lkti Maret 2016 ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar Modal Indonesia pernah jatuh bangun pada masa penjajahan Belanda. Namun, mulai era orde baru, Pasar Modal Indonesia kembali hidup...

RI Raih Investment Grade, IHSG Meroket

Lembaga pemeringkat Internasional Standard Poors (SP) menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi atau investment grade. Kenaikan peringkat tersebut langsung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cetak rekor dan rupiah menguat tajam. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (19/5/2017)...

Ditjen Pajak Bisa Intip Data Investor Pasar Modal

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan. Artinya kini Direktorat Jenderal Pajak bisa mengorek...

Sekolah Pasar Modal Pengurus SPM 1 dan SPM 2

SPM 1 dan SPM 2 yang dilaksanakan di BEI cabang Padang pada tanggal 13 Mei 2017 yang diikuti oleh pengurus baru Gibei FE Unp. Pengurus baru mendatangi BEI cabang Padang untuk melakukan SPM 1 dan SPM 2 pada pukul 08.00 untuk melaksanakan SPM 1 hingga pukul 12.00 dilanjutkan lagi SPM 2 pada pukul 01.30 hingga selesai pada pukul 04.00 sore...

Apa Itu Saham ?

Hallo guys minggu kemaren kita sudah kenalan sama ınvestasi dan kıta juga sudah tau mengapa investasi itu penting, lalu sesuai dengan judul tulisan kali ini, kıta akan membahas mengenai saham...

Selasa, 29 Maret 2016

Rilis Paket Ekonomi Picu IHSG Naik Tipis


Pengunjung memfoto pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta,  Jumat (27/11). Bursa saham Indonesia kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar) 
Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan  (IHSG) bervariasi pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Akan tetapi, IHSG mampu dapat berakhir di zona hijau.
 
Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (29/3/2016), IHSG naik tipis 7,67 poin atau 0,16 persen ke level 4.781,29. Indeks saham LQ45 menguat 0,21 persen ke level 829,31. Sebagian besar indeks saham acuan menguat dan melemah.
Ada sebanyak 146 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. Sementara itu, 144 saham melemah, dan menahan penguatan IHSG. 92 saham lainnya diam di tempat.
Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 4.786,21 dan terendah 4.760,03. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 214.720 kali dengan volume perdagangan saham 7,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 6 triliun.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp 300 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 300 miliar.
Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham barang konsumsi naik 1,58 persen, dan mencatatkan kenaikan terbesar pada hari ini. Disusul sektor saham industri dasar menguat 0,87 persen dan sektor saham manufaktur mendaki 0,79 persen.
Sementara itu, sektor saham aneka industri melemah 2,03 persen, dan membukukan penurunan terbesar pada hari ini.
Dolar AS pun masih berada di kisaran Rp 13.380. Bursa saham Asia cenderung bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,10 persen ke level 20.366,30. Diikuti indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,62 persen ke level 1.994,91.
Bursa saham Asia lainnya yang tertekan antara lain indeks saham Jepang Nikkei melemah 0,18 persen ke level 17.103,52, indeks saham Shanghai tergelincir 1,28 persen ke level 2.919, indeks saham Singapura susut 0,31 persen ke level 2.821,42, dan indeks saham Taiwan melemah 0,84 persen ke level 8.617,35.
Saham-saham berkapitalisasi besar mencatatkan penguatan dan sebagai penggerak indeks saham. Saham-saham itu antara lain saham BMRI naik 1,24 persen ke level Rp 10.200 per saham, saham UNVR menguat 2,32 persen ke level Rp 42.975 per saham, dan saham KLBF mendaki 0,78 persen ke level Rp 1.290 per saham.
Sementara itu, saham-saham menekan IHSG antara lain saham SMGR melemah 3,3 persen ke level Rp 10.250 per saham, saham BBTN tergelincir 2,58 persen ke level Rp 1.700 per saham, dan saham ADRO susut 2,99 persen ke level Rp 650 per saham.

Analis PT Asjaya Indosura Securities, William Suryawijaya menuturkan sejumlah sentimen mempengaruhi laju IHSG.
Pemerintah merilis paket kebijakan ekonomi jilid XI memberikan sentimen positif untuk pelaku pasar. Lantaran paket kebijakan ekonomi jilid XI itu mendukung sektor properti. Akan tetapi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan membuat IHSG sempat berada di zona merah.
William juga menilai, harga minyak masih mempengaruhi laju IHSG. Harga minyak masih di level rendah menekan sektor saham tambang. "IHSG dapat berakhir positif di dorong kebijakan ekonomi yang dikeluarkan," kata William. 

  • Sumber : Liputan 6

Jumat, 25 Maret 2016

BEI: 40 Perusahaan Nyatakan Minati IPO

   BEI suspensi saham INDY sehubungan kenaikan harga
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa sekitar 40 perusahaan di dalam negeri berminat untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).

"Hampir 40 perusahaan sudah menyatakan minat untuk IPO dalam rangka meraih dana ekspansi, proyek pemerintah diharapkan terus jalan. Sekitar 10 perusahaan di antaranya sudah menunjuk penjamin pelaksana emisi (underwriter) untuk membantu prosesnya," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan bahwa BEI akan gencar membuka galeri atau kantor cabang di daerah untuk dapat lebih mengedukasi dan mensosialisasikan kepada perusahaan mengenai manfaat melakukan IPO.

Selain itu, BEI juga akan menambah jumlah produk investasi di pasar modal agar lebih bervariasi sehingga menarik minat masyarakat berinvestasi, dan memperkuat modal perusahaan sekuritas.

Tito Sulistio mengatakan bahwa tren indeks BEI yang mulai bergerak menguat setelah sempat terkoreksi hingga menyentuh level 4.300 poin pada tahun lalu hingga saat ini berada di kisaran 4.800-4.900 poin dapat menambah kepercayaan yang positif, baik oleh perusahaan maupun investor terhadap industri pasar modal.

"BEI optimistis kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI akan membaik seiring dengan perekonomian nasional. Target 30 perusahaan melaksanakan IPO tahun ini bisa tercapai," ucapnya.

Ia juga mengatakan bahwa salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor perbankan juga menyatakan minatnya melakukan IPO. Pada kuartal ini BUMD itu sedang melakukan kajian mengenai rencana IPO.

"Dari sejumlah perusahaan yang menyatakan minat IP itu terdiri atas beberapa sektor usaha, seperti sektor konsumer, pelayaran, farmasi, properti, dan lainnya," katanya.

Sepanjang tahun 2016 ini, baru terdapat tiga perusahaan yang telah resmi mencatatkan sahamnya di BEI yakni PT Bank Artos Indonesia Tbk, PT Mitra Pemuda Tbk, dan PT Mahaka Radio Integra Tbk. 


  • Sumber : Antaranews.com

Minggu, 20 Maret 2016

Pasar Keuangan Menguat, Dorong Kinerja Reksa Dana

Image

Berikut adalah reksa dana dengan return tertinggi dalam sebulan terakhir:
1) Reksa Dana Saham: Sentra Dana Ekuitas (10,37%)
2) Reksa Dana Saham Syariah: Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (7,94%)
3) Reksa Dana Campuran: Net Dana Flexi (10,13%)
4) Reksa Dana Campuran Syariah: Pratama Syariah Imbang(4,53%)
5) Reksa Dana Pendapatan Tetap: Ashmore Dana USD Nusantara (5,24%)
6) Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah: MNC Dana Syariah (2,20%)
7) Reksa Dana Pasar Uang: Nikko Indonesia Money Market Fund (0,81%)
8) Reksa Dana Pasar Uang Syariah: Insight Money Syariah Syariah (0,94%)


Benchmark Reksa Dana:
- Inflasi Februari: -0,09%
- Bunga Deposito Februari Setelah Dikurangi Pajak: 0,58%
- IHSG: 2,52%
- Indeks Reksa Dana Saham:2,61%
- Indeks Reksa Dana Saham Syariah: 3,35%
- Indeks Reksa Dana Campuran: 1,80%
- Indeks Reksa Dana Campuran Syariah: 2,18%
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap: 1,17%
- Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah: 0,95%
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang: 0,34%
- Indeks Reksa Dana Pasar Uang Syariah: 0,19%


Summary
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham pada Kamis, 17 Maret 2016 ditutup menguat seiring dengan penurunan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 6,75 persen. IHSG bergerak ke zona positif 4.885,69 atau naik 0,50 persen. 
Penguatan terbesar IHSG ditopang dari sektor pertambangan sebesar 2,70 persen dan sektor aneka industri sebesar 1,50 persen. Sementara  yang melemah hanya sektor barang konsumsi sebesar 0,04 persen.
Bursa saham yang menghijau ini tentunya juga mendorong kinerja reksa dana saham dan campuran yang ikut terangkat. Dalam kurun waktu satu bulan, indeks reksa dana saham dan campuran menghasilkan return 2,61 persen dan 1,80 persen.

Pada pasar surat utang, harga obligasi naik (apresiasi) dengan penurunan yield obligasi dari 7,79 persen menjadi 7,62 persen. Hal ini ikut mendorong kinerja reksa dana pendapatan tetap. Indeks reksa dana pendapatan tetap tercatat menghasilkan return 1,17 persen sebulan.
Sementara reksa dana pasar uang masih stabil dan cenderung meningkat. Return indeks reksa dana mencapai 0,34 persen dalam sebulan. Portofolio efek pasar uang memiliki risiko fluktuasi pasar yang rendah bila dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya dipasar modal. Adapun efek pasar uang berupa deposito dan surat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

  • Sumber : Bareksa.com

Senin, 14 Maret 2016

Bursa Saham Asia Positif Terpengaruh Wall Street

Bursa saham Asia bergerak menguat dengan indeks saham MSCI Asia Pacific naik 0,1% pada perdagangan saham Jumat pekan ini.
Tokyo - Bursa saham Asia bergerak menguat di awal pekan ini didorong bursa saham Amerika Serikat (AS) yang menuai hasil positif pada akhir pekan lalu. 
Indeks saham MSCI di luar Asia Pasifik naik 0,4 persen. Indeks saham Jepang Topix menguat 1,3 persen. Diikuti indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,1 persen. Indeks saham Australia menanjak 0,8 persen. Indeks saham Selandia Baru 50 menguat 0,9 persen.

Sejumlah sentimen mempengaruhi laju bursa saham Asia. Bank sentral Jepang akan mulai melakukan pertemuan pada Senin pekan ini. Berdasarkan sumber Reuters, ada pun kebijakan yang ditetapkan untuk dibahas seperti membebaskan US$ 90 miliar untuk dana jangka pendek dan pemberlakuan tingkat suku bunga negatif.

Bank sentral Jepang diperkirakan tetap pada kebijakannya setelah mengadopsi suku bunga negatif pada pertemuan akhir Januar.
Pada akhir pekan lalu, China juga merilis sejumlah data yang terus menunjukkan pelemahan. Hasil produksi manufaktur pada Januari dan Februari cenderung melambat sejak 2008.
Sementara itu, penjualan ritel naik meski ini merupakan kenaikan paling lambat sejak Mei 2015. Akan tetapi, pendorong ekonomi yaitu investasi aset tetap naik 10,2 persen dalam dua bulan pertama dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.
"Data China keluar pada akhir pekan menunjukkan pelemahan di semua lini. Akan tetapi jelas bahwa pengeluaran pemerintah dan pemulihan di pasar properti membantu pertumbuhan. China terlihat kembali ke investasi dan pola pertumbuhan yang riil. Agak bertentangan dengan klaim mereka dari rebalancing ekonomi," ujar Angus Nicholson, Analis IG Markets.

Di pasar uang, dolar stabil terhadap sejumlah mata uang. Indeks dolar AS berada di posisi 96,21. Sedangkan terhadap yen, dolar AS turun tipis ke 113,82. Ada pun euro naik 0,1 persen menjadi US$ 1,1159.
Pada awal pekan ini, harga minyak lebih rendah setelah menguat dua persen pada Jumat pekan lalu. Harga minyak mentah AS tergelincir 0,3 persen menjadi US$ 38,37 per barel. Harga minyak Brent melemah tipis 0,1 persen menjadi US$ 40,34 per barel.

  • Sumber : Liputan 6

Rabu, 09 Maret 2016

Ini Alasan IHSG & Rp Jadi Yang Terkuat di Asia

 
Catatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dua bulan terakhir diproyeksi oleh ekonom senior Faisal Basri dapat mencetak rekor baru tahun ini.

Secara year-to-date, kenaikan IHSG 2,46 persen merupakan angka terbesar kedua di kawasan Asia setelah Thailand. Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta mengatakan prestasi yang dicetak IHSG tak lepas dari menguatnya nilai tukar rupiah yang melebihi ekspektasi.
"Pergerakan nilai tukar di suatu negara berbanding lurus dengan pertumbuhan. Jadi sebetulnya penguatan rupiah bukan karena ekonomi kita yang lebih baik di kawasan Asia melainkan pertumbuhan kita yang telat dibandingkan dengan negara lain sehingga efeknya baru terasa belakangan," kata Rangga.

Grafik: Pergerakan IHSG Terhadap Dolar AS Sejak Awal Tahun Hingga 25 Februari 2016 Sumber: Bloomberg.com

Investor sebelumnya memproyeksi pemulihan pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah dirasakan pada kuartal pertama 2015 setelah Joko Widodo terpilih menjadi Presiden RI. Tetapi ternyata belanja pemerintah baru bisa dilaksanakan akhir tahun 2015.
Selain itu faktor penguatan rupiah juga akibat peluang Bank Sentral Amerika menaikan Fed Rate mengecil, meskipun The Fed memproyeksi akan ada kenaikan menjadi 1,5 persen. Tetapi dengan turunnya harga minyak serta indikator ekonomi Amerika yang masih lemah menekan ekspektasi tersebut.

Optimisme pergerakan nilai tukar rupiah juga diperlihatkan Bank Indonesia yang telah menurunkan BI Rate 50 basis poin (bps) dalam dua bulan terakhir ini.
Hal yang diluar ekspektasi ini membuat penguatan rupiah menjadi terbesar kedua di kawasan Asia. Year-to-date, rupiah menguat menjadi Rp13.381 per dolar Amerika dari sebelumnya Rp13.632.

Garfik: Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Sejak Awal Tahun Hingga 25 Februari 2016


Sumber: Bloomberg.com

Namun penguatan rupiah dan IHSG ini dilihat Rangga belum menunjukan adanya pemulihan ekonomi. Rangga mengatakan pertumbuhan PDB di kuartal akhir 2015 lebih ditopang oleh belanja negara, bukan dari pulihnya daya beli masyarakat.

Defisit transaksi berjalan (current account deficit)  kuartal IV-2015 melebar menjadi $5,11 miliar atau 2,39 persen dari PDB dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya $4,2 miliar atau 1,94 persen dari PDB.
Melebarnya defisit transaksi berjalan pada kuartal IV-2015 dipicu oleh turunnya surplus nonmigas dan tingginya peningkatan impor kelompok barang modal diikuti oleh kelompok barang konsumsi dan bahan baku akibat dari belanja modal pemerintah untuk infrastruktur.

Selain itu dari sisi transaksi finansial di tahun 2015 juga mengecil dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Melihat dua transaksi tersebut menandakan penguatan rupiah belum ditopang oleh arus dana. Artinya penguatan lebih disebabkan oleh faktor ekspektasi akan infrastruktur.
Untuk itu pemerintah harus menjaga ekspektasi dari investor dengan merealisasikan proyek-proyek infrastruktur yang direncakan. Januari 2016 kemarin, pemerintah menetapkan 30 proyek prioritas untuk pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan tol, pembangkit listrik hingga jalur kereta

  • Sumber: Bareksa

Senin, 07 Maret 2016

Mahasiswa FE UNP Menjuarai Trading Competition GIBEI Fair Unand 2016


Minggu (6/3) perwakilan dari mahasiswa Fakultas Ekonomi UNP berhasil mendapatkan predikat juara untuk yang kedua kalinya. Tim yang diwakilkan yaitu Putra Sumatra yang beranggotakan Ricky Savega, Adriansyah dan Putri Prihatini serta tim Investor Muda yang beranggotakan Qadra Hisna, Ridwan dan Yunita Larasati.

Kompetisi ini diikuti oleh 5 perguruan tinggi se-Sumatra Bagian Tengah yang diikuti oleh 17 tim. Acara yang diadakan selama 2 minggu ini di dapat 5 finalis yang berhasil melaju ke babak selanjutnya. Tim yang masuk ke tahap final adalah tim yang mendapatkan profit tertinggi. 

Acara tersebut diadakan selama 2 minggu untuk tahap trading dan selanjutnya diadakan tahap presentasi bagi tim yang berhasil masuk final. Tahap final diadakan pada Minggu (6/3) dimulai dari pukul 08.30 WIB yang mana pada acara tersebut mempresentasikan profit yang didapatkan dengan Analisis Fundamental dan Teknikal. 

Dan akhirnya pada tahap final didapatlah 3 juara terbaik, yang mana Juara 1 didapat oleh tim Putra Sumatra perwakilan UNP, juara 2 dari Berkshire perwakilan Unand dan juara 3 oleh Investor Muda perwakilan dari UNP.

Tim Putera Sumatra

Tim Investor Muda
 
Selamat atas keberhasilan juaranya, semoga pada masa yang akan datang dapat menjadi investor handal dan cerdas dalam pasar modal Indonesia.

Minggu, 06 Maret 2016

Investor Asing Buru Saham di Pasar Modal RI

- 

Jakarta - Mengawali tahun 2016, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menorehkan hasil positif. Hal ini didukung dengan aliran dana investor asing masuk ke pasar modal Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 5,47 persen ke level 4.844,04 secara year to date (Ytd). 


Kinerja IHSG ini pun berada di posisi kedua, di bawah bursa saham Thailand. Indeks saham Thailand (SET Index) mencatatkan kenaikan 6,79 persen di antara bursa saham global.
Posisi ketiga ditempati bursa saham Filipina dengan menguat 0,16 persen. Sementara itu, bursa saham lainnya cenderung tertekan. Bursa saham China alami penurunan terbesar dengan turun 19,20 persen. Disusul bursa saham Jepang merosot 10,89 persen.
Hingga perdagangan saham kemarin, sektor saham barang konsumsi mencatatkan kenaikan tertinggi mencapai 17,79 persen. Kemudian disusul sektor saham manufaktur sebesar 13,96 persen dan sektor saham aneka industri sebesar 10,24 persen.
Aliran dana investor asing pun mencapai Rp 3,48 triliun sepanjang 2016. Pada perdagangan saham kemarin, pembelian investor asing  mencapai Rp 980,7 miliar.

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee menuturkan, ada sejumlah faktor yang membuat investor asing masuk ke Indonesia. Faktor makro ekonomi mendukung penguatan aliran dana investor asing. Apalagi dengan selisih suku bunga acuan dengan inflasi lebar. Tercatat suku bunga acuan di kisaran 7 persen. Sementara itu, inflasi tercatat 4,42 perse.
"Selisih suku bunga dengan inflasi itu lebar. Investor asing juga mencari return, dan kita lihat pasar masih akan naik," kata Hans.
Kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik pada kuartal IV 2015. "Ditambah suku bunga negatif di Eropa dan Jepang," ujar Hans.

Hans menambahkan, faktor perbaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga mendukung aliran dana investor asing masuk ke pasar modal. Kurs referensi jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) telah menguat sekitar 5,3 persen dari posisi 13.898 per dolar AS menjadi 13.159 per dolar AS. 

  • Sumber : Liputan 6

Sabtu, 05 Maret 2016

BEI Umumkan ELSA Masuk UMA

gibeifeunp.com

Saham Elnusa Tbk (ELSA) diumumkan oleh BEI pada hari Jumat (04/03) hari ini, sedang bergerak dalam pola di luar kebiasaan. Kondisi tersebut menyebabkan BEI memasukkan saham perusahaan ini ke kategori unusual market activity (UMA).
Berdasarkan penuturan oleh Irvan Susandy, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi dan Eko Siswanto, Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI, yang dikutip oleh Kontan, pihaknya tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham ELSA. Sembari menekankan bahwa pengumuman UMA tidak lantas berarti ada pelanggaran, dua pejabat BEI tersebut juga mengimbau pada para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan berbagai hal kain sebelum mengambil keputusan investasi.

sumber:  seputarforex.com

Selasa, 01 Maret 2016

Pertemuan G20 Bakal Jadi Sentimen Pendorong IHSG



Pengunjung memfoto pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta,  Jumat (27/11). Bursa saham Indonesia kembali melemah pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar) 
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bakal konsolidasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan saham sepekan ini. Pergerakan IHSG di sepanjang pekan ini akan dipengaruhi oleh sentimen global.

Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, pelaku pasar merespons hasil pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20 di Shanghai, China. Dia mengatakan, dengan pertemuan tersebut diharapkan Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengeluarkan stimulus karena mempunyai kiluditas yang cukup untuk memberikan stimulus.

"Bank Sentral Eropa akan menambah stimulus ekspektasi dari pertemuan menteri keuangan G20 di Shanghai akan sepakat untuk menanggulangi perlambatan globa katanya.


Namun, Hans mengatakan gerak IHSG cenderung terbatas karena pelaku pasar fokus pada rencana Bank Sentral Amerika (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) untuk kembali menaikan suku bunga acuan. "Pasar mulai koreksi seiring inflasi umum Amerika Serikat yang ada di angka 1,5 persen. Realisasi inflasi itu menimbulkan ekspektasi suku bunga naik," ujarnya.

Hans memperkirakan, dalam sepekan IHSG akan bergerak pada level support 4.700 hingga 4.652 dan resistance pada level 4.722 hingga 4.759.

"Kalau AS menaikan suku bunga berarti ekonominya membaik. Dengan perekonomiannya membaik kita pikir IHSG naik tapi memang terbatas karena pasar hati-hati," ungkap dia.

PT Sinarmas Sekuritas mengungkapkan, IHSG akan bergerak menguat di awal pekan. IHSG akan bergerak di level support 4.700 dan resistance 4.800.

Hans merekomendasikan akumulasi saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Charoen Pokhphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).



  • Sumber : Liputan 6


Pertemuan G20 Beri Dampak Positif untuk RI

Petugas menunjukkan uang pecahan US$100 di penukaran uang, Jakarta, Rabu (23/9/2015). Mata uang Rupiah  sempat melemah ke level 14.655 per dolar AS pada perdagangan pukul 09.50 waktu Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta - Komitmen negara-negara yang tergabung dalam G20 untuk menanggulangi perlambatan ekonomi global akan berdampak positif kepada Indonesia. Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 berkumpul di Shanghai, China, 26-27 Februari 2016 untuk membahas mengenai permasalahan ekonomi dunia.

Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menjelaskan, kondisi Eropa saat ini memiliki likuiditas yang cukup. Dengan adanya komitmen penanggulangan ekonomi global, besar kemungkinan Bank Sentral Eropa (ECB) akan memperpanjang stimulus. Itu berarti, akan terjadi aliran dana masuk (capital inflow) ke negara berkembang salah satunya ke Indonesia.

"Eropa cenderung provide likuiditas sekarang. Kalau G20 sepakat mengatasi perlambatan ekonomi dunia hampir pasti menambah stimulus di Eropa sama Jepang karena dua negara tersebut memang melambat. China tak berkembang dan , Amerika Serikat (AS) ekspansi. Jadi kemungkinan akan menambah stimulus, stimulus ini provide dana yang masuk emerging market termasuk Indonesia," tuturnya.

Hans mengatakan, aliran dana tersebut memang tidak terlalu besar. Namun, aliran dana tersebut berdampak positif untuk Indonesia. "Belum tahu persis tapi kemungkinan bisa dilakukan (memperpanjang stimulus) tapi kalau menambah tidak banyak, tapi tetap bisa menambah walau sedikit, ekspektasi pasar bisa berubah," jelanya


Meski begitu, kondisi perekonomian global masih rentan, terlebih rencana Inggris keluar dari Zona Eropa. Memang, kondisi itu tidak besar pengaruhnya ke Indonesia. Namun, keluarnya Inggris akan memberi dampak besar ke Eropa.

"Memang saat ini jajak pendapat tipis ada beberapa yang menang, ada yang exit. Mungkin akan sangat ditentukan detik-detik terakhir, tapi belajar pengalaman kayak akan join zona Eropa, akan sesaat menimbulkan guncangan tapi akan keluar dengan baik," kata dia.

Namun, aliran dana masuk tersebut menjadi kekhawatiran sendiri bagi BI karena ada kemungkinan jika dana-dana tersebut tiba-tiba keluar bakal menyeret rupiah kembali ke dalam tren pelemahan.

Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengatakan, Indonesia dihadapkan pada dua situasi ekonomi global yang bertolak belakang. Amerika Serikat (AS) mengetatkan kebijakan moneter, tetapi negara lain justru melonggarkan kebijakan moneter.

"Dengan pengetatan moneter ini, uang akan lari ke AS. Tapi statement dari AS sendiri kelihatannya mulai ragu terhadap kondisi ekonominya, inflasi juga masih rendah. Jadi ini yang membuat kebijakan melebar dan menyempit tahun ini," katanya.

Imbasnya, menurut Juda, aliran dana asing kembali menyerbu negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Tak heran bila capital inflow masuk pada Januari-Februari ini, sehingga mendorong penguatan rupiah. "Saya rasa peluang penguatan rupiah masih akan ada, karena kita masih cukup otimistis inflow akan masuk," katanya.

Meskipun demikian, Juda mengingatkan agar Indonesia tetap waspada terhadap kemungkinan dana asing itu 'pulang kampung'. "Kita harus hati-hati, karena inflow bagai pedang bermata dua. Pada saat sekarang masuk, tapi di akhir tahun atau tahun depan AS melakukan tightening lagi, bisa jadi dana balik lagi. Hati-hati dengan inflow yang masuk sekarang, karena sifatnya jangka pendek," terang Juda.


  • Sumber : Liputan 6