lkti Layanan Ojek Online Dilarang, Saham Operator Taksi Melesat ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Sabtu, 19 Desember 2015

Layanan Ojek Online Dilarang, Saham Operator Taksi Melesat


Jakarta - Dua saham emiten transportasi darat yaitu PT Blue Bird Tbk (BIRD) dan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) melonjak signifikan menyambut akhir pekan ini.
Sentimen Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) menegaskan melarang pengoperasian ojek online ataupun layanan kendaraan online sejenis lainnya yang dinilai mendorong harga saham kedua emiten itu.

Berdasarkan data RTI, Jumat (18/12/2015) pukul 10.50 WIB, harga saham TAXI naik 26,61 persen ke level Rp 138 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 4.048 kali dengan nilai transaksi Rp 17,3 miliar. Harga saham TAXI yang melonjak signifikanseperti  ini telah terjadi sejak perdagangan saham Kamis kemarin. Saham TAXI naik 34,57 persen ke level Rp 109 per saham.

Sementara itu, saham PT Blue Bird Tbk menguat 9,29 persen ke level Rp 7.650 per saham. Harga saham BIRD sempat naik ke level tertinggi Rp 8.150 dan terendah Rp 7.200 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 80 kali dengan nilai transaksi Rp 1,1 miliar.
Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto menuturkan kenaikan harga saham BIRD dan TAXI tersebut dikarenakan adanya larangan Go-Jek dan layanan transpotrasi online sejenis lainnya. Ia menilai, secara tidak langsung kehadiran layanan kendaraan online tersebut telah menggerus pangsa pasar Blue Bird dan taksi Express.

"Kalau ada larangan tersebut jadi kembali ke semula dengan masyarakat menggunakan taksi. Ini berdampak pada emiten taksi yang jadi bagus," ujar David.
Ia menuturkan, penguatan harga saham PT Express Transindo Utama Tbk dan PT Blue Bird Tbk tersebut dapat terus menguat bila sentimennya berlanjut. "Apabila nanti ada penolakan besar dan Kementerian Perhubungan merevisi aturannya maka jadi sentimen negatif," kata David.
Melihat kondisi itu, David menyarankan untuk mencermati sentimen yang terjadi terkait larangan layanan transportasi online ini.


  • Sumber : Liputan 6

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik.Tidak mengandung SARA, promosi, atau melakukan tindakan tercela lainnya. Jagalah etika dalam berkomentar. Terima kasih.