang besar untuk meningkatkan laba mereka.

Dan pada kelanjutannya, sektor perbankan juga akan ikut mendapat sentimen positif, karena setiap transaksi e-commerce dilakukan lewat sistem transfer bank.

Menariknya lagi, pengembangan e-commerce ini bukan hanya berpeluang memberi dampak positif untuk industri ritel, telekomunikasi dan perbankan saja. Kalau dilihat dalam konteks yang lebih besar, usaha pengembangan e-commerce juga terkait erat dengan berbagai proyek percepatan pembangunan di seantero Indonesia.

E-Commerce Dalam Skenario Pembangunan Nasional


Saat ini pemerintah sedang berusaha mengatasi berbagai hambatan e-commerce dengan proyek-proyek yang berskala nasional. Apa saja hambatannya, dan apa solusinya? Mari kita lihat satu persatu. 


1. Proyek Tol Laut, Sislognas, dan PLB

Salah satu hambatan aktivitas e-commerce di Indonesia adalah biaya transportasi dan logistik yang tinggi. Sebagaimana kita tahu, Indonesia merupakan negara kepulauan. Oleh karena itu, ongkos pengiriman barang antar pulau masih cukup tinggi. Karena persoalan geografis ini, jangkauan serta kecepatan pengiriman barang pun menjadi sangat terbatas.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kini pemerintah berfokus membangun infrastruktur pendukung yang bisa mengoptimalkan kinerja serta jangkauan pasar e-commerce. Infrastruktur yang dimaksud di sini adalah Tol Laut, Sistem Logistik Nasional (Sislognas), dan Pusat Logistik Berikat (PLB). Fasilitas-fasilitas ini diharapkan dapat menekan ongkos distribusi serta meluaskan jangkauan e-commerce ke berbagai wilayah Indonesia, baik kota maupun desa.

2. Palapa Ring

Hambatan lain bagi aktivitas e-commerce di Indonesia adalah koneksi internet yang masih terbatas. Saat ini pengguna internet di Indonesia barulah berjumlah 38% dari total penduduk, itupun masih berkisar di seputaran wilayah Jawa dan Sumatera saja. Artinya, masih banyak wilayah Indonesia yang belum tergarap.

Untuk meluaskan lagi pasar e-commerce, saat ini pemerintah juga tengah mengerjakan proyek Palapa Ring, yaitu pembangunan serat optik yang bisa menyediakan sambungan internet untuk wilayah Barat, Tengah dan Timur Indonesia. Perluasan koneksi internet ini diharapkan bisa membantu 56 juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh Indonesia supaya bisa ikut menjalankan bisnis e-commerce.

Dengan berbagai proyek nasional ini, pemerintah memproyeksikan e-commerce bisa mendatangkan transaksi sebesar US$ 130 miliar pada tahun 2020, dan memberi sumbangsih yang signifikan dalam peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Pajak E-Commerce

Sayangnya, sampai saat ini pemerintah belum juga mengumumkan langkah spesifik yang akan ditempuh untuk mengembangkan e-commerce. Dengan begitu, kita masih sulit membaca efek paket kebijakan jilid 14 terhadap pasar modal.

Satu-satunya kepastian terkait paket kebijakan baru ini, pemerintah sudah mengumumkan akan memberlakukan pajak terhadap pelaku e-commerce. Tapi sayangnya, wacana tentang pengenaan pajak ini ternyata memancing keberatan dari kalangan pelaku usaha.

Keberatan itu disampaikan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan Roslani. Beberapa waktu lalu, Rosan sempat menyampaikan bahwa e-commerce ini merupakan industri yang masih baru di Indonesia dan didominasi oleh anak muda. Karena itu, menurut Rosan di tahap ini pemerintah seharusnya memberi insentif, bukan memungut pajak.

Bukan cuma itu, keberatan juga diajukan oleh perwakilan Asosiasi E-Commerce Indonesia, Daniel Tumiwa. Menurut Daniel, pajak e-commerce akan membuat pelaku bisnis lokal tidak bisa bersaing dengan pemain dari luar negeri. Daniel juga menambahkan bahwa seharusnya pemerintah berfokus untuk memungut pajak dari pelaku e-commerce asing di Indonesia, bukan pelaku lokal yang masih “hijau”.

Pada akhirnya, sampai sekarang kita masih sama-sama menunggu kepastian tentang kebijakan e-commerce. Apakah paket kebijakan baru ini bisa mendorong penguatan e-commerce dan menarik banyak kepercayaan investor? Atau justru pajaknya malah memberatkan pelaku e-commerce dan membuat investor menjadi pesimis? Apapun isinya nanti, kita tentu berharap agar paket kebijakan jilid 14 bisa membawa sentimen positif untuk pasar modal kita.


sumber: ellen-may.com