lkti Desember 2015 ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar Modal Indonesia pernah jatuh bangun pada masa penjajahan Belanda. Namun, mulai era orde baru, Pasar Modal Indonesia kembali hidup...

RI Raih Investment Grade, IHSG Meroket

Lembaga pemeringkat Internasional Standard Poors (SP) menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi atau investment grade. Kenaikan peringkat tersebut langsung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cetak rekor dan rupiah menguat tajam. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (19/5/2017)...

Ditjen Pajak Bisa Intip Data Investor Pasar Modal

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan. Artinya kini Direktorat Jenderal Pajak bisa mengorek...

Sekolah Pasar Modal Pengurus SPM 1 dan SPM 2

SPM 1 dan SPM 2 yang dilaksanakan di BEI cabang Padang pada tanggal 13 Mei 2017 yang diikuti oleh pengurus baru Gibei FE Unp. Pengurus baru mendatangi BEI cabang Padang untuk melakukan SPM 1 dan SPM 2 pada pukul 08.00 untuk melaksanakan SPM 1 hingga pukul 12.00 dilanjutkan lagi SPM 2 pada pukul 01.30 hingga selesai pada pukul 04.00 sore...

Apa Itu Saham ?

Hallo guys minggu kemaren kita sudah kenalan sama ınvestasi dan kıta juga sudah tau mengapa investasi itu penting, lalu sesuai dengan judul tulisan kali ini, kıta akan membahas mengenai saham...

Sabtu, 19 Desember 2015

Ojek Online Kembali Diizinkan, Saham Operator Taksi Naik Terbatas






Pengunjung melintas di dekat monitor perkembangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka melemah sebesar 12,76 poin. (Liputan6.com/Immanuel Antonius) 

Jakarta - Saham operator taksi masih mencatatkan penguatan meski menjadi terbatas usai Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kembali mengizinkan layanan ojek online ataupun layanan transportasi online sejenis lainnya beroperasi kembali.Sebelumnya, layanan ojek online sempat dilarang karena tidak sesuai dengan Undang-undang (UU).

Berdasarkan data RTI hingga penutupan sesi pertama, Jumat (18/12/2015), harga saham PT Express Transindo Utama Tbk naik 14,68 persen menjadi Rp 125 per saham.
Kemudian saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) menguat 7,5 persen ke level Rp 7.525 per saham. Kedua saham ini masuk top gainer atau pencatat keuntungan terbesar pada perdagangan saham Jumat pekan ini bersama saham-saham lainnya yaitu saham Victoria Insurance Tbk (VINS) naik 15,62 persen ke level Rp 74 per saham pada perdagangan saham Jumat sesi pertama.
Kemudian saham PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) menguat 11,84 persen ke level Rp 85 per saham, dan saham PT Steady Safe Tbk (SAFE) mendaki 11,36 persen ke level Rp 98 per saham. Lalu saham PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mendaki 8,26 persen ke level Rp 1.180 per saham.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan kembali mengizinkan layanan ojek online ataupun layanan transpotrasi online sejenis lainnya beroperasi kembali.
Jonan menerangkan, sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, kendaraan roda dua sebenarnya tidak dimaksudkan untuk sebagai angkutan publik. Namun realitas di masyarakat menunjukkan adanya kesenjangan yang lebar antara kebutuhan transportasi publik dan kemampuan menyediakan angkutan publik yang layak dan memadai.
Kesenjangan antara kebutuhan transportasi dengan kemampuan menyediakan angkutan publik tersebut kemudian diisi oleh ojek dan akhir-akhir ini juga dilayani oleh transportasi berbasis aplikasi seperti Gojek dan lainnya.

  •  Sumber : Liputan 6

Layanan Ojek Online Dilarang, Saham Operator Taksi Melesat


Jakarta - Dua saham emiten transportasi darat yaitu PT Blue Bird Tbk (BIRD) dan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) melonjak signifikan menyambut akhir pekan ini.
Sentimen Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) menegaskan melarang pengoperasian ojek online ataupun layanan kendaraan online sejenis lainnya yang dinilai mendorong harga saham kedua emiten itu.

Berdasarkan data RTI, Jumat (18/12/2015) pukul 10.50 WIB, harga saham TAXI naik 26,61 persen ke level Rp 138 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 4.048 kali dengan nilai transaksi Rp 17,3 miliar. Harga saham TAXI yang melonjak signifikanseperti  ini telah terjadi sejak perdagangan saham Kamis kemarin. Saham TAXI naik 34,57 persen ke level Rp 109 per saham.

Sementara itu, saham PT Blue Bird Tbk menguat 9,29 persen ke level Rp 7.650 per saham. Harga saham BIRD sempat naik ke level tertinggi Rp 8.150 dan terendah Rp 7.200 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 80 kali dengan nilai transaksi Rp 1,1 miliar.
Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto menuturkan kenaikan harga saham BIRD dan TAXI tersebut dikarenakan adanya larangan Go-Jek dan layanan transpotrasi online sejenis lainnya. Ia menilai, secara tidak langsung kehadiran layanan kendaraan online tersebut telah menggerus pangsa pasar Blue Bird dan taksi Express.

"Kalau ada larangan tersebut jadi kembali ke semula dengan masyarakat menggunakan taksi. Ini berdampak pada emiten taksi yang jadi bagus," ujar David.
Ia menuturkan, penguatan harga saham PT Express Transindo Utama Tbk dan PT Blue Bird Tbk tersebut dapat terus menguat bila sentimennya berlanjut. "Apabila nanti ada penolakan besar dan Kementerian Perhubungan merevisi aturannya maka jadi sentimen negatif," kata David.
Melihat kondisi itu, David menyarankan untuk mencermati sentimen yang terjadi terkait larangan layanan transportasi online ini.


  • Sumber : Liputan 6

Rabu, 16 Desember 2015

Menunggu Keputusan The Fed, Bursa Asia Menguat


Menunggu Keputusan The Fed, Bursa Asia Menguat


Tokyo - Saham-saham di kawasan Asia Pasifik (Bursa Asia) menguat mengantisipasi keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed). 

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (16/12/2015), Indeks MSCI Asia Pasifik naik 1,4 persen pada pukul 10.08 waktu Tokyo Jepang. Indeks Topix Jepang juga menguat 1,9 persen dari level terendah dalam 8 pekan terakhir.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,7 persen, menguat untuk pertama kalinya sejak 7 Desember lalu. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,5 persen dan Indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,7 persen.


Dalam enam hari terakhir, sebagian besar bursa saham di kawasan Asia bergerak mendatar namun cenderung melemah. Sebagian besar pelaku pasar memang mengantisipasi keputusan dari The Fed yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga di akhir tahun ini.

Di awal pekan, Bursa Asia melemah mengabaikan data ekonomi China yang sebenarnya cukup baik dari perkiraan yang dirilis pada akhir pekan lalu. Pada Sabtu pekan lalu pertumbuhan hasil pabrik di China menuju ke level tertinggi dalam lima bulan pada November. Sedangkan penjualan ritel naik menjadi 11,2 persen, menuju level terkuat pada 2015.

"Pasar telah memiliki waktu yang tepat untuk mempersiapkan apa yang akan terjadi pada hari ini," tutur Analis Capital Ltd, Melbourne, Australia, Tim Schroeders. Ia melanjutkan, Keputusan The Fed akan mempengaruhi gerak pasar modal di akhir tahun ini.

Biasanya jelang libur natal dan tahun baru, pasar saham tak banyak bereaksi. Namun dengan adanya keputusan The Fed tersebut kemungkinan besar volatilitas pasar saham akan tinggi.

Sedangkan di AS, Dow Jones Industrial Averange (DJIA) naik 156,41 poin atau 0,90 persen ke level 17.524,91. S&P 500 terdongkrak 21,49 poin atau 1,06 persen ke level 2.043,43. Sedangkan Nasdaq menguat 43,13 poin atau 0,87 persen ke level 4.995,36.

Saham-saham di sektor energi menjadi pendorong kekuatan Wall Street. Saham Chevron Corp and Exxon Mobil Corp naik lebih dari 3,8 persen. Dalam dua hari terakhir, harga saham kedua perusahaan tersebut telah naik lebih dari 6,8 persen.



  • Sumber : Liputan 6

Selasa, 15 Desember 2015

Daftar Sekarang Juga Acara 'Konsultasi Basamo'

Daftar Sekarang Juga Acara 'Konsultasi Basamo'


Apa itu Konsultasi Basamo ?

Konsultasi Basamo adalah wadah bagi kalangan akademisi untuk mengetahui seputar pasar modal lebih mendalam. Konsultasi Basamo diadakan setiap hari Kamis/Jum'at selama jam kerja di Office Galeri Investasi BEI FE UNP di lantai 1 yang mana dalam satu kegiatan tersebut berisikan 5-8 orang calon investor/kalangan akademik/masyarakat.

Manfaat yang diperoleh:

Tentu saja bisa menegtahui seputar instrumen di pasar modal, berinvestasi di pasar modal dengan baik dan berbagai keuntungan lainnya.

Bagaimana cara mengikuti acara 'Konsultasi Basamo' ?

Serius ingin ikut acara kita ? Kalau berminat hubungi kontak berikut:
Keken: 081372164891 / BBM: 549DF2C3
Meri : 085365295254


BE YOUNG INVESTOR!

Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 7

Paket Kebijakan Ekonomi Jilid 7


Pemerintah kembali menerbitkan Paket Kebijakan Ekonomi VII.

Dalam paket ini terdapat kemudahan mendapatkan izin investasi, keringanan pajak untuk pegawai industri padat karya, dan kemudahan mendapatkan sertifikat tanah. 

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan, substansi pertama dalam paket kebijakan ketujuh adalah penambahan kemudahan pada izin investasi. 

Jika sebelumnya diperlukan waktu tiga jam untuk mendapatkan empat izin, maka kemampuannya kali ini ditingkatkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal menjadi sembilan izin dalam waktu tiga jam. 

Kedua, keringanan pajak penghasilan (PPh) bagi industri padat karya selama 2 tahun. Keringanan PPh ini akan dievaluasi, dan bisa diperpanjang melalui penerbitan peraturan pemerintah. 

"Wajib pajak yang memenuhi persyaratan industri padat karya dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh fasilitas ini," kata Darmin saat menyampaikan paket kebijakan ketujuh ini di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (4/12/2015). 

Untuk mendapatkan fasilitas itu, kata Darmin, perusahaan harus memiliki tenaga kerja minimal 5.000 orang. Setelah itu, perusahaan tersebut harus menyampaikan daftar pegawai yang akan diberikan keringanan. 

Selanjutnya, hasil produksi yang diekspor oleh perusahaan padat karya minimal 50 persen berdasarkan hasil produksi tahun sebelumnya. 

"Keringanan diberikan untuk lapisan kena pajak sampai dengan Rp 50 juta. Ini gaji karyawannya," ucap Darmin. 

Fasilitas keringanan berupa pengurangan PPh sebesar 50 persen dari angka yang ditetapkan tahun ini. Aturan ini berlaku mulai 1 Desember 2016. Substansi kedua masih menyangkut perusahaan padat karya. 

Ada perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2015 mengenai fasillitas pajak penghasilan untuk penanaman modal di wilayah tertentu. 

"Kalau investasi 100 persen, dia hanya akan diperhitungkan dalam perhitungan pajak 95 persen. Ada fasilitas 5 persen selama 6 tahun," ucap Darmin. 

Selain itu, ada pengurangan dividen yang dibayarkan subyek pajak luar negeri dari 20 persen menjadi 10 persen. 

"Ada percepatan depresiasi, kemudian perpanjangan lost carry forward. Kalau rugi, ruginya bisa diperhitungkan pada tahun setelahnya untuk mengurangi pembayaran pajaknya," ujar Darmin.

Fasilitas keringanan pajak ini juga diperpanjang dari 5 tahun menjadi 10 tahun. Jenis industri yang mendapat fasilitas ini juga meliputi industri alas kaki, industri sepatu olahraga, industri sepatu teknik lapangan, industri pakaian jadi, serta pakaian berbahan kulit. Aturannya akan dimasukkan dalam lampiran PP 18 Tahun 2015.  

"Dengan penambahan ini, industri tersebut dapat memperoleh fasilitas pajak di semua provinsi tanpa terkecuali," ujar Darmin. 

Substansi ketiga mengenai percepatan kemudahan sertifikasi tanah rakyat dalam rangka kepastian hak atas tanah dan mendorong pembangunan ekonomi masyarakat. 

Kebijakan ini akan dimulai dari pemberian sertifikat tanah untuk pedagang kaki lima, petani, dan sebagainya. 

"Bahkan, Kementerian Agraria akan mencetak juru ukur dan asisten juru ukur. Jadi, ada profesi baru yang nanti bisa ikut lelang untuk mengukur tanah rakyat," pungkas Darmin.

sumber: kompas

Jelang Pertemuan The Fed, Bursa Asia Melemah

Jelang Pertemuan The Fed, Bursa Asia Melemah


Tokyo - Bursa saham Asia tergelincir di awal pekan ini di tengah tertekannya harga minyak dunia ditambah dengan bursa saham Amerika Serikat (AS) yang melemah pada akhir pekan lalu.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,9 persen setelah menyentuh level terendah dalam 2,5 bulan.
Indeks saham Jepang Nikkei melemah 2,3 persen seiring menguatnya nilai yen.
Bank sentral AS akan menggelar pertemuan pada 15-16 Desember 2015. Pada pertemuan itu, bank sentral AS diharapkan dapat menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga akan menjadi langkah pertama menuju kondisi moneter ke arah normalisasi setelah pelonggaran kebijakan moneter yang membantu menopang aset berisiko.

Penjualan ritel naik menjadi 11,2 persen, menuju level terkuat pada 2015."Ini adil untuk mengatakan kalau bursa saham akan diuji dalam empat hari mendatang. Bank sentral AS akan menjadi katalis di bursa saham," ujar Analis IG Eval Lucas,  Senin (14/12/2015).
Sementara itu,  di pasar mata uang, dolar AS sedikit berubah menjadi 120,89 setelah merosot 0,5 persen pada Jumat pelan lalu. Sedangkan euro stabil di US$ 1,0977 setelah naik 0,4 persen pada akhir pekan lalu.

Bursa saham AS jatuh karna melemahnya indeks saham Dow Jones 1,8 persen dan indeks saham S&P 500 susut 1,9 persen. Penurunan bursa saham AS itu lantaran harga minyak tertekan. Harga minyak mentah AS turun 0,2 persen menjadi US$ 35,54 per barel.


  • Sumber : Liputan 6

Jumat, 11 Desember 2015

8 Strategi Investasi Saham Gaya Warren Buffett


8 Strategi Investasi Saham Gaya Warren Buffett


Jakarta - Warren Buffett dikenal sebagai salah satu investor terhebat sepanjang sejarah bursa saham modern. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan investasi Berkshire Hathaway Inc kini bernilai lebih dari US$ 300 miliar dengan keuntungan untuk dirinya sendiri sebesar US$ 60 miliar.

Banyak investor yang mencoba mengikuti strategi investasi orang terkaya keempat di dunia itu. Memahami prinsip investasi Buffett, investor tidak perlu mengeluarkan miliaran dolar Amerika Serikat untuk membeli sebuah perusahaan makanan, alat-alat rumah tangga, atau perusahaan rel kereta. 


Berdasarkan analisis situs 24/7 Wall Street, ada beberapa strategi yang dapat membantu investor "biasa" untuk berinvestasi layaknya Buffett. Strategi-strategi ini tidak bertujuan untuk mengejar langkah Buffett, melainkan mendorong investor membangun kekayaan dalam jangka panjang  dan membantu beradaptasi dengan pasar. 
 
Buffett mempertimbangkan dengan matang perusahaan yang akan dia beli. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan pilihannya tidak mudah terguncang ketika memasuki masa sulit. Ia juga mempertimbangkan tren industri untuk lebih dari satu dekade ke depan.

Masa kepemilikannya atas saham sebuah perusahaan termasuk cukup lama. Di dalam portofolio Buffett, kita bisa melihat Coca-Cola,  American Express Co, Wells Fargo & Co, dan International Business Machines Corp. 

Buffett sudah menjadi investor sejak lama. Kepemilikan sahamnya dalam empat perusahaan tersebut mengambil porsi 56 persen dari total nilai kekayaannya yang sebesar US$ 116 miliar per 31 Maret 2014.
 
Berikut ini delapan strategi yang bisa dicontek  investor agar dapat berinvestasi layaknya "sang maestro":


1. Fokus pada apa yang Anda ketahui dan yang mudah Anda pahami
 
Rahasia sukses Buffett utamanya karena ia kukuh pada apa yang diketahuinya. Bidang utamanya adalah asuransi, industri, peralatan serbaguna, dan rel kereta. Perusahaan terbesar yang dimilikinya begitu banyak dikenal, seperti American Express, Coca-Cola, Wells Fargo, dan IBM. Juga Heinz, GEICO, Fruit of the Loom, Netjets, serta selusin lebih perusahaan perhiasan, furnitur, dan retail.

Prinsip Buffett ialah: "berinvestasi pada bidang yang Anda minati, ketahui, dan berfokus pada produk-produk yang Anda gunakan. Berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang terhubung dengan profesi awal Anda juga cara lain yang jitu." 


2. Memiliki pandangan jangka panjang 
 
Buffett pernah bekata, kepemilikan sahamnya di sebuah perusahaan adalah untuk selamanya. Ia  pertama kali berinvestasi di Coca-Cola pada 1988, dan tak pernah menjual satu lembar pun sahamnya setelah itu. 

  3. Berinvestasi pada nilai dan harga yang tepat
 
Buffett percaya pada investasi nilai dan ia adalah penganut teknik valuasi Benjamin Graham. Buffett biasanya menelaah perusahaan-perusahaan dengan kepemilikan utang yang rendah dan return of equity yang tinggi. Buffett menyukai investasi di perusahaan yang menawarkan dividen dan buyback saham. 

Untuk waktu lama, selain IBM, Buffett tidak pernah mengejar saham atau perusahaan teknologi. Sebab, menurut investor asal Kota Omaha, Amerika Serikat ini, perusahaan teknologi berubah sangat cepat, memiliki rekam jejak yang pendek, dan memiliki valuasi yang mahal. 


4. Hanya beinvestasi pada manajemen yang bersih
 
Buffett tidak beinvestasi di perusahaan dengan manajemen yang belum teruji. Bahkan, ketika membeli sebuah perusahaan yang gulung tikar, ia memilih agar manajemennya juga ikut. Buffett pernah mengatakan, "Butuh waktu 20 tahun untuk membangun sebuah reputasi, dan lima menit untuk menghancurkannya." 


5. Bertindak ekstrem pada waktu yang tepat  
 
Selama masa depresi besar, ia mengambil strategi, "Takut ketika orang lain serakah, dan serakah ketika orang lain takut." Ini berarti berinvestasilah dengan semangat ketika pasar sedang remuk. Rekam jejak Buffett terbukti saat menyelamatkan perusahaan-perusahaan yang terkena resesi, seperti Bank of America, Goldman Sachs, General Electric, dan Dow Chemical.


6. Tahu kapan membeli
 
Tips Buffet adalah membeli saham secara perlahan dan teratur dari waktu ke waktu. Contohnya, ia  secara konsisten membeli saham Wells Fargo sejak masa resesi dan secara bertahap menambahkan kepemilikannya. Ia tidak senang memborong saham pada sekali waktu.


7. Menjaga dana cadangan 

 Seorang investor harus menjaga dana cadangan. Dana cadangan ini membuat investor dapat mengejar peluang investasi yang sayang untuk dilewatkan--misalnya ketika pasar jatuh, sekaligus menyediakan bantalan bagi hal-hal yang tidak terduga. Dana cadangan inilah yang selalu dimasukkan Buffett pada laporan tahunannya.

8. Ketahui kapan Anda membuat kesalahan
 
Terkadang kesalahan terjadi di luar kehendak kita. Buffett pernah bercanda tentang bagaimana ia berharap seandainya ia tidak pernah menjual sahamnya yang besar pada Walt Disney. Berkshire juga pernah memiliki sebuah saham bernilai miliaran dolar AS di Procter & Gamble (P&G) melalui merger antara P&G dan Gillette. Namun Buffett merasakan bahwa waktu telah berubah dan ia pun akhirnya memutuskan untuk melepas P&G. 


  • sumber: Tempo.co

BEI Catat Obligasi Selama 2015 Rp59,62 Triliun

 BEI Catat Obligasi Selama 2015 Rp59,62 Triliun


Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi surat utang atau obligasi dan sukuk selama tahun 2015 sebanyak 48 emisi dari 36 emiten senilai Rp59,62 triliun.

Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI, Eko Siswanto dalam keterbukan informasi di Jakarta, mengemukakan bahwa jumlah itu bertambah seiring dengan dicatatnya obligasi dan sukuk ijarah berkelanjutan I Indosat tahap III tahun 2015 yang diterbitkan oleh PT Indosat Tbk mulai dicatatkan di BEI.

Dijelaskan, Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Indosat Tahap III Tahun 2015 yang dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp900 miliar. Obligasi Indosat Tbk yang diterbitkan itu terdiri dari empat seri, yakni seri A (ISAT01ACN3) dengan nilai nominal Rp201 miliar dengan jangka waktu tiga tahun.

Kemudian, seri B (ISAT01BCN3) dengan nilai nominal Rp301 miliar dengan jangka waktu lima tahun. Seri C (ISAT01CCN3) senilai nominal Rp130 miliar dengan jangka waktu tujuh tahun. Dan seri D (ISAT01DCN3) dengan nilai nominal Rp162 miliar jangka waktu 10 tahun.

Sementara untuk sukuk ijarah terdiri dari dua seri, yakni seri A (SIISAT01ACN3) dengan nilai nominal Rp65 miliar dengan jangka waktu tujuh tahun dan seri B (SIISAT01ACN3) dengan nilai nominal Rp41 miliar dengan jangka waktu 10 tahun. 


  • Antaranews.com

Senin, 07 Desember 2015

Berpikir Ala Warren Buffet



Berpikir Ala Warren Buffet


Siapa yang tak kenal dengan sang 'Oracle of Omaha' Warren Buffet? pastinya para pelaku investasi familiar dengan pria kelahiran Omaha, Nebraska (negara bagian Amerika Serikat) ini, berkat pola berpikir dan strateginya yang simpel namun 'powerful' dalam berinvestasi di perusahaan-perusahaan dunia kelas wahid.

Tak ayal, "The Richest Person In Every State (2015)" versi majalah Forbes yang pamor investasinya naik daun ketika berinvestasi di 'Gillete' dan 'Coca-Cola' ini memiliki pengikut dari kalangan komunitas investor profesional di seluruh dunia.

Nah, efek popularitas Buffet membuat Robert G. Hagstrom (Senior Vice President dan Director of Legg Mason Focus Capital) menggarap buku 'best-selling' (versi The New York Times) yang mengulas kesuksesan Buffet di bursa investasi dunia, "The Warren Buffet Portfolio". Dalam buku ini memuat substansi yang menarik mengenai apa yang sebenarnya menjadi 'isi otak' Buffet dalam berinvestasi.
Dalam artikel kali ini, akan dipaparkan beberapa poin penting dari buku best-seller versi The New York Times tersebut mengenai berpikir ala Buffet. Anda akan diantar memasuki 'isi otak' Buffet berkenaan dengan tatanan mindset dan strategi seorang investor agar dapat 'survive' dan terus mengembangkan investasi sahamnya.

1. Pikirkan Saham Sebagai Sebuah Bisnis

Banyak investor yang berpikiran bahwa saham dan pasar saham secara umum hanyalah sekedar lembaran-lembaran kertas yang ditransaksikan secara bertahap maju mundur. Ini bisa mencegah para investor tersebut terlampau emosional atas posisi saham mereka, namun tidak memacu mereka untuk sebisa mungkin membuat keputusan terbaik dalam berinvestasi.
Itulah mengapa Buffet menyodorkan pikirannya bahwa para pemegang saham seharusnya berpikir dan memposisikan diri mereka sebagai "pemilik" dari bisnis atau perusahaan yang 'disuntik' oleh saham mereka. Dengan berpikir demikian, para investor akan lebih memiliki persiapan matang dalam berinvestasi dan fokus investasi untuk jangka panjang. Cara berpikir ini juga memacu investor untuk selalu menganalisa berbagai situasi dengan sangat detil, kemudian melahirkan hasil analisa berupa keputusan yang matang dalam mengeksekusi beli dan jual saham. Begitu seterusnya, pemikiran dan analisis para investor akan berkembang dan mengantarkan return investasi mereka ke arah kemajuan.


2.Tingkatkan Kualitas Investasi Anda!

Para investor perlu fokus, selektif, dan sadar akan kualitas investasinya. Ibaratnya begini, "jika anda memiliki banyak telur, letakkan seluruh telur itu pada satu keranjang saja, jangan letakkan telur-telur tersebut pada sekian banyak keranjang pula". Perumpamaan tersebut merupakan analogi jika Anda melakukan diversifikasi investasi (ke banyak perusahaan), hal itu justru menghambat return investasi Anda sebanyak nilai diversifikasi tersebut. Itulah mengapa resep sukses investasi Buffet di antaranya karena Buffet lebih menyukai melakukan investasi yang signifikan di segelintir perusahaan saja.
Buffet meyakini bahwa langkah pertama sebelum berinvestasi, Anda harus memastikan kondisi internal finansial Anda dan lain-lain yang terkait harus 'sehat' atau bebas dari segala masalah yang krusial. Setelah langkah itu beres, Anda harus merasa mantap dan yakin untuk mendedikasikan sejumlah aset Anda ke dalam investasi yang anda jalani.
Berupaya selektif akan kualitas perusahaan untuk tujuan berinvestasi tidak melulu dengan mempertimbangkan perusahaan yang terbaik, namun pertimbangkan 'apa yang Anda rasakan' terhadap perusahaan tersebut. Misalnya, apakah perusahaan tujuan investasi minim risiko finansial dan memiliki prospek jangka panjang?.

3. Antisipasi Perputaran Portofolio (Portfolio Turnover)

Derasnya arus transaksi saham berpotensi memberi banyak profit bagi seorang investor. Namun Buffet beranggapan lain, dan menyatakan bahwa investor macam ini justru menghambat return investasinya. Hal tersebut dikarenakan perputaran portfolio meningkatkan nilai pajak pada capital gain yang wajib dibayarkan oleh investor.
Buffet menyarankan agar 'sense' dalam berbisnis juga digunakan sebagai 'sense' dalam berinvestasi. Jadi, seorang investor yang memiliki hak milik atas sebagian kecil bisnis perusahaan, harus memiliki 'mindset dan sikap yang sama' sebagaimana dia seolah menjadi pemilik utama bisnis dari suatu perusahaan.

Berpikir Ala Warren Buffet

Dengan demikian, investor mampu berpikir jangka panjang akan nasib investasinya. Termasuk berupaya meminimalisir ongkos pajak 'capital gain' jangka pendek yang bertambah dari arus investasi si investor tersebut.
Para penanam saham juga selayaknya lebih tanggap akan fluktuasi harga dalam rentang waktu yang cepat pada bursa sekaligus tanggap dalam meraup profit dari bertambahnya pendapatan dan dividen yang diberikan sepanjang masa trading saham.

4. Kembangkan Parameter Alternatif

Selama berinvestasi, Bung Buffet tidak memfokuskan diri pada harga saham sebagai parameter atas keberhasilan ataupun kegagalan dari pilihan investasinya. Buffet fokus dalam meneliti dan menganalisa kondisi ekonomi dari perusahaan emiten yang kelak dipijaknya sebagai tujuan investasi.
Jika perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan positif dan pada basis yang menguntungkan, maka harga saham pun mengikuti ke arah positif baik bagi emiten maupun investor. Jadi, Buffet menyarankan para investor untuk berpikir di luar mainstream trader yang berfokus hanya pada harga saham, melainkan kembangkan parameter alternatif lainnya seperti jeli dan mengarahkan fokus pada 'suhu' ekonomi perusahaan-perusahaan emiten yang 'malang-melintang' di bursa.

5. Belajar Berpikir Dalam Segala Situasi Dan Kemungkinan

Ada suatu permainan kartu yang dikenal dengan nama "Bridge". Kemampuan berpikir dalam segala situasi dan kemungkinan dapat diasah melalui permainan Bridge ini.
Mereka yang paling sukses memenangkan permainan Bridge ialah pemain yang mampu menentukan probabilitas atau kemungkinan matematis untuk memukul mundur lawan mereka. Permainan Bridge inilah yang menjadi hiburan sehari-hari si 'Mr. Oracle' dan secara tangkas diduplikatnya strategi menaklukkan permainan tersebut ke dalam dunia investasi.
Dari permainan Bridge, Buffet merefleksikan bahwa sekali lagi para investor berfokuslah pada kondisi ekonomi perusahaan yang kalian tanam investasi, kemudian antisipasikan segala kemungkinan yang bakal terjadi, sebagaimana pemain Bridge selalu siaga akan pergerakan lawannya. Fokuslah selalu pada aspek ekonomi perusahaan tersebut, bukan pada harga saham! kelak investor akan lebih akurat dalam menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi (baik atau buruk) dalam sikon investasi.
Mampu berpikir di segala kemungkinan mempunyai keuntungan tersendiri. Misalnya, ada seorang investor yang sedang menganalisa 'kemungkinan yang terjadi' dari suatu perusahaan (tujuan berinvestasi) yang akan melaporkan tingkat pertumbuhan bisnisnya dalam satu periode lima atau sepuluh tahun terakhir.
Nah, karakter investor seperti ini yang cenderung akan lebih cepat tanggap dan solutif terhadap kemungkinan terjadinya fluktuasi jangka pendek dalam harga saham sebagai implikasi aktivitas laporan perusahaan tersebut. Si investor ini akan memperoleh return investasi yang berpotensi tinggi sekaligus juga tanggap dan tetap 'survive' ditengah kemungkinan terjadinya transaksi yang lebih sedikit (kurang menguntungkan) ditambah adanya biaya capital gain.

6. Pahami Aspek Psikologis Dalam Berinvestasi

Cara ini relatif sederhana! Sebagai seorang 'penanam investasi' (investor), tanamkan pula pada diri bahwa terdapat aspek psikologis (psychological mindset) yang harus dimiliki untuk menjadi investor sukses. Jadi, seperti ini, investor yang sukses akan fokus dan siap secara psikologis terhadap segala kemungkinan dan peristiwa ekonomi yang terjadi serta menindaklanjutinya dengan mengambil keputusan-keputusan yang berlandaskan pada pemikiran (pertimbangan) rasional, bukan berdasarkan oleh dorongan emosional.
Yang perlu digarisbawahi, yakni emosi dari diri seorang investor adalah musuh terburuk mereka sendiri. Lha, untuk mengatasi emosi berlebihan dalam berinvestasi tersebut menurut Buffet yaitu 'tetaplah bertahan pada keyakinan dan tujuan dasar Anda dalam berbisnis investasi saham dan jangan terpaku terhadap kondisi pasar sahamnya'. Aspek psikologis demikianlah yang yang perlu diinternalisasikan dan diimplementasikan jika ingin menjadi investor sukses.

Berpikir Ala Warren Buffet


7. Jangan Hiraukan Ramalan Pasar

Tatkala bursa sedang dirundung anggapan-anggapan dan pandangan negatif, dan beberapa ada yang mengatakan bahwa resesi sudah di depan mata, namun pada kenyataannya beberapa waktu kemudian bursa 'baik-baik' saja seterusnya. Itulah mengapa 'jangan hiraukan ramalan pasar'. Buffet menyarankan agar investor tetap berfokus pada investasi mereka yang tidak (belum tentu) dinilai benar oleh pasar.
Logikanya begini, ketika para pelaku pasar saham mulai ramai memperbincangkan termasuk memprediksi harga dan lain-lain yang terkait, berarti di sini pasar sadar akan 'nilai intrinsik' dari perusahaan, dibuktikan dengan situasi harga yang lebih tinggi dan naiknya permintaan. Dari sini-lah peluang investor dapat 'dimainkan' untuk meraup banyak uang.

8. Tunggu Saat Yang Tepat Untuk Eksekusi Saham

Pertimbangan dan tindakan untuk mengeksekusi (beli dan jual) saham butuh kepekaan khusus untuk menentukan 'timing' yang pas untuk mengeksekusinya. Jadi tidak sembarangan dan tidak asal eksekusi investasi kapan pun untuk meraih return yang tinggi.
Hal tersebut senada dengan ilustrasi Buffet yang menyarankan para investor ketika terjun dalam dunia investasi, mereka seolah memiliki sebuah 'kartu keputusan seumur hidup' yang di dalamnya hanya memberi 20 kesempatan eksekusi investasi. Logikanya, ilustrasi ini dimaksudkan untuk mencegah para investor dari ketidaktepatan mengambil keputusan dalam berinvestasi atau melakukan eksekusi yang tidak maksimal ('biasa-biasa saja').
Nah, demikian kita telah menelusuri 'isi otak' Bung Warren Buffet terkait dengan apa yang selama ini dipikirkan dan dipraktekkannya dalam menaklukkan dunia investasi dalam skala global. "Berpikir ala Warren Buffet" yang telah diulas pada artikel ini dapat menjadi wawasan atau bahan evaluasi bagi Anda para investor yang mungkin selama ini masih menggunakan platform berpikir dan bertindak yang kurang tepat dan maksimal sehingga return investasi pun juga belum beranjak pada basis 'profitable'.


Berpikir Ala Warren Buffet

Demikian, belajar berpikir ala Warren Buffet, tidak menutup kemungkinan bagi siapapun, investor manapun memiliki potensi dan peluang yang sama untuk sukses bertrading saham hingga sekaliber "Oracle of Omaha" tersebut. Selamat berinvestasi!

Menanti Keputusan The Fed, IHSG Bakal Konsolidasi

Menanti Keputusan The Fed, IHSG Bakal Konsolidasi


Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada di fase konsolidasi pada perdagangan saham awal pekan ini. Hal itu lantaran pelaku pasar juga cenderung menunggu hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) pada pertengahan bulan.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan bahwa IHSG kembali mengalami tekanan di akhir pekan perdagangan namun mulai terdapat aliran dana asing kembali masuk. Hal itu efek dari masih tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang memberikan pengaruh sendiri ke pergerakan IHSG.


Melihat kondisi itu, William memprediksi, IHSG lebih bergerak masuk fase konsolidasi. IHSG akan berada di level support 4.502 dan resistance 4.590. "Hari ini IHSG masih fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat," ujar William, dalam ulasannya Senin (7/12/2015).
Sementara itu, Analis PT Reliance Securities memperkirakan IHSG bergerak variasi dengan kisaran 4.490-4.550 pada awal pekan ini.
"Secara teknikal, IHSG  break out support rata-rata pergerakan 25 harian dan menguji support rata-rata pergerakan 50 harian di level 4.492. Peluang pelemahan masih terlihat cukup besar dengan indikator stochastic terkonsolidasi dengan momentum bergerak melemah," jelas Lanjar.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat 4 Desember 2015, IHSG melemah 28,93 poin atau 0,64 persen ke level 4.508,45. Indeks saham LQ45 susut 0,81 persen ke level 777,48. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan kecuali indeks saham DBX menguat 0,26 persen ke level 651,69.

Untuk rekomendasi saham, William memilih sejumlah saham antara lain PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).


  • Sumber : Liputan 6

Minggu, 06 Desember 2015

OJK Dukung Langkah Freeport Indonesia untuk IPO

OJK Dukung Langkah Freeport Indonesia untuk IPO
Freeport Indonesia

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat mendukung jika PT Freeport Indonesia melepaskan saham ke publik. Alasannya, langkah pelepasan saham perdana atau Innitial Public Offering (IPO) tersebut akan meningkatkan kapitalisasi pasar modal Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida menjelaskan, sampai saat ini belum ada pertemuan dengan pihak Freeport untuk membicarakan rencana IPO tersebut. Namun OJK sangat mendukung rencana tersebut karena jika terealisasikan akan mengerek nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia.

"Belum ada pembicaraan dari Freeport. Kita juga belum terima data apapun dari Freeport ke OJK. Kan kita juga belum tahu keputusannya lewat IPO atau apa. Tapi kalau masuk lewat IPO, ini positif," ujar Nurhaida saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (4/12/2015).

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan divestasi saham Freeport dengan mekanisme penawaran saham atau initial public offering (IPO) akan lebih menarik dibandingkan dengan mekanisme lain. Alasannya, dengan mekanisme tersebut akan lebih terbuka dan masyarakat jadi punya peluang untuk memiliki saham Freeport Indonesia.

"Bisa aja (langsung) kita lihat, pilih saja, IPO lebih menarik karena harusnya bargaining power, harga valuasinya lebih public valuation kan lebih terbuka proses pengalihannya kemudian bagi Freeport, tentunya kesempatan masyarakat," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat.

Seperti dinyatakan oleh Staff Khusus Menteri ESDM Said Didu, Freeport Indonesia telah menawarkan sahamnya pada pemerintah melalui Kementerian ESDM. Namun Pemerintah belum menunjukkan minat untuk memiliki saham tersebut. "Dalam APBN ada atau tidak anggaran untuk membeli itu? Kelihatannya tidak ada," kata Said. Said mengungkapkan jika berminat, seharusnya dalam penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) masuk opsi dana untuk membeli saham Freeport Indonesia. Namun ternyata saat ini belum ada pembahasan anggaran untuk membeli saham tersebut. "Jangan sampai Menteri ESDM disalahkan kalau pemerintah tidak membeli," tuturnya.


Ia melanjutkan, jika pemerintah tidak berminat untuk mengambil saham tersebut, maka akan ditawarkan ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jika BUMN tidak berminat, ditawarkan ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan jika BUMD tidak berminat ditawarkan ke swasta.
Jika keputusannya adalah pihak swasta yang membeli saham tersebut, maka ada dua kemungkinan caranya, yaitu dilelang dan IPO. "Dengan IPO, Freeport menjadi perusahaan terbuka. Semuanya transparan," jelasnya.


      Sumber : Liputan 6




Jumat, 04 Desember 2015

GIBEI UNP Menyelenggarakan Konsultasi Pasar Modal untuk Akademisi


GIBEI UNP Menyelenggarakan Konsultasi Pasar Modal untuk Akademisi

Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia UNP mengadakan konsultasi reguler bersama para calon investor. Agenda ini diadakan rutin tiap minggu. Tujuannya untuk lebih mengenal lagi seputar pasar modal dan cara berinvestasi yang baik. Pada Kamis (3/12) para peserta konsultasi berjumlah 6 (enam) orang yang berasal dari jurusan Pendidikan Ekonomi bertandang ke office GIBEI FE UNP. Para calon investor terlihat sangat antusias dalam mendengarkan dan memperhatikan arahan serta edukasi yang diberikan oleh Manajer Departemen Edukasi, Gilang Fernanda.

Gilang menyatakan bahwa acara ini akan terus diadakan setiap hari Kamis dan ia berharap semakin banyak kalangan akademik yang mengetahui pasar modal Indonesia. "Konsultasi ini merupakan acara rutin setiap minggu tepatnya diadakan setiap hari Kamis. Melalui konsultasi ini kami berharap akan semakin banyak kalangan akademik yang lebih tahu tentang pasar modal Indonesia", ujarnya.

Acara ini merupakan salah satu program kerja dari Departemen Edukasi yang bertujuan untuk menyalurkan pengetahuan tentang pasar modal dan memperluas jumlah investor di Indonesia melalui kalangan akademik.

Berinvestasi Saham Sama Dengan Judi ?

Berinvestasi Saham Sama Dengan Judi ?


Saham sebenarnya tidak dibuat untuk berjudi, melainkan menggunakan prinsip dagang biasa: penawaran dan permintaan, dan digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk meningkatkan kapital atau modal perusahaan.

Secara garis besar investasi saham di Bursa Efek Indonesia dianggap sesuai syariah apabila hanya melakukan jual-beli saham syariah dan tidak melakukan transaksi yang dilarang secara syariah. Saham-saham syariah yang dimaksud adalah saham saham yang termasuk Daftar Efek Syariah (DES) dan Jakarta Islamic Index (JII). Sampai tahun 2014, tercatat ada 500 saham yang ada di pasar modal, sedikitnya 300 saham sudah masuk dalam efek syariah.

Contoh transaksi yang haram adalah transaksi yang transaksi dengan unsur spekulasi atau tanpa alasan jelas. Transaksi saham itu bukan spekulasi karena dapat dipelajari melalui laporan keuangan perusahaan atau dinamakan Analisis Fundamental. Spekulasi itu terjadi apabila investor melakukan transaksi saham tanpa menggunakan analisa, riset atau pengetahuan maka dapat dikatakan transaksi investor tersebut tidak memenuhi prinsip syariah.

Untuk lebih menjamin investor saham yang ingin bertransaksi saham secara syariah, sekarang investor dapat membuka rekening saham syariah. Secara khusus rekening saham ini hanya dapat mentransaksikan saham dalam kategori syariah. Bila ada order untuk membeli saham di luar saham syariah secara otomatis akan ditolak oleh sistem.

Apakah bermain saham termasuk judi? Tidak! Kenapa? Berikut ini saya akan membahas hal yang membedakan antara bermain saham dengan berjudi, yakni :

Saham sudah disahkan secara resmi/hukum, bahkan sampai bisa mendirikan perusahaan saham contohnya perusahaan IDX.
Tidak semua orang bisa bermain saham, kenapa? Karena untuk bermain saham dibutuhkan modal dan pastinya bukan dalam jumlah yang kecil. Sedangkan judi bisa dilakukan dengan modal berapapun.
Bermain saham tidak hanya membutuhkan keberuntungan semata namun juga membutuhkan keahlian dalam menganalisis suatu saham dan harus mengetahui serta mengikuti perkembangan dari perusahaan yang akan dibeli sahamnya.

  • MUI pada tahun 2011 mengeluarkan Fatwa Halal untuk berinvestasi di pasar modal, jadi saham tidak bisa disamakan dengan berjudi.
  • Dari 480 saham yang tercatat di pasar modal, sedikitnya 300 saham sudah masuk dalam efek syariah, artinya ini menunjukkan jika investasi saham sudah masuk aman dan halal.


Untuk menjawab pertanyaan apakah saham sama dengan judi, bisa dilihat dari sisi hukum. Dari aspek legal, investasi saham merupakan investasi yang legal dan dijamin pemerintah. Investasi saham juga diatur dalam Undang Undang Pasar Modal. Jika melanggar hukum, tentu tidak ada Undang-Undangnya.


Tahun 2011 pasar saham juga sudah memperoleh fatwa halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) sesuai dengan syariah Islam. Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya fatwa 
Nomor: 80/DSN-MUI/III/2011 oleh DSN-MUI mengenai Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek Indonesia.

Bagaimana ? Masih takutkah berinvestasi saham ? Yuk nabung saham !

Kamis, 03 Desember 2015

3 Desember 2015: Minyak Dan Rupiah Tekan IHSG Di Awal Dagang


3 Desember 2015: Minyak Dan Rupiah Tekan IHSG Di Awal Dagang


Penurunan tajam harga minyak dan penguatan dolar AS membuat IHSG turun semakin dalam pada awal perdagangan Kamis (3/12/2015).

IHSG melemah 0,43% atau 19,37 poin ke level 4.526,49 pada pembukaan. Pada pukul 09.10 WIB, IHSG masih tertekan 0,49% atau 22,39 poin ke level 4.523,47.
Sebanyak 19 saham menguat, 61 saham melemah, dan 441 saham stagnan dari 521 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Saham-saham big cap merosot, dipimpin oleh PT Astra International Tbk (ASII) yang turun 0,79% dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang melemah 0,67%.

Tim Riset Samuel Sekuritas mengatakan IHSG kembali bergerak melemah. “Hari ini, kami perkirakan IHSG akan kembali terkoreksi mengikuti kecenderungan pelemahan bursa-bursa regional Asia.”

Bursa Asia tertekan oleh penurunan tajam harga minyak menjelang pertemuan OPEC akhir pekan ini. Indeks Nikkei 225 melemah 0,29%,Hang Seng turun 0,36%, sedangkan Stratis Times turun 0,56%. 

Negara anggota OPEC diproyeksi memutuskan mempertahankan kuota produksi dalam pertemuan  yang berlangsung di Wina, Austria di tengah kelesuan harga minyak. 

Harga minyak WTI dini hari tadi ditutup anjlok 4,56% ke US$39,94/barel dan menguat 0,5% ke US$40,14/barel pada pukul 09.00 WIB hari ini.
Selain itu, pergerakan saham di Jakarta tertekan oleh melemahnya rupiah. Rupiah pagi ini kembali terdepresiasi seiring penguatan signifikan dolar pasca pidato Gubernur The Fed Janet Yellen.

Yellen mengatakan penundaan penaikan suku bunga The Fed justru menambah resiko karena akan memaksa laju kenaikan yang lebih tajam di masa depan.
Indeks Bisnis27 turun 0,67% ke level 389,99 pada pembukaan. Pada pukul 09.10 WIB, Bisnis27 menguat 0,76% atau 2,97 poin ke level 389,65.


Saham-saham beban IHSG pada awal perdagangan:
ASII-0,79%
BBRI-0,67%
UNVR-0,61%
TLKM-0,51%


Saham-saham pendorong IHSG pada awal perdagangan:
MNCN+4,06%
EXCL+2,18%
SCMA+1,30%
LPPF


sumber: bisnis.com
+0,63%