lkti The Joseph Cycle: Krisis Akan Terjadi Sampai 2018 ~ GIBEI FE UNP
Quotes by TradingView

Rabu, 16 September 2015

The Joseph Cycle: Krisis Akan Terjadi Sampai 2018

The Joseph Cycle: Krisis Akan Terjadi Sampai 2018

Kelesuan ekonomi global diperkirakan akan berlangsung lama. Sebagian ekonom dengan berpatokan pada apa yang disebut sebagai The Joseph Cycle (nama Joseph mengacu pada Nabi Yusuf AS) memperkirakan resesi ekonomi dunia masih akan terjadi setidaknya sampai 2018.

The Joseph Cycle adalah suatu pola yang menggambarkan datang dan perginya kondisi paceklik dan kejayaan ekonomi secara bergantian. Menurut teori tersebut satu periode resesi biasanya berlangsung tujuh tahun. Contoh yang paling lekat dalam ingatan kita barangkali adalah ketika terjadi krisis global tahun 1997.


Kondisi krisis yang di Indonesia lebih dikenal sebagai krismon (krisis moneter) baru dapat dikatakan usai tahun 2004, atau tepat tujuh tahun setelah krisis dimulai.

Memasuki tahun 2004 perekonomian dunia mengalami rebound ditandai dengan pertumbuhan ekonomi Cina yang mencapai dua digit serta lahirnya kekuatan ekonomi baru yang dikenal sebagai BRICS (Brazil. Rusia, India, Cina, South Africa). Meskipun pada tahun 2008 dunia sempat diguncang skandal keuangan di Amerika Serikat namun fenomena melesatnya ekonomi dunia terus berlangsung.

Rupanya skandal produk derivatif keuangan tahun 2008 itu hanyalah pintu pembuka dunia untuk memasuki fase paceklik yang sebenarnya. Tahun 2011 resesi dimulai dengan ambruknya perekonomian negara-negara Euro seperti Portugal, Spanyol dan kemudian Italia.

Negara-negara BRICS yang sebelumnya disebut sebagai keajaiban dunia ternyata juga tidak mampu menopang perekonomian dunia. Setelah Brazil mencatatkan pertumbuhan negatif sejak tahun 2012 Cina menyusul mengalami kontraksi.

Menjelang berakhirnya tahun 2014 resesi kian dalam. Dunia dibayangi bangkrutnya Yunani yang mengalami gagal bayar hutang luar negerinya. Sementara itu minyak mentah terus merosot nilainya. Memasuki pertengahan 2015 harga minyak sudah terpangkas lebih dari separuhnya.

Tidak ada yang gembira dengan jatuhnya harga minyak sebab rendahnya harga minyak kali ini bukan spekulasi melainkan karena turunnya permintaan akibat perlambatan ekonomi yang melanda seluruh dunia.

Krisis belum akan usai, tetapi pemerintah Indonesia tidak boleh menjadikan apa yang terjadi pada dunia ini sebagai kambing hitam. Mereka dipilih dan dibayar justru untuk menghadapi situasi seperti ini.

Kita harus yakin, dibalik krisis yang terjadi ada peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menjadikan negara kita maju, makmur dan berdaulat. Itu jika pemerintah serius bekerja untuk menyelesaikan semua masalah yang ada.

sumber: sharia

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan baik.Tidak mengandung SARA, promosi, atau melakukan tindakan tercela lainnya. Jagalah etika dalam berkomentar. Terima kasih.