lkti Investor Asing Buru Saham di Pasar Modal RI ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Minggu, 06 Maret 2016

Investor Asing Buru Saham di Pasar Modal RI

- 

Jakarta - Mengawali tahun 2016, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menorehkan hasil positif. Hal ini didukung dengan aliran dana investor asing masuk ke pasar modal Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 5,47 persen ke level 4.844,04 secara year to date (Ytd). 


Kinerja IHSG ini pun berada di posisi kedua, di bawah bursa saham Thailand. Indeks saham Thailand (SET Index) mencatatkan kenaikan 6,79 persen di antara bursa saham global.
Posisi ketiga ditempati bursa saham Filipina dengan menguat 0,16 persen. Sementara itu, bursa saham lainnya cenderung tertekan. Bursa saham China alami penurunan terbesar dengan turun 19,20 persen. Disusul bursa saham Jepang merosot 10,89 persen.
Hingga perdagangan saham kemarin, sektor saham barang konsumsi mencatatkan kenaikan tertinggi mencapai 17,79 persen. Kemudian disusul sektor saham manufaktur sebesar 13,96 persen dan sektor saham aneka industri sebesar 10,24 persen.
Aliran dana investor asing pun mencapai Rp 3,48 triliun sepanjang 2016. Pada perdagangan saham kemarin, pembelian investor asing  mencapai Rp 980,7 miliar.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menuturkan, ada sejumlah faktor yang membuat investor asing masuk ke Indonesia. Faktor makro ekonomi mendukung penguatan aliran dana investor asing. Apalagi dengan selisih suku bunga acuan dengan inflasi lebar. Tercatat suku bunga acuan di kisaran 7 persen. Sementara itu, inflasi tercatat 4,42 perse.
"Selisih suku bunga dengan inflasi itu lebar. Investor asing juga mencari return, dan kita lihat pasar masih akan naik," kata Hans.
Kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik pada kuartal IV 2015. "Ditambah suku bunga negatif di Eropa dan Jepang," ujar Hans.

Hans menambahkan, faktor perbaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga mendukung aliran dana investor asing masuk ke pasar modal. Kurs referensi jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) telah menguat sekitar 5,3 persen dari posisi 13.898 per dolar AS menjadi 13.159 per dolar AS. 

  • Sumber : Liputan 6

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik.Tidak mengandung SARA, promosi, atau melakukan tindakan tercela lainnya. Jagalah etika dalam berkomentar. Terima kasih.