lkti Berinvestasi Saham Sama Dengan Judi ? ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Jumat, 04 Desember 2015

Berinvestasi Saham Sama Dengan Judi ?

Berinvestasi Saham Sama Dengan Judi ?


Saham sebenarnya tidak dibuat untuk berjudi, melainkan menggunakan prinsip dagang biasa: penawaran dan permintaan, dan digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk meningkatkan kapital atau modal perusahaan.

Secara garis besar investasi saham di Bursa Efek Indonesia dianggap sesuai syariah apabila hanya melakukan jual-beli saham syariah dan tidak melakukan transaksi yang dilarang secara syariah. Saham-saham syariah yang dimaksud adalah saham saham yang termasuk Daftar Efek Syariah (DES) dan Jakarta Islamic Index (JII). Sampai tahun 2014, tercatat ada 500 saham yang ada di pasar modal, sedikitnya 300 saham sudah masuk dalam efek syariah.

Contoh transaksi yang haram adalah transaksi yang transaksi dengan unsur spekulasi atau tanpa alasan jelas. Transaksi saham itu bukan spekulasi karena dapat dipelajari melalui laporan keuangan perusahaan atau dinamakan Analisis Fundamental. Spekulasi itu terjadi apabila investor melakukan transaksi saham tanpa menggunakan analisa, riset atau pengetahuan maka dapat dikatakan transaksi investor tersebut tidak memenuhi prinsip syariah.

Untuk lebih menjamin investor saham yang ingin bertransaksi saham secara syariah, sekarang investor dapat membuka rekening saham syariah. Secara khusus rekening saham ini hanya dapat mentransaksikan saham dalam kategori syariah. Bila ada order untuk membeli saham di luar saham syariah secara otomatis akan ditolak oleh sistem.

Apakah bermain saham termasuk judi? Tidak! Kenapa? Berikut ini saya akan membahas hal yang membedakan antara bermain saham dengan berjudi, yakni :

Saham sudah disahkan secara resmi/hukum, bahkan sampai bisa mendirikan perusahaan saham contohnya perusahaan IDX.
Tidak semua orang bisa bermain saham, kenapa? Karena untuk bermain saham dibutuhkan modal dan pastinya bukan dalam jumlah yang kecil. Sedangkan judi bisa dilakukan dengan modal berapapun.
Bermain saham tidak hanya membutuhkan keberuntungan semata namun juga membutuhkan keahlian dalam menganalisis suatu saham dan harus mengetahui serta mengikuti perkembangan dari perusahaan yang akan dibeli sahamnya.

  • MUI pada tahun 2011 mengeluarkan Fatwa Halal untuk berinvestasi di pasar modal, jadi saham tidak bisa disamakan dengan berjudi.
  • Dari 480 saham yang tercatat di pasar modal, sedikitnya 300 saham sudah masuk dalam efek syariah, artinya ini menunjukkan jika investasi saham sudah masuk aman dan halal.


Untuk menjawab pertanyaan apakah saham sama dengan judi, bisa dilihat dari sisi hukum. Dari aspek legal, investasi saham merupakan investasi yang legal dan dijamin pemerintah. Investasi saham juga diatur dalam Undang Undang Pasar Modal. Jika melanggar hukum, tentu tidak ada Undang-Undangnya.


Tahun 2011 pasar saham juga sudah memperoleh fatwa halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) sesuai dengan syariah Islam. Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya fatwa 
Nomor: 80/DSN-MUI/III/2011 oleh DSN-MUI mengenai Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek Indonesia.

Bagaimana ? Masih takutkah berinvestasi saham ? Yuk nabung saham !

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik.Tidak mengandung SARA, promosi, atau melakukan tindakan tercela lainnya. Jagalah etika dalam berkomentar. Terima kasih.