lkti Analisis Pola IHSG Terhadap Rencana Kenaikan Fed Fund Rate ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Rabu, 25 November 2015

Analisis Pola IHSG Terhadap Rencana Kenaikan Fed Fund Rate

Analisis Pola IHSG Terhadap Rencana Kenaikan Fed Fund Rate

Kegusaran tengah melanda investor global, bagaimana tidak? kenaikan suku bunga The Fed yang diprediksi paling cepat dilakukan pada kuartal I-2016 tahun depan malah akan terjadi di bulan depan tepatnya di bulan Desember, dalam rapat FOMC yang memiliki agenda terbatas dalam menaikkan suku bunga acuan-nya.

Sementara IHSG yang dimana bila kita menggunakan grafik di bawah ini, maka sejak tahun lalu hingga di bulan Oct menyentuh level 4,208, IHSG sudah terdepresiasi 24%. Selain karena faktor fundamental ekonomi domestik yang tengah melambat dan masalah eksternal seperti China, sudah tentu efek kenaikan suku bunga The Fed juga memberikan ancaman yang cukup masif terhadap kejatuhan IHSG sejauh ini.

Grafik Pergerakan IHSG Hampir Setahun Terakhir

Analisis Pola IHSG Terhadap Rencana Kenaikan Fed Fund Rate

Sebenarnya bagaimana IHSG merespon kenaikan dan penurunan suku bunga The Fed sebelum-sebelumnya?
Mari kita lihat berdasarkan data historis!
Pertama pada periode April 2000-Desember 2002, ketika The Fed memotong suku bunga dari sekitar 6% menjadi hanya 1.75%, lalu bagaimana nasib IHSG?

Grafik Pemotongan Suku Bunga The Fed

Analisis Pola IHSG Terhadap Rencana Kenaikan Fed Fund Rate


Jika kita amati IHSG memang sempat melemah dari level 500-an di April 2000, hingga menyentuh level 350-an di bulan Oktober 2000, setelah itu The Fed juga kembali memangkas suku bunga acuannya terus menerus hingga mencapai level 1%-an di tahun 2002. Nyatanya IHSG tidak terus-terusan melemah dan kembali menguat hingga mencatat rekor di atas 500-an pada April-2002. Pada level ini kita dapat memastikan kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral AS memiliki korelasi negatif terhadap IHSG.
Itu jika kasus-nya The Fed memotong suku bunga acuan, jika sebaliknya bagaimana yaa?

Grafik Kenaikan Suku Bunga The Fed

Analisis Pola IHSG Terhadap Rencana Kenaikan Fed Fund Rate

Jika kita mengambil data dari bulan Februari 2004-Desember 2006 (periode kenaikan suku bunga The Fed), maka kita bisa dengan jelas melihat, IHSG juga mengikuti pola suku bunga The Fed (dari 1% menjadi 5.25%), dengan kata lain, IHSG merespon lurus kenaikan suku bunga The Fed, yang dimana IHSG selama periode tersebut memiliki kenaikan sebesar 102%.

Grafik. Tren Suku Bunga The Fed Sejak Tahun 1954

Analisis Pola IHSG Terhadap Rencana Kenaikan Fed Fund Rate

Masalahnya tingkat suku bunga The Fed saat ini tidak pernah sampai ke level 0.25% seperti sebelum-sebelumnya, dan pasar pun belum bisa memprediksi efek kejutnya sampai mana. Nilai tukar, cadangan devisa, pasar obligasi, posisi utang, pertumbuhan ekonomi, defisit transaksi berjalan, inflasi, kesemuanya itu adalah indikator utama makro yang menjadi perhatian khusus dewan moneter di setiap negara saat ini.

Sumber : Seputar Forex




Meluruskan Opini Awam atas Peranan Akuntansi

By   /   Jumat 23 Mei 2014  /   No Comments
Jika akuntansi hanya dipandang sebagai alat untuk menghitung, ahli matematika lebih pintar dalam menghitung dan mengembangkan metode perhitungan. Lantas, mengapa ada pendidikan akuntansi hingga ke jenjang tertinggi pendidikan formal?
KeuanganLSM
Meluruskan Opini Awam atas Peranan Akuntansi
Dalam bahasan di atas telah dijelaskan bahwa akuntansi berfungsi untuk menyajikan laporan keuangan. Menyajikan laporan keuangan tidaklah sederhana. Untuk dapat melakukan fungsi ini, akuntansi harus menyatakan seluruh aktivitas perusahaan dalam nilai uang. Pada tahap tertentu, hal ini sangat kompleks.
Logika umum mengatakan bahwa laba merupakan selisih antara pendapatan dan beban (dalam bahasa awam disebut biaya). Akan tetapi, dalam menentukan pendapatan atau beban (biaya) akan timbul berbagai persoalan.
Masyarakat awam mungkin memandang pengeluaran perusahaan sebagai biaya (beban). Namun, akuntansi memandang pengeluaran dan beban (biaya) secara berbeda. Ketika perusahaan membayar sejumlah uang untuk sewa gedung satu tahun, misalnya, akuntansi tidak lantas memperlakukan pengeluaran tersebut sebagai beban. Jika sewa gedung telah dibayar tetapi gedung belum digunakan, menurut akuntansi, pembayaran sewa tersebut bukan beban. Akuntansi memiliki pengertian sendiri mengenai beban (biaya) yang akan dijelaskan pada Bab II dan Bab III.
Ketika gedung sudah ditempati, barulah beban terjadi. Misalkan, gedung baru digunakan per tanggal 1 Juli, artinya beban sewa adalah setengah dari pembayaran yang telah dilakukan. Penyajian pendapatan dan beban yang tepat memberikan informasi mengenai laba yang tepat.
Aset yang dimiliki perusahaan menggambarkan besar kecilnya ukuran perusahaan. Perusahaan harus menyajikan seluruh aset yang dimiliki dalam laporan keuangan. Sayangnya, penyajian aset dalam laporan keuangan menimbulkan persoalan yang kian kompleks.
Masyarakat awam dengan mudah mengatakan bahwa mesin yang dimiliki perusahaan sebagai aset perusahaan. Namun, akuntansi belum tentu menyatakan mesin tersebut sebagai aset. Akuntansi memiliki definisi sendiri mengenai aset. Hal ini akan dijelaskan pada Bab II dan Bab III. Mesin yang rusak bukanlah merupakan aset menurut definisi akuntansi.
Misalnya perusahaan memiliki mesin yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Persoalan berikutnya adalah menentukan berapa nilai mesin yang akan disajikan dalam laporan keuangan itu. Mesin yang digunakan terus-menerus akan semakin aus. Kemajuan teknologi seringkali membuat mesin jadi cepat usang. Dengan begitu,nilai mesin secara riil justru diang-gap mengalami penurunan. Itu sebabnya nilai mesin perlu di update secara periodik. Hal ini merupakan persoalan akuntansi lainnya. Persoalan akan semakin kompleks karena perusahaan memiliki jumlah dan jenis aset yang tidak sedikit. Mesin yang jenisnya sama pun, tahun perolehannya bisa ber-beda-beda.
Pengguna laporan keuangan dapat merupakan pihak-pihak yang memiliki kepentingan berbeda dan membutuhkan informasi yang berbeda atas laporan keuangan. Tidak mungkin memuaskan semua kebutuhan pengguna laporan keuangan. Persoalannya adalah menentukan informasi yang paling dibutuhkan banyak pihak.
Pihak-pihak yang berhubungan dengan perusahaan membutuhkan laporan keuangan dengan sajian informasi yang jujur dan berkualitas. Kreditur menggunakan laporan keuangan untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan. Calon investor yang hendak membeli saham suatu perusahaan di pasar modal menggunakan laporan keuangan sebagai rujukan untuk memutuskan saham yang akan dibeli. Penyajian laporan keuangan membutuhkan skill dan kompetensi akuntansi. Itu sebabnya penyajian laporan keuangan harus dilakukan oleh akuntan atau mereka yang mengenyam pendidikan akuntansi.
Kaum awam mungkin berpendapat bahwa fungsi akuntansi lebih ke arah perhitungan. Harus dibedakan antara akuntansi dan perhitungan. Perhitungan adalah alat akuntansi, akan tetapi akuntansi lebih dari sekedar perhitungan. Jika akuntansi hanya dipandang sebagai alat untuk menghitung, ahli matematika lebih pintar dalam menghitung dan mengembangkan metode perhitungan. Lantas, mengapa ada pendidikan akuntansi hingga ke jenjang tertinggi pendidikan formal? Doktor akuntansi atau yang bergelar Phd diharapkan melakukan riset untuk menemukan metode akuntansi yang terbaik untuk mengakui, mengukur nilai-nilai yang tersaji dalam laporan keuangan agar laporan keuangan dapat lebih berkualitas dan dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan.
Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Non-Akuntansi, Penulis: Golrida Karyawati P, Hal: 3-5.
- See more at: http://keuanganlsm.com/meluruskan-opini-awam-atas-peranan-akuntansi/#sthash.z7T9HJfx.dpuf

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik.Tidak mengandung SARA, promosi, atau melakukan tindakan tercela lainnya. Jagalah etika dalam berkomentar. Terima kasih.