Quotes by TradingView

Sejarah Pasar Modal Indonesia

Pasar Modal Indonesia pernah jatuh bangun pada masa penjajahan Belanda. Namun, mulai era orde baru, Pasar Modal Indonesia kembali hidup...

RI Raih Investment Grade, IHSG Meroket

Lembaga pemeringkat Internasional Standard Poors (SP) menaikkan peringkat Indonesia menjadi layak investasi atau investment grade. Kenaikan peringkat tersebut langsung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cetak rekor dan rupiah menguat tajam. Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (19/5/2017)...

Ditjen Pajak Bisa Intip Data Investor Pasar Modal

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan. Artinya kini Direktorat Jenderal Pajak bisa mengorek...

Sekolah Pasar Modal Pengurus SPM 1 dan SPM 2

SPM 1 dan SPM 2 yang dilaksanakan di BEI cabang Padang pada tanggal 13 Mei 2017 yang diikuti oleh pengurus baru Gibei FE Unp. Pengurus baru mendatangi BEI cabang Padang untuk melakukan SPM 1 dan SPM 2 pada pukul 08.00 untuk melaksanakan SPM 1 hingga pukul 12.00 dilanjutkan lagi SPM 2 pada pukul 01.30 hingga selesai pada pukul 04.00 sore...

Apa Itu Saham ?

Hallo guys minggu kemaren kita sudah kenalan sama ınvestasi dan kıta juga sudah tau mengapa investasi itu penting, lalu sesuai dengan judul tulisan kali ini, kıta akan membahas mengenai saham...

Jumat, 13 Juli 2018

Reliance Sekuritas: Penguatan IHSG Akhir Pekan Ini Terbatas


   

JAKARTA -  Reliance Sekuritas memprediksi IHSG masih dalam penguatan meskipun cenderung terbatas. Analis Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi mendekati resistance MA50 dan bearish trend line jangka menengah. Indikasi tertahan diakhir pekan cukup kuat dengan Indikator Stochastic yang berindikasi dead-cross pada level jenuh beli meskipun momentum RSI bergerak flat pada area moderate.
"Sehingga diperkirakan IHSG akan cenderung menguat terbatas menguji resistance bearish trend dan MA50 dengan rentang pergerakan 5.834-5.950," tulis risetnya. 
Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya AKRA. ANTM, BTPN, IMAS, LSIP, PGAS, PTBA, WSKT, TINS, ADHI
Adapun dalam perdagangan kemarin,  IHSG ditutup menguat +0.24% atau 14.51 poin di level 5.907,87 setelah sempat dibuka pada zona negatif.
Saham-saham sektor infrastruktur (1.45%) memimpin penguatan dengan emiten TLKM (+0.99%), ISAT (+7.78%) dan PGAS (+4.85%). Selain itu perusahaan tambang PTBA (+3.93%) mengalami penguatan signifikan setelah data pertumbuhan eksport batubara Indonesia naik hingga 33% ditengah trend penguatan harga batubara dunia.
Investor asing tercatat net buy 136.77 Miliar rupiah dengan saham BBCA, PTBA dan TLKM menjadi top net buy value investor asing.

Senin, 09 Juli 2018

Valbury Sekuritas: Sentimen Internal Masih Mencemaskan, IHSG Akan Terkoreksi

JAKARTA -  Valbury Sekuritas memprediksi IHSG masih dalam tren penurunan di pekan perdagangan ini. Tim analis Valbury Sekuritas menyebutkan tabuh perang dagang AS dan Cina telah di mulai, meski kabar AS dan Uni Eropa bisa membatalkan kebijakan tarif, namun hanya terbatas mengurangi kepanikan pasar.
Disamping itu, faktor internal sendiri masih diwarnai kecemasan, maka IHSG pada pekan ini kembali didominasi tren koreksi. 

Adapun pergerakan indeks hari ini berada di Support Level : 5.679/5.663/5.630 dan Resistance Level : 5.727/5.760/5.776

 

Berikut sentimen penggerak Indeks hari ini

Sentimen pasar dari dalam negeri:

Sentimen perang dagang AS-Cina yang dimulai Jumat (6/7), akan menjadi sentimen utama bagi pergerakan rupiah serta pengaruhnya bagi pergerakan IHSG. Hal ini juga akan mempengaruhi posisi cadangan devisa ke depan. Menyusul the Fed pada pertengahan bulan lalu mengumumkan stance kebijakannya yang lebih agresif yang dilanjutkan dengan perubahan kebijakan Bank Sentral Eropa dan Cina.


Indonesia pun mendapat ancaman dari AS, Presiden Donald Trump, mengancam mengenakan tarif ke 124 produk asal Indonesia. Hal ini menyusul defisit AS dalam hubungan dagang dengan Indonesia. AS tengah mengevaluasi generalized system of preference (GSP) yang diberikan ke produk-produk asal Indonesia, seperti pembebasan bea masuk yang diberikan AS ke produk impor. Berkenaan dengan ini, Indonesia sudah melakukan lobi-lobi di antaranya melalui Duta Besar RI untuk Amerika Serikat.

Realisasi defisit anggaran hingga akhir November telah mencapai 2,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut masih di kisaran amanat UU APBNP 2017 yang memandatkan defisit antara 2,6-2,9% dari PDB

Sentimen pasar dari luar negeri :

Menyusul perang dagang AS dan Cina semakin membuat keadaan perekonomian global tengah berada dalam ketidakpastian. Pemicunya kerap berasal dari kebijakan yang diambil Presiden AS Donald Trump yang susah ditebak. Hal ini tetap menjadi faktor pengaruh besar bagi pergerakan indeks saham pasar global.


Tabuh perang dagang antara AS dan Cina pada Jumat pekan lalu, sempat membuat Yuan masih mampu bertahan positif meski hanya naik tipis seiring masih adanya imbas dari langkah People’s Bank of China yang melakukan upaya untuk menahan pelemahan mata uang tersebut dengan mempertahankan Yuan pada tingkat yang stabil dan masuk akal serta arus modal yang masih terkendali.

Pelaku pasar menyoroti pertemuan Amerika Serikat (AS ) dan Uni Eropa yang diduga kedua pihak setuju untuk menarik kembali kebijakan tarif impor yang mendorong optimisme pada hubungan perdagangan internasional. Karena kabarnya Trump dapat membatalkan kebijakan tarif yang mengancam keberadaan mobil impor Eropa. Namun sebagai imbalannya Uni Eropa juga harus membatalkan pengenaan bea terhadap mobil AS. Kabar ini, menjadi sentimen yang sedikit hanya dapat menenangkan kekhawatiran dunia.

Rekomendasi saham hari ini menurut ValValb Sekuritas 
BMRI: Trading Buy
• Close 6300, TP 6425
• Boleh buy di level 6250-6300
• Resistance di 6425 & support di 6250
• Waspadai jika tembus di 6250
• Batasi resiko di 6200

BDMN: Trading Buy
• Close 6475, TP 6675
• Boleh buy di level 6350-6475
• Resistance di 6675 & support di 6350
• Waspadai jika tembus di 6350
• Batasi resiko di 6300

ICBP : Trading Buy
• Close 8700, TP 8900
• Boleh buy di level 8600-8700
• Resistance di 8900 & support di 8600
• Waspadai jika tembus di 8600
• Batasi resiko di 8550

MAIN: Trading Buy
• Close 680, TP 695

• Boleh buy di level 660-680
• Resistance di 695 & support di 660
• Waspadai jika tembus di 660
• Batasi resiko di 640

APLN: Trading Buy
• Close 156, TP 166
• Boleh buy di level 148-156
• Resistance di 166 & support di 148
• Waspadai jika tembus di 148
• Batasi resiko di 145

KAEF: Trading Buy
• Close 2220, TP 2410
• Boleh buy di level 2070-2220
• Resistance di 2410 & support di 2070
• Waspadai jika tembus di 2070
• Batasi resiko di 2050

Ket. TP : Target Price
WATCHING ON SCREEN;
PWON, PGAS, BISI, INTP, SMAR, SCMA

Kamis, 31 Mei 2018

INDO PREMIER: Target kenaikan IHSG ke Level 6.050, Rekomendasi 3 Saham

JAKARTA— PT. Indo Premier Securities memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (31/5/2018) bergerak di kisaran 5.970–6.050.
Dikemukakan indeks meskipun membentuk pola bearish continuation namun mampu bertahan di atas EMA5,10. Stochstic overbought dan MACD histogram divergence positif.
“Target kenaikan indeks pada level 6.050, kemudian 6.100, dengan support di level 5.970 dan 5.940,” tulis PT. Indo Premier Securities dalam risetnya yang diterima hari ini, Kamis (31/5/2018).



PT. Indo Premier Securities merekomendasikan saham berikut pada perdagangan hari ini:
  • UNTR (36.800)
Rekomendasi: Buy
Candle ditutup di atas EMA5 dan membentuk pola long white marubozu  merupakan sinyal bullish continuation, stochastic netral sedangkan MACD histogram convergence positif. Target kenaikan harga pada level 37.225 kemudian 37.625 dengan support di level 36.300, cut loss jika break 35.750.         
  • BEST (274)
Rekomendasi: Spec Buy
Candle bertahan di atas EMA5,10 dan membentuk pola doji yang merupakan sinyal indecision, stochastic netral dan MACD histogram divergence positif. Target kenaikan harga pada level 278 kemudian 282 dengan support di level 272, cut loss jika break 268.
  • PTBA (3.780)
Rekomendasi: Spec Buy
Candle ditutup di atas EMA5,10 dan membentuk pola white opening marubozu yang merupakan sinyal bullish continuation, stochastic netral sedangkan MACD histogram convergence positif. Target kenaikan harga pada level 3.900 kemudian 4.020 dengan support di 3.660, cut loss jika break 3.540.
















Rabu, 23 Mei 2018

OSO Sekuritas Rekomendasi 6 Saham Menarik Hari Ini

JAKARTA -- OSO Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan bergerak melemah dengan rentang perdagangan 5.670--5.770 pada perdagangan hari ini, Rabu (23/5).

Pada perdagangan kemarin (22/05), IHSG ditutup menguat 0,30% ke level 5,733.85. Tujuh dari sepuluh indeks sektoral berakhir dalam zona hijau, dimana sektor Aneka Industri dan 1,08% memimpin penguatan masing-masing sebesar 5,12%. dan1,08% Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya: ASII, BBCA, TPIA, TLKM dan UNTR

      
Sementara itu, indeks utama bursa AS kompak ditutup dalam zona merah pada perdagangan semalam. Indeks Dow Jones turun 0.71%, S&P melemah 0.31%, dan Nasdaq tertekan 0.21%. Pelemahan terjadi seiring antisipasi pelaku pasar atas laporan dari pertemuan Federal Reserve serta penurunan indeks Dollar sebesar 0.1% ke level 93.60.Penguatan yang terjadi pada saham ASII menjadi salah satu penggerak indeks, pada perdagangan kemarin ASII mencatatkan kenaikan sebesar 6,5% penguatan tersebut didorong rilisnya data penjualan mobil bulan April 2018 yang naik signifikan sebesar 14,1% dari bulan sebelumnya. Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp353 miliar. Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0.34% ke level Rp14.142.
Adapun dua indeks sektoral yang memimpin pelemahan diantaranya sektor industri dan sektor energi dengan masing-masing turun 1.3%. IHSG ditutup menguat sebesar 0.3% ke level 5,751 dengan candle bearish. Stochastic bearish dan MACD masih bergerak negatif dengan volume meningkat. Kami perkirakan IHSG bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 5,670 - 5,770.
Rekomendasi saham hari ini:
ASII: Recommendation : Buy
Target Price : 7.100
Support : 6.850
Cutloss : 6.825
ASRI: Recommendation : Buy
Target Price : 344
Support : 328
Cutloss : 326
BBTN: Recommendation : Buy
Target Price : 2.870
Support : 2.750
Cutloss : 2.740
BRPT: Recommendation : Buy
Target Price : 2.210
Support : 2.100
Cutloss : 2.090
INTA: Recommendation : Buy
Target Price : 498
Support : 472
Cutloss : 470
WSKT: Recommendation : Buy
Target Price : 2.270
Support : 2.170
Cutloss : 2.160
(DISC ON)