lkti BUMN Go Public, Ini Untungnya Buat Masyarakat ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Kamis, 18 Februari 2016

BUMN Go Public, Ini Untungnya Buat Masyarakat




Kementerian BUMN. 
Jakarta - Melepas saham perusahaan yang bernaung di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke publik melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) dinilai memberikan manfaat yang besar. Selain memperkuat permodalan, langkah IPO dari perusahaan BUMN juga bisa menciptakan pemerataan pendapatan melalui kepemilikan saham.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat menuturkan, ada dua keuntungan yang bisa diperoleh masyarakat saat memiliki saham dari perusahaan BUMN yang menjalankan mekanisme IPO.

Keuntungan pertama adalah bisa memperoleh hasil. Jika sebuah perusahaan BUMN menjual saham dilevel Rp 1.000 per saham. Seiring berjalannya waktu harga saham tersebut naik menjadi Rp 1.100 per saham, aka jika masyarakat menjual saham kepemilikannya akan memperoleh hasil Rp 100 per saham. 


Keuntungan kedua adalah memperoleh dividen. Setiap perusahaan yang melantai di bursa selalu menjalankan aksi pembagian dividen. Pembagian dividen ini maksudnya adalah memberikan sebagian keuntungan dari perusahaan kepada pemilik saham. Setiap masyarakat yang memegang saham sebuah perusahaan dipastikan akan mendapatkan pembagian dividen tersebut.

"Jadi benefit yang lebih besar adalah memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memiliki saham BUMN dan ikut menikmati keuntungan yang diperoleh BUMN," ungkap Samsul

Samsul melanjutkan, dengan melantai di bursa, BUMN juga bakal lebih profesional. Dengan adanya pemegang saham tambahan maka perusahaan BUMN akan lebih terawasi. Mengingat sebagai perusahaan terbuka BUMN harus mengedepankan transaparansi.

"Dengan adanya tambahan pemegang saham akan membawa manfaat tambahan berupa profesionalisme pengelolaan BUMN," ujarnya.

Menimbang manfaat dari IPO, BEI meminta kepada para perusahaan BUMN untuk tidak perlu ragu lagi menjalankan aksi IPO. "Dengan banyaknya beneft yang dapat diperoleh oleh perusahaan yang sudah IPO mestikan tidak memberatkan keputusan untuk IPO," tuturnya.

BEI juga menepis anggapan jika perusahaan BUMN melepas sahamnya maka BUMN tersebut akan dikuasai asing. Menurut Samsul, BUMN akan tetap dalam kendali pemerintah selaku pemegang saham pengendali. "Iya, kan pemegang saham pengendalinya tetap pemerintah," ungkap Samsul.



  •  Sumber : Liputan 6

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik.Tidak mengandung SARA, promosi, atau melakukan tindakan tercela lainnya. Jagalah etika dalam berkomentar. Terima kasih.