lkti Oktober 2016 ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar Modal Indonesia pernah jatuh bangun pada masa penjajahan Belanda. Namun, mulai era orde baru, Pasar Modal Indonesia kembali hidup...

RI Raih Investment Grade, IHSG Meroket

Lembaga pemeringkat Internasional Standard Poors (SP) menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi atau investment grade. Kenaikan peringkat tersebut langsung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cetak rekor dan rupiah menguat tajam. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (19/5/2017)...

Ditjen Pajak Bisa Intip Data Investor Pasar Modal

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan. Artinya kini Direktorat Jenderal Pajak bisa mengorek...

Sekolah Pasar Modal Pengurus SPM 1 dan SPM 2

SPM 1 dan SPM 2 yang dilaksanakan di BEI cabang Padang pada tanggal 13 Mei 2017 yang diikuti oleh pengurus baru Gibei FE Unp. Pengurus baru mendatangi BEI cabang Padang untuk melakukan SPM 1 dan SPM 2 pada pukul 08.00 untuk melaksanakan SPM 1 hingga pukul 12.00 dilanjutkan lagi SPM 2 pada pukul 01.30 hingga selesai pada pukul 04.00 sore...

Apa Itu Saham ?

Hallo guys minggu kemaren kita sudah kenalan sama ınvestasi dan kıta juga sudah tau mengapa investasi itu penting, lalu sesuai dengan judul tulisan kali ini, kıta akan membahas mengenai saham...

Kamis, 27 Oktober 2016

Formulir Pendaftaran Olimpiade Pasar Modal 2016


Ingin daftar Olimpiade Pasar Modal ?
Silahkan unduh formulirnya https://goo.gl/5mQgGN .

NB: Apabila soft file formulir telah diisi silahkan kirimkan formulirnya melalui email kami, galeryinvestasi@gmail.com . Terima kasih

Rabu, 26 Oktober 2016

Tak Mau Intervensi Pasar, BEI Lepas Batas Saham Rp 50

 
BEI sebut dua perusahaan ajukan delisting
Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melepas batas saham Rp 50. Langkah tersebut dilakukan supaya harga saham yang diperdagangkan mencerminkan harga sebenarnya.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Hamdi Hassyarbaini mengatakan, untuk melepas batas saham Rp 50 maka BEI menyiapkan sebuah papan khusus.
"Kami akan bikin papan sendiri yang memang masuk klasifikasi penny" kata dia usia Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di BEI Jakarta

Pelepasan saham Rp 50 ini akan menimbulkan sejumlah masalah teknis seperti fraksi saham dan penolakan otomatis perdagangan saham (autorejection). Dia bilang, BEI sedang melakukan kajian untuk mengatasi masalah teknis itu.

"Kalau memang harganya di bawah Rp 50 ya biar Rp 50. Kalau Rp 5 ya Rp 5. Cuma kalau itu dibuka, dilepas ke pasar tentunya akan ada masalah teknis yang harus diubah. Misalnya saham Rp 5 naik Rp 1 saja 20 persen, akan berpengaruh fraksi dan autorejection. Itu masalah teknis yang sedang kami kaji," jelas dia.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menuturkan, selain mengkaji masalah fraksi saham dan autorejection, BEI juga akan mengkaji masalah terkait dengan jumlah saham dari tiap lot.
"Sengaja kita mulai ngomong supaya mempersiapkan diri. Selain fraksi bicara efisiensi dari lot, 1 lot 100. Harga Rp 2 per saham Rp 200 pusing juga gue (saya)," jelas dia.
Namun, Tito belum memastikan waktu pembentukan papan baru tersebut. "Kasih kita waktu, pasti tahun ini agak berat," tandas dia.

Untuk diketahui, autorejection merupakan penolakan secara otomatis oleh sistem perdagangan saham yang dimiliki oleh BEI terhadap penawaran jual atau permintaan beli saham akibat dilampauinya batasan harga. Dalam suatu perdagangan pasar modal, harga suatu saham akan memiliki batas tertinggi dan terendah.

Saat ini, ketika harga saham Rp 50 - di bawah Rp 200 per saham dengan batas atas naik 35 persen. Untuk harga Rp 200 - Rp 5.000 dengan batas atas meningkat 25 persen. Adapun untuk saham di atas Rp 5.000 per saham memiliki batas atas menguat 20 persen. Dari rentang harga tersebut batas bawahnya 10 persen.

Selasa, 25 Oktober 2016

BEI Incar 35 Emiten Baru pada Tahun Depan

  Dua emiten akan keluar dari bursa

Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2017. Pada RUPSLB ini, BEI menyutujui target 35 emiten baru atau perusahaan yang melepas saham ke publik pada tahun depan.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menerangkan, target tersebut mengacu pada kondisi makro ekonomi yang membaik.

"Pertama kalau dilihat asumsi ekonomi Indonesia dengan growth 5,1 persen dan sekitar inflasi 3,5 persen ini bagus," kata dia usai RUPSLB di BEI Jakarta


Memang, target 2017 tak jauh beda dengan target BEI tahun ini. Menurut dia, kondisi Indonesia masih lebih baik mengingat emiten di bursa global juga menyusut.


"Jumlah listed tahun ini ada 20, tapi lihat setahun terakhir di dunia jumlah WFE 91 bursa di dunia itu turun 74 persen. Indonesia masih 8 sama tidak berubah, ini Juni 2015 ke Juni 2016. Jadi Indonesia menyumbang 5,6 persen dari total," jelas dia.

Tito menuturkan, kondisi pasar modal juga ditopang harapan adanya penurunan tingkat suku bank. Kemudian, meningkatnya permintaan saham dari investasi dana pensiun, asuransi, reksa dana. Itu juga ditopang oleh aliran dana dari tax amnesty atau pengampunan pajak.

BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp 8 triliun pada 2017 atau naik dari RKAT tahun ini Rp 6,6 triliun.

Incar Kenaikan Pendapatan

BEI memproyeksikan total pendapatan Rp 956,19 miliar atau naik 11,19 persen pada 2017 dibandingkan total pendapatan RKAT 2016 sebesar Rp 859,94 miliar. Laba sebelum pajak diperkirakan Rp 141,55 miliar. Setelah dikurangi estimasi beban pajak sebesar Rp 46,1 miliar maka perolehan laba bersih BEI sebesar Rp 95,46 miliar pada 2017.

Total aset BEI 2017 diproyeksi sebesar Rp 2,24 triliun atau naik 6,63 persen dari RKAT 2016 yakni Rp 2,10 triliun.

Sumber : Liputan 6

Sabtu, 22 Oktober 2016

BEI Targetkan 230 Galeri Investasi di 2016 Ini

BEI Targetkan 230 Galeri Investasi di 2016 Ini

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan pihaknya terus mendorong perluasan program inklusi keuangan ke semua pelosok negeri. Upaya itu dimaksud untuk semakin membuka akses masyarakat ke sektor jasa keuangan. “Program ini bisa membantu pengentasan kemiskinan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Ahad, 16 Oktober 2016.

Menurut Muliaman, inklusi keuangan mampu mengurangi tingkat kemiskinan. Sebab, apabila akses terhadap sektor jasa keuangan sudah dekat, masyarakat bisa menabung, membuat usaha, dan ekonomi produktif. Ia menambahkan bahwa akses ke sektor tersebut tidak kalah penting dengan sektor pendidikan dan kesehatan.

Muliaman menilai semakin masyarakat mengenal dan menggunakan produk dan jasa keuangan dengan baik, maka kesejahteraannya akan semakin meningkat. Salah satu media yang bisa digunakan untuk mengenal sektor keuangan adalah pasar modal. Ia menyebut pasar modal sebagai primadona baru di sektor keuangan karena memiliki banyak keunggulan, khususnya pembiayaan jangka panjang.

Muliaman memastikan bahwa OJK akan terus mendorong pengembangan pasar modal, misalnya dengan mendukung program Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di berbagai kampus. Harapannya, mahasiswa dan masyarakat semakin mengenal produk dan jasa pasar modal.

Hari ini OJK meresmikan Galeri Investasi BEI di Universitas Nusa Nipa Maumere, Nusa Tenggara Timur. Muliaman menuturkan bahwa galeri tersebut adalah yang ke-62 yang diresmikan tahun ini, bahkan menjadi galeri investasi BEI pertama di Maumere dan kedua di Nusa Tenggara Timur. Sementara total galeri investasi hingga saat ini, tercatat ada 217 di perguruan tinggi di Indonesia.

Selain itu, Muliaman mengimbau agar akses keuangan harus dibuka seluas-luasnya, bukan hanya di bidang pasar modal, melainkan juga di perbankan dan industri keuangan nonbank. Tujuannya agar inklusi keuangan semakin baik sejalan dengan program Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia.

Selasa, 18 Oktober 2016

Dua Anak Perusahaan Angkasa Pura I akan IPO pada 2018

Dua anak usaha AP I akan IPO pada 2018
JAKARTA. PT Angkasa Pura 1 berniat untuk menawarkan saham dua anak perusahaannya kepada publik pada 2018 mendatang.
Technical Director AP I Polana B. Pramesti menyatakan, anak usaha yang ingin ditawarkan sahamnya ke publik yaitu Angkasa Pura Logistic dan Angkasa Pura Support. Aset keduanya masing-masing saat ini sekitar Rp 150 miliar.

"Kami berharap agar anak usaha bisa segera IPO mudah-mudahan tahun 2018. Paling tidak satu hingga dua anak usaha. Kira-kira yang paling siap saat ini adalah AP Logistik dan AP Support," katanya di Jakarta, Senin (17/10).
Polana mengatakan, dana yang akan dihimpun nantinya akan digunakan untuk kegiatan bisnis kedua anak usaha tersebut. "Sebagian ada untuk investasi rutin,".

Secara terpisah, Marketing & Business Director Angkasa Pura 1 Moch. Asrori menyebut bahwa kedua anak perusahaan AP I tersebut telah cukup kuat.
Ia mengatakan, baik untuk AP Logistic dan AP Support memiliki market yang luas. Tak hanya itu, pengalaman keduanya juga sudah cukup besar dalam masing-masing bisnisnya.
"Untuk AP support ini kita menyediakan alat-alat pendukung seperti xray, alat-alat metal detector, mobil kendaraan pemadam kebakaran. Marketnya bukan hanya AP 1 tapi AP 2, seluruh bandara juga perlu. Kemampuan high risk cleaning service kami untuk gedung-gedung airport juga sudah cukup besar," jelasnya. 

Sementara untuk AP Logistic, Asrori berharap jangkauan bisnisnya nanti akan meluas sampai ke Papua. Saat ini kargo milik AP Logistic kapasitasnya paling tinggi di Surabaya, yakni sekitar 100 ribu ton per hari.
"Saya harap kami bisa mengelola Jayapura yang 50 ton per hari. Kalau dari Biak dan dari Jayapura, kami bisa langsung masuk logistik ke arah pedalaman Irian, Wamena, Nabire. Jadi memang kamj marketnya akan kuat," ujarnya. 

sumber : Kontan

Kamis, 13 Oktober 2016

ASRI segera road show global bond



ASRI segera road show global bondJAKARTA. PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) sebentar lagi akan meluncurkan surat utang berdenominasi Amerika Serikat (AS). Sejauh ini perseroan telah menunjuk J.P. Morgan dan UBS untuk merencanakan sejumlah investor berpendapatan tetap di Asia yang akan dimulai pada tanggal 13 Oktober.

“Penawaran Reg S atas surat utang berdenominasi Dolar Amerika Serikat mungkin akan mengikuti, bergantung pada kondisi pasar,” terang Joseph Sanusi Tjong, Direktur Utama PT Alam Sutera Realty Tbk sebagaimana di kutip dalam keterbukaan informasi di situs Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Namun dalam pernyataan tersebut ASRI masih belum merinci nilai surat utang yang akan diterbitkannya. Joseph hanya mengatakan apa yang disampaikannya bukan merupakan penawaran untuk menjual atau ajakan atas suatu penawaran untuk membeli efek di Amerika Serikat.
Ia berjanji semua informasi mengenai penawaran efek nanti akan disampaikannya melalui prospektus dengan lebih terperinci. 

Terkait rencana aksi korporasi ini, perusahaan sudah mendapatkan rating dari lembaga riset internasional. Moody's memberikan peringkat B2 atau stabil, S&P memberikan peringkat B atau stabil, sedangkan Fitch memberikan peringkat B+ atau negatif.
Hasira De Silva, CFA Director Fitch Ratings Singapore Pte Ltd dalam risetnya mengatakan peringkat B diberikan karena lemahnya penjualan. Jika sampai akhir tahun 2017, ASRI tidak bisa mengantongi pra penjualan hingga Rp 3,5 triliun maka bisa jadi peringkatnya akan diturunkan. 

Sampai Agustus kemarin perseroan hanya mampu mengantongi pra penjualan sebesar Rp 1,15 triliun atau 23% dari target yang dibidik sebesar Rp 5 triliun.
“Ketidakmampuan perusahaan menjual menara perkantoran The Tower salah satu alasan dibalik lemahnya kontrak penjualan,” terangnya.





sumber : Kontan

Rabu, 05 Oktober 2016

Antam Raih Predikat "IDX Best Blue 2016"

Antam raih predikat
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) meraih predikat khusus "IDX Best Blue 2016" dari Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah mencatatkan pertumbuhan kinerja terbaik dalam setahun terakhir.

"Predikat itu hanya diberikan kepada satu perusahaan tercatat atau emiten, diharapkan dapat menjadi pemanis bagi aktivitas perdagangan saham di masa mendatang," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta

Ia menambahkan bahwa predikat itu juga diberikan untuk memacu emiten lainnya menghasilkan kinerja yang baik dan terus bertumbuh sehingga memberikan manfaat kepada para investor dan pemegang sahamnya.

"Dengan kinerja yang baik dan prospektif maka diharapkan dapat terefleksi pada peningkatan harga sahamnya sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan minat masyarakat berinvestasi di pasar modal," katanya.

Ia memaparkan, IDX Best Blue 2016 mengutip istilah "Blue Chip" yang telah dikenal di pasar modal sebagai kumpulan saham yang paling likuid ditransaksikan oleh investor.

Namun, lanjut dia, predikat IDX Best Blue berbeda dengan perusahaan tercatat yang tergabung dalam kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45.

IDX Best Blue lebih menitikberatkan pada besarnya jumlah investor dan pertumbuhan sahamnya. Sementara indeks LQ45 menitikberatkan pada likuiditas transaksi dan nilai kapitalisasi perusahaan.

Dalam menentukan IDX Best Blue 2016, BEI melihat saham-saham yang paling diminati untuk ditransaksikan oleh investor dengan turut memerhatikan data yang dimiliki oleh PT Kustodian Sentral Efek indonesia (KSEI).

"Data dan fakta itu menurut pendapat kami bisa mencerminkan sebuah kepercayaan pasar terhadap emiten yang menjadi pemenangnya," ujarnya.

Saat ini terdapat 535 saham dari emiten di BEI dan masing-masingnya memiliki perbedaan dalam karakteristik, struktur bisnis, kekuatan keuangan, sampai kepada ukuran bisnis.

Pada saat bersamaan, BEI juga memberikan predikat "IDX Top Ten Blue 2016" untuk PT Astra International Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT HM Sampoerna Tbk, PT Matahari Department Store Tbk, PT Pelat Timah Nusantara Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Sri Rejeki isman Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan PT Unilever Indonesia Tbk.

sumber : antara news

Karena Tax Amnesty, Pasar Modal Singapura Kalah dari RI

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius) Jakarta, Program Pengampunan Pajak atau tax amnesty berdampak besar pada pasar modal Indonesia. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya nilai transaksi harian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Utama BEI Tito Sulistio menerangkan, nilai transaksi harian saham meningkat cukup drastis sejak berjalannya Program Pengampunan Pajak.

"Saya menganalisa transaksi harian naik signifikan. Tadinya Rp 5,5 triliun per hari menjadi Rp 8 triliun per hari. Apakah ini efek tax amnesty? Bisa saja," ujar dia dalam acara Workshop Wartawan Pasar Modal di Bali.

Tito mengklaim transaksi harian ini lebih besar empat kali dari Singapura, dua kali dari Malaysia, dan 6 kali dari Filipina. "Kalah kita dari Singapura di kapitalisasi pasar," ujar dia.
Namun, Tito menjelaskan ada hal yang menarik di pasar modal Singapura. Di Singapura, sebanyak 250 perusahaan yang tercatat merupakan perusahaan asing. Celakanya, sebanyak 100 perusahaan bermasalah.
"Singapura punya 100 perusahaan dan lagi pusing. Singapura dari 250 perusahaan ada 100 perusahaan nggak jelas," jelas dia.

Tito melanjutkan, dengan kondisi tersebut, pasar modal Indonesia akan melampaui Singapura. Terlebih, pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan dari sisi emiten baru.
"Dan 5 tahun terakhir jumlah growth kita listed 26 persen‎ setahun. Malaysia minus 5 persen, Singapura minus 1. Dia malah banyak delisting daripada listing kalau dalam 3 tahun, kita akan kalahkan Singapura, Malaysia, Thailand," tutup dia.

sumber : Liputan 6

Selasa, 04 Oktober 2016

BEI Tetapkan 11 Perusahaan dengan Kinerja Terbaik


Direktur Utama BEI, Tito Sulistio  memberikan keterangan kepada wartawan terkait respon BEI Terhadap Terorisme , di BEI, Jakarta, Senin (18/1). Tito menjelaskan para investor tetap bertahan di perdagangan. (Liputan6.com/Angga Yuniar) 

Jakarta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menobatkan 11 perusahaan dengan kinerja terbaik dalam setahun terakhir. Kesebelas perusahaan tersebut ditetapkan sebagai IDX Best Blue.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, IDX Best Blue berbeda dengan LQ45.

"Kalau LQ45 kita melihat besarnya the company absolut . Kita lihat likuiditas kalau 11 perusahaan the best blue kita lihat sebagai sahamnya," jelas dia di Gedung BEI Jakarta
 

Tito  menerangkan, kriteria utama penilaian perusahaan tersebut ialah berdasarkan kepemilikan dan transaksi saham perusahaan tercatat oleh investor dan anggota bursa.

Penilaian kedua berdasarkan nilai rasio profitabilitas, yakni perbandingan antara laba bersih perusahaan dengan aset bersihnya atau ekuitas (return on equity/ROE).

Selain itu, penilaian ini berdasarkan kenaikan harga saham dan aktivitas transaksi.

"Ternyata 11 perusahaan volumenya, jika volume BEI 1,3 persen, 11 perusahaan ini growth 37 persen. Kalau market cap lebih besar 15 persen, 11 perusahaan growth-nya 28 persen,"  jelas dia.

Atas penilaian itu, Tito mengatakan BEI menetapkan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebagai yang terbaik.

Berikut daftar 11 saham perusahaan terbaik tersebut:

1. PT Astra Internasional Tbk
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
3. PT HM Sampoerna Tbk
4. PT Matahari Departemen Store Tbk
5. PT Pelat Timah Nusantara Tbk
6. PT Perusahaan Gas Negara Tbk
7. PT PP Tbk
8. PT Sri Rejeki Isman Tbk
9. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
10. PT Unilever Indonesia Tbk
11. PT Aneka Tambang Tbk. 


sumber : Liputan 6